Secara Kuartalan, Harga Minyak Terburuk Sepanjang Sejarah
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Secara Kuartalan, Harga Minyak Terburuk Sepanjang Sejarah

Rabu, 1 April 2020 | 05:47 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

New York, Beritasatu.com - Patokan harga minyak mentah mengakhiri kuartal pertama 2020 dengan fluktuatif dan membawa pelemahan terbesar dalam sejarah, karena minyak mentah AS (WTI) dan Brent tertekan sepanjang Maret 2020 karena melemahnya ekonomi global menyusul pandemi virus corona. Hal ini diperburuk perang harga antara Rusia dan Arab Saudi.

Kedua patokan minyak dunia ambles dua pertiga dari nilainya di kuartal pertama 2020. Sementara sepanjang Maret 2020 hilang 55 persen, atau menjadi kontribusi terbesar kerugian di kuartal tersebut.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) patokan AS naik 2 persen pada perdagangan Selasa (4/1/2020) atau 39 sen mencapai US$ 20,48 per barel. Patokan minyak AS ini jatuh 54 persen selama bulan Maret dan 66 persen untuk kuartal pertama, penurunan terburuk sejak 1983.

Adapun minyak mentah berjangka Brent pada perdagangan Selasan melemah ke US$ 22,74 per barel. Patokan internasional ini turun 66 persen di kuartal pertama dan 55 persen di bulan Maret, persentase kuartalan dan bulanan terburuk sepanjang sejarah.

Permintaan bahan bakar global telah menurun akibat pembatasan perjalanan menyusul pandemi corona. Permintaan merosot sebesar menjadi 30 persen pada bulan April. Lemahnya konsumsi akibat aktivitas ekonomi yang dibatasi untuk beberapa bulan ke depan.

Minyak mulai mengeliat setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat berbicara tentang menstabilkan pasar energi. Sebelumnya pasar minyak dunia ambles selama lebih tiga minggu setelah Arab Saudi dan Rusia tidak mencapai kesepakatan membatasi pasokan untuk memerangi pandemi virus corona yang sedang berkembang.

Itu membawa harga turun tajam di awal bulan, tetapi pasar turun lebih banyak lagi ketika pandemi memburuk. Lebih 800.000 orang telah terinfeksi dan lebih dari 39.000 telah meninggal. "Covid-19 telah menyandera pasar minyak," kata Direktur strategi energi RBC Capital Markets, Michael Tran, di New York.

Sejauh ini belum jelas apakah upaya Trump dan Putin akan membuahkan hasil. Arab Saudi dan anggota lain Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) tidak mencapai kesepakatan pada Selasa untuk bertemu pada bulan April.

Arab Saudi, pemimpin OPEC secara de facto, dan Rusia, yang telah bersekutu dengan OPEC untuk menekan produksi selama lebih tiga tahun mulai akhir 2016, masih berselisih. Rencananya Saudi akan meningkatkan ekspor minyak menjadi 10,6 juta barel per hari (bph) mulai Mei karena konsumsi domestik melemah.



Sumber:Reuters


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dow Melemah, Corona Picu Penurunan Kuartalan Terburuk dalam 3 Dekade

S&P 500 dan Dow Jones mengakhiri kuartal pertama turun lebih 20 persen dibandingkan akhir 2019.

EKONOMI | 1 April 2020

Garudafood Gandeng Baznas Salurkan Bantuan Logistik ke RS Darurat Wisma Atlet

Baznas salurkan bantuan untuk petugas kesehatan di Wisna Atlet.

EKONOMI | 31 Maret 2020

Hari Terakhir Kuartal Kelabu, Wall Street Dibuka Melemah

Kuartal terburuk Wall Street akan segera berakhir. Pada kuartal-I tahun ini Dow anjlok 21,8 persen, terburuk sejak 1987.

EKONOMI | 31 Maret 2020

Stimulus Virus Corona, Tagihan 24 Juta Pelanggan Listrik Digratiskan

Stimulus virus corona, pemerintah menggratiskan selama tiga bulan pembayaran listrik untuk pelanggan 450 VA mulai April.

EKONOMI | 31 Maret 2020

Jokowi: Terdampak Virus Corona, Defisit APBN Diperkirakan 5,07%

Defisit APBN tahun 2020 akan mencapai 5,07 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) akibat dampak virus corona.

EKONOMI | 31 Maret 2020

Ini 6 Paket Stimulus Virus Corona untuk Warga Lapisan Bawah

pemerintah telah menyiapkan enam paket bantuan bagi masyarakat lapisan bawah yang terkena dampak kebijakan pengendalian pandemi virus corona di Indonesia.

EKONOMI | 31 Maret 2020

Bank Indonesia: Capital Outflow Mulai Mereda, Inflow Mulai Masuk

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyampaikan, outflow aliran modal asing dalam sepekan terakhir ini mulai mereda, bahkan inflow sudah masuk.

EKONOMI | 31 Maret 2020

Pemerintah Kucurkan Stimulus Rp 405,1 T Tangani Virus Corona

Pemerintah akan mengucurkan dana sebesar Rp 405,1 triliun pada APBN Tahun 2020 dalam rangka penanganan penyebaran virus corona (Covid-19) di Tanah Air.

EKONOMI | 31 Maret 2020

Jiwasraya Akan Jual Citos untuk Bayar Utang

Pemerintah mulai membayar klaim awal kepada 15.000 nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) senilai Rp 470 miliar pada awal pekan ini.

EKONOMI | 31 Maret 2020

Industri Tiongkok Mulai Pulih, Bursa Asia Mixed

Bursa Asia bergerak mixed pada penutupan perdagangan hari ini Selasa (31/3/2020). Aktivitas manufaktur di Tiongkok menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

EKONOMI | 31 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS