Impor Turun Tajam, Neraca Perdagangan Mei Surplus US$ 2,09 Miliar
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Impor Turun Tajam, Neraca Perdagangan Mei Surplus US$ 2,09 Miliar

Senin, 15 Juni 2020 | 12:16 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Perekonomian di berbagai negara masih mengalami pelemahan sebagai dampak pandemi Covid-19. Angka inflasi di Indonesia dan beberapa negara lainnya juga menunjukkan perlambatan yang mengindikasikan permintaan sangat melemah. Sementara perkembangan harga berbagai komoditas umumnya mengarah kepada penurunan.

Untuk harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia naik 24,25 persen dari US$ 20,66 per barel pada April 2020 menjadi US$ 25,67 per barel pada Mei 2020. Tetapi bila dibandingkan dengan posisi Mei 2019, harga minyak mentah turun hingga 62,3 persen. Komoditas lainnya yang juga mengalami peningkatan harga antara lain perak, seng, tembaga, nikel, timah, cokelat, emas dan karet. Sedangkan yang mengalami penurunan harga yaitu batu bara, minyak sawit, dan minyak kernel.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pada Mei 2020, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$ 2,09 miliar atau US$ 2.091,7 juta. Surplus ini disebabkan oleh sektor nonmigas sebesar US$ 2.097,1 juta, walaupun sektor migas defisit sebesar US$ 5,4 juta.

Kepala BPS, Suhariyanto memaparkan, nilai ekspor Indonesia pada Mei 2020 mencapai US$ 10,53 miliar atau turun 13,40 persen dibanding ekspor April 2020. Demikian juga dibanding Mei 2019 yang turun 28,95 persen. Untuk ekspor nonmigas mencapai US$ 9,88 miliar, turun 14,81 persen dibanding April 2020. Demikian juga dibanding ekspor nonmigas Mei 2019, turun 27,81 persen.

Sementara nilai impor Indonesia Mei 2020 mencapai US$ 8,44 miliar atau turun 32,65 persen dibanding April 2020, demikian juga apabila dibandingkan Mei 2019 yang turun 42,20 persen. Untuk impor nonmigas mencapai US$ 7,78 miliar atau turun 33,36 persen dibanding April 2020. Apabila dibandingkan Mei 2019 juga turun 37,34 persen. Sementara impor migas mencapai US$ 0,66 miliar atau turun 23,04 persen dibanding April 2020, demikian juga apabila dibandingkan Mei 2019 turun 69,87 persen.

“Neraca perdagangan kita pada Mei 2020 mengalami surplus US$ 2,09 miliar. Namun terciptanya surplus ini kurang menggembirakan, karena ekspornya mengalami penurunan sebesar 28,95 persen, sedangkan impornya turun jauh lebih dalam mencapai 42,20%,” kata Suhariyanto dalam live streaming Data Ekspor-Impor Mei 2020, Senin (15/6/2020).

Suhariyanto memaparkan, penurunan terbesar ekspor nonmigas Mei 2020 terhadap April 2020 terjadi pada logam mulia, perhiasan/permata sebesar US$ 382,5 juta (40,90 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada besi dan baja sebesar US$ 130,6 juta (18,11 persen).

Ekspor nonmigas Mei 2020 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$ 2,21 miliar, disusul ekspor ke Amerika Serikat sebesar US$ 1,09 miliar dan ke Jepang sebesar US$ 0,83 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 41,82 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$ 0,89 miliar.

Untuk impor, penurunan impor nonmigas terbesar Mei 2020 dibanding April 2020 adalah golongan mesin dan peralatan mekanis sebesar US$ 560,0 juta (30,56 persen), sedangkan peningkatan terbesar adalah golongan kendaraan udara dan bagiannya sebesar US$ 22,8 juta (198,26 persen).

Sedangkan menurut penggunaan barang, impor konsumi turun 23,08 persen, impor bahan baku atau penolong turun 34,66 persen, dan impor barang modal turun 29,01 persen. “Penurunan impor bahan baku dan penolong serta impor barang modal ini perlu diwaspadai dan dicermati, karena ini akan berpengaruh besar kepada pada sektor industri, perdagangan, dan investasi,” kata Suhariyanto.

Secara keseluruhan, neraca perdagangan Indonesia pada Januari – Mei 2020 masih surplus sebesar US$ 4,31 miliar. Neraca perdagangan Indonesia juga surplus dengan Amerika Serikat, India, dan Belanda. Sementara neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit dengan Tiongkok, Thailand, dan Australia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Per April, Utang Luar Negeri Naik 2,9% Tembus Rp 5.602,8 Triliun

Utang tersebut terdiri dari sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar US$ 192,4 miliar dan utang sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar US$ 207,8 milia

EKONOMI | 15 Juni 2020

Rehat Hari, Mayoritas Bursa Asia Terkoreksi

Shanghai SE composite di Tiongkok melemah 0,2 poin (0,01 persen) mencapai 2.919.

EKONOMI | 15 Juni 2020

Rehat Siang, IHSG Turun Tipis ke 4.877

Sebanyak 203 saham naik, 205 saham melemah dan 133 saham stagnan.

EKONOMI | 15 Juni 2020

Kemkop dan UKM Kerja Sama Lazada Beri Pelatihan Pelaku UMKM

Kemkop dan UKM kerja sama dengan banyak pihak lakukan pelatihan pelaku UMKM.

EKONOMI | 15 Juni 2020

Jokowi: Jangan Main-main dengan Akuntabilitas Anggaran

Uang negara harus diselamatkan dan kepercayaan rakyat harus terus dijaga dengan baik.

EKONOMI | 15 Juni 2020

Emas Antam Naik ke Rp 902.000 Per Gram

Untuk pecahan 25 gram Rp 21,162 juta.

EKONOMI | 15 Juni 2020

Rupiah Menguat saat Mata Uang Asia Terkoreksi

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.052 - Rp 14.059 per dolar AS.

EKONOMI | 15 Juni 2020

Awali Perdagangan, IHSG di Zona Hijau

Indeks LQ45 menguat menjadi 758,4.

EKONOMI | 15 Juni 2020

NFC Asah Pengetahuan Trader Pemula Mengenal Forex

NFC merupakan wadah dan komunitas yang tepat dan lingkungan yang positif dan saling suportif bagi teman-teman trader atau investor forex.

EKONOMI | 15 Juni 2020

Pagi Ini, Harga Minyak di Perdagangan Asia Turun

Patokan minyak mentah berjangka internasional Brent turun 1,83 persen menjadi US$ 38,02 per barel.

EKONOMI | 15 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS