Imbas Covid-19, Investasi Properti Asia Pasifik Turun 32%
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Imbas Covid-19, Investasi Properti Asia Pasifik Turun 32%

Rabu, 22 Juli 2020 | 11:32 WIB
Oleh : Imam Muzakir / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Dampak pandemi Covid-19 terhadap pasar properti di Asia Pasifik terasa lebih kuat pada kuartal kedua 2020 dibanding kuartal sebelumnya. Akibatnya menurunnya volume investasi dan harga sewa di sebagian besar pasar komersial menurun. Menurut data terbaru JLL, volume investasi semester pertama 2020 turun 32 persen secara tahunan dengan pelemahan sebesar 39 persen di kuartal kedua 2020 dan penurunan 26 persen di kuartal pertama 2020.

Penurunan investasi properti terus berlanjut seiring pemberlakuan lockdown dan pembatasan perjalanan. Kondisi ini mempengaruhi sejumlah rencana investasi jangka pendek. Singapura (-68 persen) dan Hong Kong (-65 persen) mencatat penurunan investasi tahunan terbesar pada kuartal kedua.

Sementara penurunan investasi juga terjadi di Australia (-58 persen), Korea Selatan (-45 persen) dan Tiongkok (-15 persen) diimbangi dimulainya kembali aktivitas pada akhir kuartal kedua. Kegiatan investasi di Jepang (-20 persen) tetap berjalan dengan dukungan transaksi di sektor multi-keluarga dan likuiditas domestik yang kuat.

“Aktivitas transaksi yang menurun tajam pada kuartal kedua mencerminkan kurangnya minat pelaku usaha dan ketidakpastian akan pemulihan pasar. Likuiditas masih sangat tinggi, dan kami berharap aktivitas transaksi mulai pulih pada semester kedua dengan adanya pembukaan kembali aktivitas ekonomi lebih lanjut dan penyesuaian estimasi harga di pasar tertentu,” kata Chief Executive Officer (CEO), Capital Markets, Asia Pacific JLL, Stuart Crow, dalam siaran pers, Rabu (22/7/2020).

Sektor perkantoran Asia Pasifik melaporkan volume investasi tertinggi berkat minat kuat para investor institusional di pasar utama. Aset-aset defensif serta utama bagi kegiatan operasional seperti pusat logistik, pendidikan, dan pusat data mencuri perhatian investor, sehingga muncul aliran dana dan usaha patungan baru. Aktivitas transaksi ritel dan hotel tetap stagnan pada semester pertama tahun ini.

Dengan penurunan tingkat suku bunga pinjaman di sebagian besar pasar utama, data dari JLL menunjukkan bahwa prime yield dan bond yield berada di batas yang aman di sebagian besar sektor di Asia Pasifik. Hal ini menciptakan pasar yang menarik untuk investor luar yang ingin menempatkan dana sekitar US$ 40 miliar dalam bentuk cash di kawasan tersebut.

Di kawasan Asia Pasifik, sewa perkantoran umumnya tertekan pada semester pertama. Hanya negara tertentu yang mencatatkan kenaikan harga per kuartal dibanding tahun lalu.

Sewa perkantoran di distrik pusat Hong Kong mencatatkan penurunan paling dalam capai (-9,3 persen) karena meningkatnya kekosongan dan melemahnya permintaan. Beijing (-4,1 persen), Melbourne (-3,9 persen), Sydney (-3,5 persen) dan Singapura (-3,3 persen) juga melaporkan penurunan cukup dalam terkait harga sewa. Sebaliknya, perkantoran CBD di Osaka dan Seoul mengalami peningkatan melebihi target di kuartal kedua, dengan harga sewa naik 1-2 persen.

“Aktivitas sewa perkantoran relatif terhenti di kuartal kedua di pasar utama Asia Pasifik, seiring dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi yang mempengaruhi pengambilan keputusan serta karantina wilayah yang mengakibatkan kesulitan untuk inspeksi,” kata Head of Markets, Asia Pacific, JLL, Jeremy Sheldon.

Meski ada beberapa peluang di area-area tertentu, pasar tetap tidak bisa diprediksi dan semua pihak akan mengamati dengan seksama saat semester kedua dibuka. Sektor ritel merupakan sektor yang paling terdampak karena karantina wilayah, larangan perjalanan dan pembatasan sosial, memangkas permintaan di kuartal kedua.

Pasar sewa ritel Hong Kong (-13,3 persen) mencatatkan penurunan terdalam di antara pasar-pasar utama di Asia Pasifik. Biaya sewa juga menurun di sebagian besar Asia Tenggara, seperti Singapura (-8,5 persen) yang mencatatkan pengurangan harga yang paling signifikan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Makin Berkilau, Emas Antam Dekati Rp 1 juta Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 461,320 juta.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Bestprofit Futures Bantu Tujuh RS Tangani Covid-19

Sejak pandemi, tim pemasaran dan karyawan telah berkontribusi, mulai penyaluran bantuan 1.000 paket multivitamin dan masker.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Robertus Gunawan: GRC Menunjang Pengembangan Bisnis, Terutama Perbankan

Good Governance, Risk Management, and Compliance sangat menunjang dalam pengembangan bisnis, terlebih di bisnis perbankan.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Mensesneg: Komite Penanganan Covid-19 Integrasikan Kesehatan dan Ekonomi

Konsep tersebut mengintegrasikan upaya penanganan kesehatan dan perekonomian secara seimbang dan terintegrasi.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Awal Sesi, Rupiah Menguat Sejalan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.605 - Rp 14.635 per dolar AS.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Awali Perdagangan, IHSG di Teritori Positif

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan naik 16,3 poin (0,33 persen) menjadi 5.131.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Harga Minyak Melemah di Perdagangan Asia

Patokan internasional minyak berjangka Brent turun 0,95 persen menjadi US$ 43,89 per barel.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Asuransi Cakrawala Pasarkan Produknya Lewat Aplikasi Akulaku

PT Asuransi Cakrawala dan Akulaku berkolaborasi menghadirkan akses terhadap asuransi yang lebih mudah dijangkau melalui aplikasi.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Bursa Asia Melempem Saat Eropa Capai Kesepakatan Stimulus

Nikkei 225 Jepang melemah 0,25 persen.

EKONOMI | 22 Juli 2020

IHSG Akan Lanjutkan Penguatan, Ini Saham yang Bisa Dipilih

Secara teknikal IHSG perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 5.071 - 5.155.

EKONOMI | 22 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS