Investasi Manufaktur Naik 24 Persen di Semester I
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Investasi Manufaktur Naik 24 Persen di Semester I

Selasa, 28 Juli 2020 | 14:16 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo, Novy Lumanauw / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah sektor industri masih merealisasikan investasinya di Tanah Air di tengah pandemi Covid-19. Sepanjang semester I tahun 2020, jumlah investasi sektor industri manufaktur naik ke Rp 129,6 triliun atau naik 23,9 persen dibanding periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 104,6 triliun.

“Pemerintah bertekad terus mewujudkan iklim berusaha kondusif melalui kebijakan strategis, yang bisa menjadi daya tarik bagi para investor asing maupun domestik supaya mereka semakin percaya diri menanamkan modalnya di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sektor industri memberikan kontribusi signfikan terhadap perolehan devisa pada periode Januari-Juni 2020, dengan menyumbang 32,2 persen dari total nilai investasi Rp 402,6 triliun.

Adapun lima sektor yang menanamkan modalnya paling besar selama enam bulan pertama tahun ini industri logam dasar, barang logam, bukan mesin senilai Rp 45,2 triliun, disusul industri makanan Rp 26,6 triliun, serta industri kimia dan farmasi Rp 19,5 triliun. Selanjutnya, industri mineral non-logam sebesar Rp 6,1 triliun, disusul industri kendaraan bermotor dan alat transportasi sekitar Rp 6 triliun.

Menperin menegaskan, pihaknya selama ini proaktif menggaet investor sektor industri yang potensial untuk menanamkan modalnya di Indonesia, termasuk bagi yang ingin merelokasi pabriknya. Sektor-sektor yang menjadi incaran, antara lain industri padat karya, substitusi impor, dan berteknologi tinggi. “Kami mendorong investasi ini untuk memproduksi barang-barang pengganti-impor serta meningkatkan penggunaan bahan baku yang diproduksi secara lokal dan barang setengah jadi,” tuturnya.

Menurut Agus, di tengah dampak pandemi Covid-19, ada pelajaran berharga yang didapat, misalnya mengetahui seberapa dalam struktur manufaktur di dalam negeri. “Hal ini terlihat karena kita masih butuh beberapa bahan baku atau barang modal dari negara lain, baik itu hasil sektor hulu maupun intermediate. Jadi, apabila negara asal tersebut sedang terguncang, kita juga ikut terpengaruh,” ujarnya.

Maka itu, penguatan rantai pasok yang terintegrasi menjadi penting guna meningkatkan daya saing industri manufaktur di Tanah Air. Dalam hal ini, peran investasi cukup besar dalam mengisi kekosongan sektor yang ada pada pohon industri nasional.

Kementerian Perindustrian mencatat, dari sisi jumlah kawasan industri, terjadi peningkatan sebesar 40 persen, sedangkan dari sisi luas meningkat sebesar 16.238,59 hektare. Hingga saat ini, di Indonesia terdapat sebanyak 112 kawasan industri dengan total luas lahan sebesar 52 ribu hektare. “Sebanyak 27 kawasan industi sedang kami pacu pengembangannya hingga tahun 2024, yang tersebar di berbagai wilayah seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara dan Papua,” imbuhnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Bursa Eropa Mixed karena Harapan Stimulus AS dan Kasus Covid-19

FTSE 100 Inggris naik 25 poin ke 6.130.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Presiden Putuskan Defisit RAPBN 2021 Melebar ke 5,2%

Defisit anggaran 5,2 persen dari PDB di 2021 tersebut lebih tinggi kesepakatan awal dan proyeksi antara pemerintah dan DPR 4,7 persen.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Kurs Rupiah Terapresiasi ke Rp 14.400-an

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Selasa (28/7/2020), terpantau menguat ke kisaran Rp 14.400.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Airlangga: Penanganan Covid-19 Jadi Program Multiyears Semua Kementerian

Penanganan pandemi Covid-19 akan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan dan menjadi program berkelanjutan (multi years) di semua kementerian.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Kampanyekan Hidup Lebih Sehat, AIA Gelar "Health & Wellness Online"

AIA Live dirancang untuk menggandeng semua kelompok umur untuk memperdalam pengetahuan tentang kesehatan dengan cara yang menyenangkan dan menarik.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Cegah Resesi, Konsumsi Harus Terus Digerakkan

Melihat perkembangan perekonomian saat ini, konsumsi perlu terus digerakkan setidaknya untuk meminimalisir dampak dari peluang resesi yang ada.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Jokowi Minta APBN 2021 Difokuskan untuk Pemulihan Ekonomi

APBN juga difokuskan untuk penguatan transformasi di berbagai sektor, terutama reformasi di bidang kesehatan, pangan, energi, pendidikan.

EKONOMI | 28 Juli 2020

OJK Dalami Sanksi Maksimal untuk PT Jouska

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih mendalami kemungkinan pemberian sanksi maksimal kepada PT Jouska Finansial Indonesia.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Sesi I, IHSG Terkoreksi 0,15% ke 5.108

ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,15 persen ke kisaran 5.108,9 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (28/7/2020).

EKONOMI | 28 Juli 2020

Merger Bank BUMN Syariah Bisa Saingi Dubai Islamic Bank

Merger bank syariah BUMN akan membuat Indonesia memiliki entitas bank syariah sebesar Dubai Islamic Bank di Uni Emirat Arab.

EKONOMI | 28 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS