Jokowi: Kendalikan Covid-19 dan Jaga Ekonomi Tidak mudah
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Jokowi: Kendalikan Covid-19 dan Jaga Ekonomi Tidak mudah

Kamis, 23 Juli 2020 | 12:03 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan mengendalikan virus corona atau Covid-19 dan menjaga pertumbuhan ekonomi bukan pekerjaan mudah.

“Kita tahu semuanya, keadaan sekarang adalah keadaan yang tidak mudah. Keadaan yang sangat sulit, bagaimana mengendalikan Covid-19 dan ekonomi ini supaya jalan beriringan, bukan hal yang mudah,” kata Jokowi dalam acara Penyaluran Dana Bergulir Untuk Koperasi Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Dia memprediksi perekonomian negara-negara besar di dunia akan minus akibat pandemi virus corona atau Covid-19. Dia kembali mengungkapkan percakapannya dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva tiga bulan lalu. Saat itu, Kristalina mengatakan kemungkinan tahun ini pertumbuhan ekonomi global akan minus 2,5 persen dari sebelumnya tumbuh 3 - 3,5 persen

Kemudian dua bulan yang lalu, Jokowi menghubungi Bank Dunia terkait pertumbuhan ekonomi global, dan hasilnya berbeda dengan IMF. Bahwa ekonomi dunia hanya akan terkontraksi minus 5 persen. Lalu dua pekan lalu, Jokowi menghubungi Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Dia mendapatkan prediksi yang berbeda dengan IMF dan Bank Dunia. OECD menyampaikan ekonomi dunia akan minus 6 persen sampai 7,6 persen.

“Gambaran apa yang ingin saya sampaikan? Bahwa setiap bulan selalu berubah-berubah, sangat dinamis. Posisinya tidak semakin mudah, tetapi semakin sulit. Minus 2,5 persen, ganti sebulan berikutnya minus 5 persen, satu bulan berikutnya minus 6 sampai 7,6 persen,” jelas Jokowi.

Diungkapkan Jokowi, OECD juga menyampaikan proyeksi ekonomi beberapa negara yang terkontraksi tajam. Di antaranya Prancis minus 17 persen, Jerman minus 11 persen, Amerika Serikat minus 9,7 persen, Jepang minus 8,3 persen, Malaysia minus 8 persen. “Bayangkan, isinya hanya minus, minus, minus, minus dan minus. Itu adalah dalam posisi minus yang gede-gede seperti itu,” ungkap Jokowi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Rehat Siang, IHSG Naik 43 Poin ke 5.153

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 70.173 miliar saham senilai Rp 5,258 triliun.

EKONOMI | 23 Juli 2020

Pemerintah Pulihkan Koperasi Lewat Tiga Fase Ini

Fase pertama adalah program survival.

EKONOMI | 23 Juli 2020

Inovasi Pertamina Trans Kontinental Diapresiasi di APQ Awards

Rencana restrukturisasi di lingkungan Pertamina menuntut semua pekerja untuk memberikan capaian dan prestasi terbaik.

EKONOMI | 23 Juli 2020

Antisipasi Krisis Pangan dan Resesi, Food Estate Perlu Didesain Ulang

Sebelum melaksanakan proyek "food estate" lagi, sebaiknya perlu ada pembelajaran yang baik dan jelek dari tiga proyek "food estate" sebelumnya.

EKONOMI | 23 Juli 2020

Emas Antam Turun Rp 5.000 Per Gram

Harga 250 gram Rp 229,515 juta.

EKONOMI | 23 Juli 2020

Rupiah Menguat di Awal Perdagangan Sejalan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.580 - Rp 14.605 per dolar AS.

EKONOMI | 23 Juli 2020

Ini Penyelesaian Kasus Jiwasraya dengan Studi Ekonomi Murakabi

Penerapan konsep Indonesia Raya Incorporated (IRI) bisa menjadi konsepsi penyelesaian kasus Jiwasraya.

EKONOMI | 23 Juli 2020

Aksi Beli Saham Warnai IHSG Pagi Ini

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan naik 24,3 poin (0,46 persen) menjadi 5.133.

EKONOMI | 23 Juli 2020

Negara Diminta Tidak Membebankan TKI dengan Biaya Tes Swab Covid-19

Jangan bebaskan TKI dan calon TKI dengan biaya tes swab Covid-19.

EKONOMI | 23 Juli 2020

Bank Bukopin Mendukung Penuh Proses Hukum yang Dilakukan oleh Kejati Jakarta

Bank Bukopin mendukung penuh penyidikan yang tengah dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jakarta terkait dugaan suap yang diterima salah satu oknum pengawas

EKONOMI | 23 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS