RUU Cipta Kerja Dinilai Munculkan Peluang Baru Bagi Pekerja
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

RUU Cipta Kerja Dinilai Munculkan Peluang Baru Bagi Pekerja

Jumat, 10 Juli 2020 | 17:51 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / Whisnu Bagus Prasetyo

Jakarta, Beritasatu.com - Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja di DPR dinilai mampu memunculkan peluang dan norma baru bagi pekerja dan pengusaha di Indonesia. Hal ini seharusnya bisa dimanfaatkan pada masa pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19.

"Dari sisi pekerja, saya melihat justru banyak peluang yang tercipta dari RUU Cipta Kerja. Banyak sekali stimulus untuk siapa pun yang ingin memulai wirausaha. Peluang ini penting bagi pekerja kalau memang ingin mencari solusi jika menilai keberlangsungan perusahaan di tengah pandemi," kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Pasundan, Eki Baihaki dalam diskusi virtual bertajuk 'RUU Cipta Kerja Kepastian Kerja dan Investasi' di Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Eki menilai pekerja seharusnya melihat peluang dan opsi lain di tengah ketidakpastian ekonomi. RUU Cipta Kerja yang memiliki fokus pemberdayaan, perlindungan UMKM, dan kemudahan berusaha, bisa menjadi solusi supaya pekerja bisa lepas dari ketergantungan terhadap perusahaan. "Kalau hanya menggantungkan diri pada perusahaan, ini contoh pekerja yang menurut saya tidak merdeka. RUU Cipta Kerja ini memberikan opportunity yang luas, jadi pekerja perlu melihat peluang yang muncul dan memanfaatkannya," kata Eki.

Pengamat administrasi publik Universitas Padjadjaran Muhammad Rizal menilai ekosistem ketenagakerjaan yang diatur dalam RUU Cipta Kerja menjamin fleksibilitas untuk investor lebih mudah masuk dan membuka lapangan kerja lebih masif. Hal ini krusial untuk dilakukan karena Indonesia saat ini menghadapi tantangan bonus demografi pekerja.

"RUU Cipta Kerja jika nantinya disahkan punya fleksibilitas untuk mempertahankan, memperbaiki, dan bahkan menghapus norma lama serta menciptakan norma baru yang lebih ramah investasi. Ini sangat penting untuk segera dilakukan di Indonesia," kata Muhammad Rizal.

Menurutnya, Indonesia saat ini sudah cukup tertinggal dari sejumlah negara tujuan investasi. Upaya menarik kembali investor ini akan semakin sulit di tengah pandemi Covid-19. "Kalau kita tidak mampu memberikan regulasi yang kompetitif dan menarik buat investor, sangat mungkin terjadi relokasi bisnis besar-besaran ke wilayah yang lebih kompetitif. Kalau masih di Indonesia ya mungkin masih oke, tapi kalau ke luar dari Indonesia kan tidak bagus juga," kata Rizal.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Imbas Covid-19, Bumi Serpong Damai Pangkas 50% Capex

Pangkas sebesar 50 persen dari rencana awal Rp 4-5 triliun.

EKONOMI | 10 Juli 2020

Kuartal I, BSDE Raih Marketing Sales Rp 1,8 Triliun

BSDE tengah mengkaji memangkas target pra penjualan dari Rp 7,2 triliun akibat dampak pandemi Covid-19. Sementara dana belajan modal diturunkan 50% dari target.

EKONOMI | 10 Juli 2020

Venteny Dorong Perusahaan Berakselerasi di Era Baru

Pelaku bisnis harus dapat segera beradaptasi dengan situasi dan kondisi bisnis saat ini.

EKONOMI | 10 Juli 2020

Pemulihan Ekonomi, Perlu Ada Terobosan Percepatan Realisasi PEN

Program dengan biaya Rp 589,65 triliun tersebut sejauh ini belum memberikan efek yang signifikan, sehingga perlu ada terobosan yang dilakukan pemerintah.

EKONOMI | 10 Juli 2020

JICT Raih Penghargaan Anugerah BUMN 2020

'JICT berhasil memperoleh penghargaan sebagai 'The Best III Emerging Enterprise 2020'.

EKONOMI | 10 Juli 2020

BRIS dan KRAS Pimpin Daftar Saham Teraktif

PT BRI Syariah Tbk (BRIS) dengan frekuensi 54.960 kali.

EKONOMI | 10 Juli 2020

Kapitalisasi BMRI dan ASII Anjlok Paling Dalam

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami penurunan terdalam sebesar Rp 75 (1,42 persen) mencapai Rp 5.175.

EKONOMI | 10 Juli 2020

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.435 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.399- Rp 14.465 per dolar AS.

EKONOMI | 10 Juli 2020

PTPP Raih 2 Penghargaan Anugerah BUMN 2020

PTPP memperoleh dua kategori penghargaan yaitu, 'Strategi Pertumbuhan Terbaik I' dan 'Aliansi Strategis Nasional dan Global Terbaik II'.

EKONOMI | 10 Juli 2020

IHSG Ditutup Melemah 21 Poin ke 5.031

Transaksi perdagangan senilai Rp 6,5 triliun.

EKONOMI | 10 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS