Minus 9%, Resesi Hong Kong Empat Kuartal Berturut-turut
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Minus 9%, Resesi Hong Kong Empat Kuartal Berturut-turut

Kamis, 30 Juli 2020 | 13:51 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Hong Kong, Beritasatu.com - Hong Kong mengalami resesi karena perekonomiannnya terkontraksi minus untuk empat kuartal berturut-turut karena pandemi virus corona (Covid-19) dan ketegangan politik. Resesi itu merupakan yang pertama dalam satu dekade.

Dikutip Bloomberg Kamis (30/7/2020), pada kuartal kedua 2020, ekonomi Hong Kong mengalami kontraksi atau minus 9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy) menurut Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong. Angka itu lebih buruk dari perkiraan sebesar minus 8,3 persen sekaligus mengikuti kontraksi minus 9,1 persen yang direvisi pada kuartal pertama 2020.

Pemerintah dalam keterangannya menyebutkan lonjakan kasus Covid-19 baru-baru ini telah mengaburkan prospek jangka pendek kegiatan ekonomi domestik. "Meski demikian, setelah epidemi lokal terkendali dan lingkungan eksternal terus membaik, ekonomi Hong Kong diharapkan secara bertahap akan pulih di sisa tahun ini," kata pernyataan pemerintah

Hong Kong melaporkan 118 kasus Covid-19 pada Rabu (29/7/2020), sehingga total infeksi menjadi 3.002, kata pejabat Departemen Kesehatan Chuang Shuk-Kwan pada sebuah konferensi.

Situasi ekonomi secara keseluruhan agak stabil selama kuartal ini, terutama pada Mei dan Juni ketika virus sebagian besar terkendali, kata pemerintah. Pada basis penyesuaian kuarta ke kuartal, ekonomi mengalami kontraksi 0,1 persen dalam tiga bulan hingga Juni.

Perang dagang AS dan Tiongkok dan protes anti-pemerintah mendorong kota ke dalam resesi pada paruh kedua tahun 2019. Kemudian pandemi global tahun ini mengikis sektor pariwisata, menghancurkan industri ritel, makanan, minuman dan industri perhotelan.

"Sebagai pusat keuangan internasional yang bergantung pada arus penumpang dan barang, angka ini merangkum kontraksi tajam pariwisata," kata Kepala Ekonom Australia & Selandia Baru Banking Group Ltd, Raymond Yeung.

Kontraksi pada kuartal dua 2020 ini menandai empat kuartal berturut-turut ekonomi Hong Kong minus, menyamai periode setelah krisis keuangan global. Ekonomi Hong Kong mulai terlihat menurun sejak kuartal II-2019. Secara basis kuartalan (quartal to quartal /qtq), ekonomi negara itu minus 3,8 persen. Meski demikian, di basis tahunan (YoY), angkanya masih mengalami pertumbuhan 0,4 persen. Pada kuartal III-2019, pembacaan awal menunjukkan ekonomi kota itu kembali mencatatkan perlambatan. Di mana ekonomi minus -2,8 persen (YoY). Pada kuartal IV-2019, ekonomi Hong Kong terkontraksi minus 3,04 persen (YoY). Pada kuartal I-2020 ekonomi Hong Kong minus 9,1 persen. Perlambatan itu kembali terjadi di kuartal-II 2020 di mana ekonominya mencatatkan kontraksi minus 9 persen (YoY) .

Tingkat pengangguran kota telah melonjak ke level tertinggi 15 tahun, membuat ribuan orang kehilangan pekerjaan dan kaum miskin kota semakin rentan. Penjualan ritel kemungkinan mengalami penurunan dua digit lagi pada Juni, menurut perkiraan data yang akan dirilis Kamis. "Kami melihat banyak restoran kecil tutup dan pengangguran akan meningkat menjadi sekitar 8 persen," kata Kepala Ekonom ING Bank NV, Iris Pang.

Adapun saat ini tingkat pengangguran di 6,2 persen.

Masa depan Hong Kong sebagai pusat keuangan Asia dipertanyakan setelah Beijing memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional pada akhir Juni. Hal ini membat AS mencabut status khusus kota itu. Tekanan lebih lanjut pada perekonomian adalah upaya menahan gelombang infeksi virus, karena pemerintah memberlakukan pembatasan industri restoran dan membatasi pertemuan publik. "Diperlukan waktu lebih lama dari yang diperkirakan untuk memulihkan ekonomi," kata Sekretaris Keuangan Paul Chan dalam posting blog 26 Juli di situs webnya.



Sumber:Bloomberg


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Sentral Mitra Informatika Raup Laba Rp 4,3 Miliar

Perseroan juga berhasil membukukan pendapatan Rp 62,8 miliar per 30 Juni 2020.

EKONOMI | 30 Juli 2020

9 Industri Ini Bisa Peroleh Penjaminan Modal Kerja Hingga 80% dari Pemerintah

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan ada sembilan industri padat karya yang menjadi prioritas untuk memperoleh Penjaminan Kredit Modal Kerja hingga 80%.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Lelang Aset Properti, BTN Bidik Target Penjualan Rp 1 Triliun

Sebanyak 1.831 aset properti senilai Rp 6,06 triliun ditawarkan BTN kepada para investor untuk dibeli atau dikelola.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Triwulan II 2020, Kredit BTPN Tumbuh 5%

PT Bank BTPN Tbk (Bank BTPN) membukukukan pertumbuhan kredit mencapai Rp 150,5 tiliun pada triwulan II 2020, atau naik sebesar 5% dari periode sama pada 2019.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Menkop dan UKM Berharap Mahasiswa Bantu UMKM Terhubung ke Marketplace Online

Mahasiswa dan akademisi dapat turut serta membantu para pelaku UMKM untuk terhubung ke marketplace online.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Waskita Beton Kembangkan Tiang Listrik Beton di Plant Sadang

Melalui produk ini, perusahaan dapat menjawab kebutuhan di pasar infrastruktur.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Indef Peringatkan Belanja Kesehatan Harus Jadi Prioritas Pemerintah

Indef memperingatkan pemerintah untuk tetap memprioritaskan belanja kesehatan, jika ingin penanganan Covid-19 dan PEN dapat menghindarkan Indonesia dari resesi.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Kemkop dan UKM Dukung Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Sumber Daya Alam

Kemkop dan UKM merespons cepat inisatif pemerintah Kabupaten Subang yang ingin membangun ekosistem bisnis kerakyatan.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Buntut Kasus PT Jouska, Ini Tiga Regulasi yang Harus Diproses OJK

Otoritas Jasa Keuangan harus memperjelas regulasi untuk batasan kerja perencana keuangan agar tidak menyimpang seperti kasus PT Jouska Financial Indonesia.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Semester II 2020, Pemerintah Intensifkan Program PEN untuk Dunia Usaha

Pemerintah akan mengintensifkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk mendukung dunia usaha pada semester II 2020.

EKONOMI | 30 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS