Pupuk Batu Bara Jadikan RI Lumbung Pangan Dunia
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Pupuk Batu Bara Jadikan RI Lumbung Pangan Dunia

Rabu, 28 Oktober 2020 | 06:40 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) gencar menyosialisasikan teknologi pupuk batu bara untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Pupuk batu bara dinilai tepat, karena dengan luas sawah yang tetap, bisa menghasilkan panen padi lebih banyak. Produksi pupuk ini sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat, terutama di daerah lumbung padi.

Ketua Umum FKDB Ayep Zaki menyebutkan pupuk batu bara memiliki keunggulan yaitu pembenahan tanah, meningkatkan produktivitas tanaman dan ramah lingkungan. "Dengan menggunakan pupuk batu bara, maka produktivitas satu hektare bisa meningkat sampai 30%" kata dia dlaam keterangan tertulisnya, Rabu (28/10/2020).

Menurut pria yang akrab disapa Aa Zaki, FKDB telah memproduksi pupuk batu bara yang diberi label Futura di pabrik yang berlokasi di Sentra Industri Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Produksi pupuk berbahan batu bara ini sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat, terutama di daerah lumbung padi. "Teknologi produksi pupuk batu bara ini satu-satunya di dunia dan dibutuhkan seluruh negara. Dengan pupuk ini, Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia," papar dia.

Pupuk berbahan baku batu bara merupakan fosil tumbuhan yang terawetkan dan punya kandungan unsur hara yang nyaris sempurna seperti nitrogen, kalium, posfat, hidrogen, phospor, zeng, calsium, besi dan lainnya. "Pupuk berbahan dasar batu bara adalah pupuk organik yang terbaik," ujar Aa Zaki.

Pupuk batu bara bermanfaat bagi tanaman padi, sayur, buah, maupun palawija. Dengan menggunakan pupuk batu bara akan meningkatkan produksi panen baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Selain itu, pupuk ini mampu memperbaiki alih struktur tanah sehingga meningkatkan kesuburannya dari musim ke musim. Dengan meningkatnya produktivitas pertanian, otomatis pendapatan petani meningkat.

Penggunaan pupuk organik batu bara, lanjut Zaki, lebih murah dibandingkan dengan pupuk kimia anorganik atau pupuk kimia buatan. Pupuk yang telah diuji coba di 16 provinsi ini bisa meningkatkan rata-rata produksi per hektare sebesar 43%. Bila rata-rata produksi per hektare petani kita 5,2 ton, maka dengan pengunaan pupuk batu bara bisa mencapai 7,4 ton.

Pupuk batu bara ini telah mendapatkan perhatian dari pemerintah dengan kedatangan Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional di pabrik, Juli 2020 lalu. Selain itu, dikunjungi anggota DPR RI Komisi VIII Maman Imanul Haq.

Pupuk batu bara ini juga sudah mendapatkan hak paten dari United States Paten and Trademark Office (USPTO) untuk teknologi produksi pupuk berbahan dasar batu bara pada 16 Juni 2020 lalu.

Saat ini, pupuk batubara sudah diproduksi dan dipasarkan ke seluruh wilayah Indonesia, khususnya Jawa sebagai wilayah lumbung padi nasional. FKDB juga akan membuka pabrik-pabrik pupuk batu bara di setiap provinsi di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Papua.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dow Jatuh 200 Poin, Saham Teknologi Dorong Nasdaq

Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 turun 222,19 poin, atau 0,8%, menjadi 27.463,19.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Bursa Eropa Anjlok karena Kekhawatiran Covid-19

Pan-European Stoxx 600 ditutup 0,8%.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Menkop UKM Dorong Instansi Pemerintah Belanja Produk UMKM

Instansi pemerintah harus belanja produk UMKM.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Pertamina EP Asset 4 Raih 7 Nominasi Nusantara CSR Award 2020

Sebanyak 7 program CSR Pertamina EP Asset 4 berhasil meraih nominasi Nusantara CSR Award 2020.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Agung Laksono: UU Cipta Kerja Terobosan Hukum

UU Cipta Kerja merupakan terobosan hukum yang diperlukan.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Popularitas Brand di Ranah Digital, Kunci Memenangkan Persaingan

Popularitas merek atau brand di ranah digital menjadi kunci untuk memenangkan persaingan di masa adaptasi kebiasaan baru.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Artha Hanif Ditetapkan Jadi Ketua Umum ASITA

Ketua Umum ASITA 2020 - 2024 terpilih.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Hasto: Indonesia Mampu Wujudkan Negara Berdikari dengan Politik Industri

Dalam konteks kekinian, politik industri berdikari penting dengan penguasan iptek. Tanpa itu Indonesia tidak akan bisa melakukan sebuah loncatan besar.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

BNI Syariah Ajak Generasi Muda Tingkatkan Rasa Kepedulian

Tren berdonasi masyarakat Indonesia semakin meningkat selama pandemi Covid-19.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Luncurkan PermataNet, PermataBank Perkuat Ekosistem Digital

PermataNet diklaim sebagai standar baru pengalaman internet banking di Indonesia.

EKONOMI | 27 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS