Jokowi Minta Industri yang Nikmati Penurunan Harga Gas Diverifikasi
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Jokowi Minta Industri yang Nikmati Penurunan Harga Gas Diverifikasi

Rabu, 18 Maret 2020 | 11:29 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / Whisnu Bagus Prasetyo

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menggelar rapat terbatas (ratas) melalui teleconference dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/3/2020). Ratas kali ini membahas topik penyesuaian harga gas untuk industri.

"Rapat terbatas pagi hari ini, kita akan bicarakan mengenai penyesuaian harga gas untuk industri dan BBM nonsubsidi," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, pembahasan harga gas industri sudah dibicarakan pada 6 Januari 2020. Saat itu ia telah memberikan tiga opsi, yakni mengurangi atau bahkan menghilangkan jatah pemerintah, pemberlakuan domestic market obligation (DMO) dan bebas impor gas untuk industri.

Pada ratas hari ini, Jokowi minta diberikan kalkulasi terkait penyesuaian harga gas untuk industri. Tak lupa dia mengingatkan, agar industri yang diberikan insentif penurunan harga gas betul-betul diverifikasi dan dievaluasi. "Sehingga pemberian insentif penurunan gas memberikan dampak signifikan bagi ekonomi kita. Memberikan nilai tambah bagi perekonomian kita," ujar Jokowi.

Ditegaskannya, industri yang diberikan insentif harus mampu meningkatkan kapasitas produksi dan investasi. Tidak hanya itu, industri yang diberi insentif harus mampu meningkatkan efisiensi proses produksi, sehingga lebih kompetitif. Selain itu, bisa meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

"Itu saya minta evaluasi dan monitoring secara berkala terhadap industri yang diberikan insentif. Harus ada disinsentif. Harus ada punishment sehingga industri memiliki performance sesuai yang kita inginkan," terang Jokowi.

Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa insentif berupa penurunan harga gas bagi industri bisa dijalankan jika pemerintah mengurangi subsidi BBM dan listrik. Ia mengatakan insentif harga gas rendah juga merupakan bentuk subsidi kepada industri. Itu akan sangat memengaruhi keberlangsungan APBN ke depan. "Skenario ini hanya bisa jalan bila ada kompensasi. Harus ada penurunan subsidi di sektor BBM. Untuk listrik berarti juga akan ada pengurangan subsidi. Ini semua perlu dilakukan subsequencing yang sangat hati-hati," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (18/3).

Kondisi APBN saat ini, lanjut Menkeu, sudah sangat ketat sehingga harus ada keadilan dalam pemberian subsidi yang berimplikasi terhadap anggaran negara. Ia juga menekankan bahwa tidak semua industri nantinya bisa mendapatkan akses harga gas murah. "Insentif hanya bisa diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang selama ini bergerak dengan baik. Setelah diberikan pun pengawasan akan terus dilakukan kepada seluruh perusahaan penerima manfaat," tuturnya.

Merespon permintaan Presiden, Menteri Menteri Energi dan Sumber Daya Minera (ESDM) Arfin Tasrif langsung menetapkan keputusan bahwa harga gas industri sesuai amanat Perpress 40 tahun 2019 akan mulai berlaku pada 1 April 2020.

"Rencana penurunan harga gas menjadi US$6 (per mmbtu) mengikuti Perpres Nomor 40 tahun 2016. Untuk bisa menyesuaikan harga US$ 6 per mmbtu tersebut, maka harga gas di hulu harus bisa diturunkan antara US$ 4-4,5 per mmbtu, dan biaya transportasi dan distribusi bisa diturunkan antara US$ 1,5-2 per mmbtu," ungkap Arfin Tasrif pasca-rapat terbatas tersebut.

Penurunan harga gas juga diterapkan untuk sektor kelistrikan. Ini untuk menyediakan listrik yang terjangkau bagi masyrakat dan mendukung pertumbuhan industri. Penurunan harga gas untuk industri, termasuk pupuk dan PLN tidak menambah beban keuangan negara.

Menurut Arfin akan terdapat pengurangan penerimaan pemerintah di hulu migas. Namun, terdapat tambahan pendapatan pemerintah dari pajak dan dan deviden, penghematan subsidi listrik, Pupuk dan kompensasi PLN, serta terdapat penghematan karena konversi pembangkit listrik dari diesel ke gas.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Inilah Ferdie Darmawan, Pelaku Industri Keuangan Milenial

Di usianya yang masih muda, Ferdie Darmawan, selaku Chairman komunitas asuransi PO1 Network, telah menjadi pelaku industri keuangan.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Gelar Operasi Pasar di Lima Wilayah DKI, Bulog Jamin Stabilitas Pangan

Dengan stok beras yang cukup besar 1,5 juta ton, Perum Bulog mampu mengatasi kebutuhan akibat pandemi virus corona.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Soal Lockdown, Kadin Ikuti Pemerintah

Kadin mengikuti arahan dan anjuran pemerintah andai menerapkan lockdown. Hal terpenting adalah menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Aki NEO Asal Indonesia Tembus 6 Besar Pasar Malaysia

PT Nipress Energi Otomotif (NEO) akan terus memperbaiki kinerja pemasaran dengan meningkatkan pelayanan dan memperluas jaringan retail.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Bandara Gorontalo Siap Layani Penerbangan Haji

Untuk menjadi embarkasi haji, Bandara Jalaluddin harus ditingkatnya statusnya menjadi bandara internasional.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Emas Antam Meroket Rp 25.000 Per Gram

Harga emas Antam per 50 gram Rp 38,8 juta.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Awal Perdagangan, IHSG Rontok 3%

Pukul 09.05 WIB, indeks harga saham gabungan tergerus 142,3 poin (3,2 persen) menjadi 5.312.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Melemah di Awal Sesi, Rupiah Tembus di Rp 15.200-an

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 15.085 - Rp 15.169 per dolar AS.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Minyak Jatuh di Bawah US$ 30 Karena Kekhawatiran Permintaan

Brent untuk pengiriman Mei turun US$ 1,32 atau 4,39 persen, menjadi US$ 28,73 per barel.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Bursa Asia Menguat Didorong Dow Karena Stimulus

Perkembangan seputar wabah global virus corona cenderung terus mendominasi sentimen investor pada Rabu.

EKONOMI | 18 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS