AI dan Otomatisasi Akan Warnai Industri Customer Service
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

AI dan Otomatisasi Akan Warnai Industri Customer Service

Selasa, 30 Juni 2020 | 05:52 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Semua aktivitas bisnis mengalami perubahan memasuki era setelah pandemi atau post-Covid-19. Bisnis akan mengadopsi Artificial Intelligence (AI) dan otomatisasi untuk menangani peningkatan permintaan. Termasuk, bagaimana layanan pelanggan memanfaatkan teknologi untuk mengubah cara perusahaan terlibat dengan konsumen dan membangun loyalitas.

Co-founder & President APAC Uniphore, Ravi Saraogi menjelaskan banyak perusahaan menyatakan bahwa saat ini 40 persen orang mungkin tidak akan kembali bekerja di kantor lagi. Jika semua pekerjaan dapat dilakukan dari jarak jauh (remote office), perusahaan tidak memerlukan banyak orang bekerja di kantor.

"Peluang inilah yang dilihat oleh Uniphore untuk bisnis ke depannya. Dengan meningkatnya jumlah panggilan hingga berkali lipat, hal ini membutuhkan otomatisasi dan AI," kata Ravi Saraogi dalam siaran persnya yang diterima Beritasatu.com, Selasa (29/6/2020).

Kondisi ini merupakan kejutan besar bagi perusahaan karena mereka dipaksa mengambil keputusan tersebut. Ada ketidakpastian, tetapi klien ingin AI dapat mengotomatisasikan bisnis mereka.

Ravi menambahkan, Uniphore terus berinovasi dan menambahkan fitur-fitur baru pada platform Conversational Service Automation, termasuk fitur untuk mendukung situasi pra-Covid-19 dan post-Covid-19. "Dengan otomatisasi memungkinkan perusahaan memantau setiap panggilan terlepas dimana agen pusat kontak berada, baik di rumah maupun di kantor. Fitur-fitur tersebut memastikan pemantauan panggilan 100 persen," tambahnya.

Agen manusia sangat penting untuk memberikan pengalaman pelanggan. Namun pada saat yang sama ada percakapan yang tidak memerlukan intervensi manusia. Ada berbagai jenis pelanggan dan masing-masing memiliki cara untuk berkomunikasi seperti melalui media suara, teks, atau sentuhan. Untuk itu perusahaan perlu berpikir ke depan.

Mengenai industri layanan pelanggan di Tanah Air, Ravi mengatakan Indonesia adalah pasar yang menarik dan memiliki perkembangan ekonomi pesat. Indonesia diharapkan akan menjadi salah satu dari 10 ekonomi terbesar di dunia pada 2030.

Pertumbuhan yang cepat akan menantang perusahaan besar membangun media komunikasi baru dengan pelanggannya. "Kita masih dalam situasi Covid-19, tetapi seperti perekonomian lain yang tumbuh cepat, bisnis di Indonesia akan bangkit kembali," kata Ravi.

Dia mengatakan Uniphore bisa membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia memanfaatkan produk otomasi yang dijalankan oleh AI sehingga dapat mengoptimalkan biaya sekaligus mempertahankan pengalaman pelanggan. "Industri seperti asuransi, telekomunikasi, perbankan, yang mulai kembali aktif, bisa memulai transformasi digital," kata dia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Harga Minyak Naik karena Membaiknya Data Ekonomi

Minyak mentah AS WTI naik US$ 1,21, atau 3,1 persen menjadi US$ 39,70 per barel.

EKONOMI | 30 Juni 2020

Dow Bertambah 500 Poin Didorong Boeing dan Apple

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 580,25 poin atau 2,3 persen ke 25.595,80.

EKONOMI | 30 Juni 2020

BKPM Pastikan Investasi Hyundai Tetap Berjalan

Menurut BKPM, Hyundai mampu melampaui target konstruksi di tengah pandemi Covid-19.

EKONOMI | 29 Juni 2020

PJB Sukses Uji Coba Co-Firing di Dua PLTU

Co-firing PLTU merupakan teknologi substitusi batu bara dengan bahan bakar energi terbarukan.

EKONOMI | 29 Juni 2020

Arief Muhammad Berbagi Kiat Sukses di Era Digital

Arief Muhammad pun berbagi kiat agar semakin banyak generasi muda yang bisa menggapai kesuksesan.

EKONOMI | 29 Juni 2020

BNI Syariah Mulai Pasarkan KPR Subsidi FLPP Sejahtera Syariah

BNI Syariah resmi ditunjuk sebagai bank penyalur KPR Syariah FLPP tahun 2020 oleh Kempupera.

EKONOMI | 29 Juni 2020

Sektor Perumahan Dorong Pemulihan Ekonomi

BTN merupakan satu-satunya bank yang memiliki skala ekonomi dalam memberikan pembiayaan sektor perumahan.

EKONOMI | 29 Juni 2020

Wall Street Dibuka Menguat, Pasar Masih Berharap Reopening Berlanjut

Dow Jones Industrial Average naik 0,8 persen pada bel pembukaan. Indeks S&P 500 naik 0,3 persen. Nasdaq turun 0,1 persen.

EKONOMI | 29 Juni 2020

BTN Optimistis Kredit Bisa Tumbuh 5%-6% di Tengah Pandemi

BTN memperkirakan kredit perumahan bisa mencapai Rp 18 miliar-Rp 20 miliar tahun ini, ditopang stimulus bantuan Subsidi Selisih Bunga (SSB).

EKONOMI | 29 Juni 2020

UMKM Akan Dihubungkan dengan Usaha Besar

UMKM yang sudah memiliki keterkaitan dengan usaha besar masih kurang dari 5 persen.

EKONOMI | 29 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS