INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Kemtan Targetkan Ekspor Pertanian Tiga Kali Lipat

Minggu, 27 September 2020 | 10:18 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan, untuk mendorong kinerja ekspor Indonesia, Kementerian Pertanian (Kemtan) memiliki program strategis Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks). Melalui program ini, diharapkan sektor pertanian bisa menjadi penopang kemajuan ekonomi.

"Dalam lima tahun ke depan, secara terukur kita harapkan peningkatan ekspor pertanian sebanyak tiga kali lipat itu bisa kita capai. Berdasarkan data kami, 544 kabupaten/kota sudah teridentifikasi memiliki potensi untuk ekspor,” kata Mentan Syahrul dalam keterangan resminya usai melepas ekspor produk pertanian di kawasan Bintan Industrial Estate (BIE), Lobam, Kepulauan Riau, Sabtu (26/9/2020).

Syahrul berharap kinerja ekspor komoditas pertanian bisa terus meningkat. Apalagi bisa ditopang sinergi lintas sektor dan lembaga. Diharapkan sektor pertanian pun bisa semakin menopang perekonomian nasional.

Pada periode bulan Januari sampai dengan Agustus 2020, Syahrul menyebutkan ekspor sektor pertanian Indonesia meningkat 8,82 persen, yakni mencapai Rp 258 triliun. Peningkatan nilai ekspor pertanian turut disumbang oleh sejumlah komoditas unggulan baru. "Porang, sarang burung walet, daun ketapang, sarang semut hitam, sarang semut putih, merupakan komoditas-komoditas ekspor baru pertanian yang bisa memberikan peningkatan ekspor pertanian," paparnya.

Mentan memaparkan, di dalam organisasinya juga terdapat Badan Karantina Pertanian sebagai instrumen strategis dalam ekspor produk pertanian bertanggung jawab dalam pemberian sertifikat karantina, sertifikat sanitary dan phytosanitary, produk-produk pertanian.

"Karantina pertanian kita sudah berbasis online dan kami selalu pastikan tidak boleh sampai ada masalah. Setiap jumat kita kontrol. Karantina kami juga berfungsi seperti konsultan. Jadi kalau ada yang kesulitan dan bermasalah dalam proses ekspor, bisa berkonsultasi dengan mereka," katanya.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyampaikan harapannya agar ekspor pertanian yang dilaksanakan di kawasan BIE dapat dijadikan rujukan untuk direplikasi di daerah lainnya. "Ini adalah ekspor yang luar biasa dan diharap dapat direplikasi di berbagai daerah karena kita adalah negeri rayuan pulau kelapa," ungkap Menko Arilangga.

Komoditas pertanian yang diekspor dan dikedepankan kali ini adalah produk olahan kelapa meliputi santan kelapa tujuan Jerman dengan volume 70 ribu kilogram senilai Rp 1,6 miliar dan bubuk kelapa tujuan India dengan volume 108.000 kilogram senilai Rp 1,2 miliar.

Airlangga menyebutkan produk olahan kelapa Indonesia saat ini menjadi salah satu komoditas unggulan. Apalagi salah satu produk olahannya bisa meningkatkan imunitas tubuh. “Tadi Pak Syahrul cerita kalau minyak VCO (virgin coconut oil) bisa meningkatkan imunitas tubuh manusia. Sehingga dalam kondisi pandemi sekarang, permintaannya juga meningkat,” terang Airlangga.

Selain produk olahan kelapa, komoditas lainnya yang diekspor adalah arang dengan Malaysia bervolume ekspor sebesar 7.000 kilogram senilai Rp 49 juta; karet dengan tujuan Tiongkok, UEA, Kanada, Jepang, Turki dan Amerika Serikat dengan volume sebesar 2 juta kilogram senilai Rp 35,27 miliar; dan babi potong hidup tujuan Singapura sebanyak 915 ekor dengan nilai ekonomi Rp 3,3 miliar.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mandiri Syariah Dukung Pembiayaan KPR Dua Proyek Diamondland

Kerja sama dengan Mandiri Syariah merupakan bentuk komitmen layanan Diamondland Development kepada konsumen.

EKONOMI | 27 September 2020

Dorong Ekonomi, Pemerintah Genjot Pengembangan KEK Galang Batang

KEK Galang Batang diproyeksikan menjadi kawasan dengan kegiatan utama industri pengolahan bauksit dan turunannya, dengan investasi Rp 36,25 triliun.

EKONOMI | 27 September 2020

Citi Nine Gandeng BP AKR Bangun SPBU di Kawasan Hunian di Gresik

Kemitraan Citi Nine dengan BP AKR bukan hanya di Gresik, tapi di beberapa lokasi hunian yang dikembangkan di Jatim.

EKONOMI | 27 September 2020

Mendes PDTT Resmikan Desa Wisata di Bojonegoro

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar meresmikan Wisata Edukasi Pejambon yang terletak di Desa Pejambon, Kecamatan Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegor.

EKONOMI | 26 September 2020

Kemperin Wujudkan Subsitusi Impor 35% Tahun 2022

Kemperin fokus mewujudkan program substitusi impor sebesar 35% pada tahun 2022.

EKONOMI | 26 September 2020

Jasa Marga Optimistis Menang Tender Transaksi Tol Non-Tunai Nir-Sentuh

PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur optimistis akan memenangi pelelangan (tender) Pengusahaan Sistem Transaksi Tol Non-tunai Nir-sentuh.

EKONOMI | 26 September 2020

Komisaris Baru PLN Dapat Dukungan Penuh

PLN memutuskan untuk mengangkat dan menetapkan Muhammad Yusuf Ateh dan Mohammad Rudy Salahuddin sebagai Komisaris PLN.

EKONOMI | 26 September 2020

Kepala BPKP Jadi Komisaris PLN

Mohammad Rudy Salahuddin yang merupakan deputi IV Kementerian Koordinator Perekonomian juga menjadi komisaris PLN.

EKONOMI | 26 September 2020

Semen Gresik Berhasil Tembus Pasar Tiongkok dan Malaysia

Semen Gresik menargetkan angka ekspor klinker ke Tiongkok mencapai 5 persen.

EKONOMI | 26 September 2020

Kemperin Pastikan Industri Terapkan Teknologi Pengolahan Limbah Efektif

Untuk mengendalikan dampak negatif limbah, pengelolaannya harus sesuai dengan karakteristik.

EKONOMI | 26 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS