Minyak Ambles 6% ke Level Terendah 18 Tahun Karena Turunnya Permintaan
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Minyak Ambles 6% ke Level Terendah 18 Tahun Karena Turunnya Permintaan

Selasa, 31 Maret 2020 | 05:55 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / Whisnu Bagus Prasetyo

New York, Beritasatu.com - Harga minyak AS turun ke level terendah 18 tahun pada perdagangan Senin (30/3/2020) karena permintaan terus melemah di tengah Arab Saudi dan negara-negara OPEC+ bersiap meningkatkan produksi.

Di tengah upaya sejumlah negara melakukan lockdown akibat pandemi virus corona, permintaan minyak telah jatuh. Orang-orang tidak bepergian dan bisnis telah melambat. Hal ini mengurangi kebutuhan bahan bakar dan bensin.

Minyak mentah West Texas Intermediate di AS turun 6,6 persen atau US$ 1,42, menjadi US$ 20,09, level terendah sejak Februari 2002 seteah sempat merosot lebih dari 9 persen hingga US$ 19,27. Patukan internasional, minyak mentah Brent turun 8,7 persen menjadi US$ 22,76 per barel, atau terendah sejak 2002.

Melemahnya permintaan saat pemotongan produksi OPEC + berakhir. Mulai 1 April OPEC yang beranggotakan 14 negara dan mitranya dapat meningkatkan produksi minyak sebanyak yang mereka inginkan. Arab Saudi adalah salah satu negara yang akan meningkatkan produksinya.

"Dengan efek Covid-19 yang terus membebani permintaan global, kemungkinan kapasitas penyimpanan minyak mentah global akan meningkat pada kuartal II-2020, ini menciptakan mimpi buruk dan kemungkinan bahwa minyak mentah dapat menguji ambang US$ 10 per barel," kata analis Raymond James John Freeman dalam catatan untuk klien Senin (31/3/2020).

Bank of America kembali menurunkan perkiraan harga minyak pada Senin. "Secara triwulanan, kami memperkirakan akan melihat penurunan konsumsi minyak global paling tajam," kata analis Bank of America yang dipimpin Francisco Blanch.

Penurunan tajam harga minyak telah menyebabkan perusahaan energi memangkas rencana belanja modal. Perusahaan eksplorasi dan produksi yang berbasis di AS adalah salah satu yang paling terpukul. Ketika perusahaan ini berjuang mencapai titik impas dengan harga minyak yang tertekan, beberapa analis mengatakan gelombang konsolidasi dan kebangkrutan ada di depan mata.

Ketika permintaan melemah, OPEC awal bulan ini mengusulkan pemotongan tambahan 1,5 juta barel per hari. Tetapi sekutu OPEC Rusia menolak pemotongan itu, sehingga memulai perang harga. Arab akan meningkatkan produksi minyak menjadi 12,3 juta barel per hari pada April. Pada bulan Februari, negara ini menghasilkan sekitar 9,7 juta barel per hari.

Di tengah penurunan harga yang sedang berlangsung, AS telah mencoba melakukan intervensi. Pada Senin Presiden Trump berbicara dengan pemimpin Rusia Vladimir Putin. Keduanya sepakat mengadakan pembicaraan di tingkat menteri, menurut laporan dari Reuters.

Senator Ted Cruz mengatakan kepada CNBC pada Senin bahwa ia dan delapan senator lainnya bertemu dengan duta besar Saudi membahas perang harga yang sedang berlangsung. Para senator memperingatkan akan mengambil tindakan terhadap Arab Saudi jika perang ekonomi berlanjut.

Pekan lalu Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi bahwa Sekretaris Mike Pompeo telah berbicara dengan Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Harga Emas Tergerus Akibat Penguatan Dolar

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni jatuh US$ 10,9 atau 0,66 persen, menjadi US$ 1.643,2 per ounce.

EKONOMI | 31 Maret 2020

Wall Street Rebound Didorong Saham Teknologi, Dow Naik 3%

Dow Jones Industrial Average naik 690,70 poin, atau 3,2 persen 22.327,48.

EKONOMI | 31 Maret 2020

Kota Modern Kembangkan Kavling Siap Bangun

Harga properti di Kota Modern dinilai masih reasonable dan marketable untuk dibeli.

EKONOMI | 30 Maret 2020

Social Distancing Diperpanjang, Wall Street Dibuka Menguat

Wall Street dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Senin (30/3/2020). Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,34 persen, S&P 500 naik 1 persen.

EKONOMI | 30 Maret 2020

Progres Pembangunan Fasilitas Observasi Penyakit Menular di Pulau Galang Sudah 92%

Pembangunan RS Khusus di Pulau Galang segera rampung.

EKONOMI | 30 Maret 2020

K-LINK Indonesia Siap Bantu Pemerintah Atasi Wabah Covid-19

Terkait Covid-19, K-Link Indonesia siap bantu pemerintah.

EKONOMI | 30 Maret 2020

Dalam 2 Minggu, Pergerakan Penumpang di Bandara Soetta Turun 34,51%

Pada 16-29 Maret 2020, terjadi tren penurunan pergerakan penumpang pesawat di Soekarno-Hatta (Bandara Soetta) dan Halim Perdanakusuma.

EKONOMI | 30 Maret 2020

Maybank Tebar Dividen Rp 368,5 Miliar

PT Bank Maybank Indonesia Tbk sepakati adanya pembagian dividen tunai sebesar Rp 4,83 per saham.

EKONOMI | 30 Maret 2020

Di Tengah Wabah Virus Corona, Proyek-proyek BUMN Tetap Berjalan

Melalui MoU ini, Bahlil berharap realisasi investasi dan juga penciptaan lapangan kerja bisa semakin meningkat, di tengah ancaman krisis virus corona.

EKONOMI | 30 Maret 2020

La Nyalla Apresiasi Respon Cepat OJK Tangani Dampak Corona

OJK membuka hotline pengaduan publik terkait pelaksanaan restrukturisasi kredit akibat dampak virus corona.

EKONOMI | 30 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS