Harga Gas Industri Harus Jamin Investasi di Hulu dan Hilir
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Harga Gas Industri Harus Jamin Investasi di Hulu dan Hilir

Senin, 2 Maret 2020 | 16:07 WIB
Oleh : Lona Olavia / Whisnu Bagus Prasetyo

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi VI DPR Lamhot Sinaga meminta pemerintah dan pelaku industri mencari solusi bersama terkait polemik harga gas industri sektor tertentu.

"Kebijakan itu harus menjaga pengelolaan korporasi baik BUMN, swasta, industri dan rencana pengembangan infrastruktur dapat berjalan baik," kata Lamhot Sinaga dalam keterangannya, Senin (2/3/2020).

Kebijakan ini kata dia, jangan sampai mematikan pengembangan energi gas bumi dan mengurangi daya tarik investasi, baik di sektor hulu maupun hilir migas. Hal ini penting mengingat pembangunan infrastruktur hilir gas bumi dan eksplorasi lapangan baru migas memiliki posisi strategis untuk mewujudkan kemandirian energi nasional.

"Tidak akan sehat jika tujuh sektor industri yang mendapat harga gas US$ 6 per MMBTU tumbuh, tapi badan usaha pengelola migas menjadi terkendala sustainability usahanya, sehingga energi hanya dinikmati segelintir pihak karena infrastruktur tidak terbangun optimal dan merata menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Termasuk dengan investasi hulu yang terganggu karena harga migas tidak masuk keekonomian bisnis. Itu malah berbahaya," ujar Lamhot Sinaga.

Lebih lanjut Lamhot menjelaskan, ketergantungan Indonesia dari energi impor harus disikapi dengan kebijakan strategis. Dengan cadangan gas bumi yang jauh lebih besar dari minyak bumi, sudah seharusnya Indonesia memprioritaskan pembangunan infrastruktur gas. Apalagi sampai hari ini di industri hilir gas, jaringan infrastruktur gas belum tersambung secara merata di banyak wilayah di Indonesia.

"Jangan sampai kebijakan pemerintah justru merugikan dan mematikan BUMN. Harga gas US$ 6 per MMBTU sebaiknya lebih diutamakan ke industri atau BUMN yang menggunakan gas sebagai bahan baku seperti industri pupuk dan BUMN yang sedang tak sehat seperti Krakatau Steel," jelasnya.

Kholid Syeirazi dari Center For Energy Policy mengatakan, tidak adil jika pelaku industri yang tidak menjadikan gas bumi sebagai bahan baku di atas 50 persen, mendapatkan subsidi harga gas oleh pemerintah, seperti tiga industri yang telah menikmati harga gas sesuai Perpres 40 tahun 2016. Karena sektor industri yang menerima subsidi tidak menjamin dapat memberikan kontribusi lebih besar ke perekonomian Indonesia.

"Jangan membeda-bedakan industri dengan pemberian subsidi harga gas. Kebijakan ini justru akan merusak daya saing industri kita," imbuhnya.

Pemerintah kata dia, sudah benar dengan membatasi harga US$ 6 untuk titik serah di hulu. Jika harga itu dipaksakan untuk titik konsumen, sektor hilir migas akan hancur dan akhirnya pengembangan infrastruktur gas akan mandeg.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Menkeu: Corona Pengaruhi Konsumsi dan Produksi

Menkeu menyatakan, pemerintah terus berkoordinasi untuk meredam terjadinya gejolak di sektor keuangan.

EKONOMI | 2 Maret 2020

Danareksa akan Jadi Penjamin Emisi 3 Perusahaan IPO

Calon emiten IPO yang ditangani Danareksa bergerak di bidang sektor properti dan sumber daya alam.

EKONOMI | 2 Maret 2020

Cegah Kejatuhan IHSG, BEI Hentikan Sementara Transaksi Short Selling

BEI tidak menerbitkan daftar efek yang dapat ditransaksikan secara short selling sampai dengan batas waktu yang akan ditetapkan kemudian.

EKONOMI | 2 Maret 2020

Pascadiakuisisi BRI, Danareksa Incar Tambahan 50.000 Nasabah Ritel

Danareksa akan menggandeng Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menambah galeri investasi di daerah-daerah.

EKONOMI | 2 Maret 2020

Gandeng Mitra Tiga Bank, Repower Asia Genjot Penjualan

Pada 2019, Repower mampu mendongkrak penjualan 275 persen menjadi Rp 21,6 miliar dibandingkan 2018 Rp 7,8 miliar.

EKONOMI | 2 Maret 2020

Januari, Jumlah Kunjungan Wisman ke RI Naik Jadi 1,27 Juta

BPS mencatat kunjungan wisatawan mancanegara Januari 2020 dibandingkan Desember 2019 mengalami penurunan.

EKONOMI | 2 Maret 2020

Askrindo Sasar Event Musik

Askrindo kini masuk ke "event" musik untuk mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi.

EKONOMI | 2 Maret 2020

Jokowi Sebut 4 Kandidat Pimpin Badan Otorita Ibu Kota Negara, Ini Dia!

Jokowi dalam waktu dekat akan menandatangani Peraturan Presiden (Perpres), yang di dalamnya menyebutkan CEO Badan Otorita IKN.

EKONOMI | 2 Maret 2020

BPS: Bawang Putih Pemicu Inflasi Februari

BPS sebut komoditas lainnya yang juga mengalami kenaikan harga pada Februari 2020 antara lain beras, daging ayam ras, hingga jeruk.

EKONOMI | 2 Maret 2020

Sesi Siang, IHSG Susut 55 Poin

Mayoritas pergerakan sektor saham melemah dengan penurunan terdalam saham sektor keuangan sebesar 2,05 persen.

EKONOMI | 2 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS