Agar IPO Sukses, Start Up Perlu Inovasi Bisnis
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Agar IPO Sukses, Start Up Perlu Inovasi Bisnis

Selasa, 10 Desember 2019 | 11:40 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan rintisan (start up) berskala kecil lebih banyak mendapat tantangan dibandingkan start up besar untuk mendapatkan kepercayaan investor dan mengantongi dana segar melalui initial public offering (IPO). Sejumlah analis menilai, tantangan yang dihadapi perusahaan start up cukup pelik. Namun hal itu bisa menjadi peluang bagi yang memiliki model bisnis menjanjikan sesuai kebutuhan pasar atau model bisnis kekinian untuk milenial.

Direktur perusahaan manajer investasi, PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, saat ini otoritas bursa membuka pintu pada berbagai perusahaan, termasuk start up, untuk mendapatkan dana segar melalui IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun perusahaan harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan otoritas bursa. Untuk memenuhi persyaratan tersebut kata dia, membutuhkan biaya.

”Biasanya jika go public maka laporan keuangan harus diaudit, menunjuk notaris, lalu konsultan hukum, dan menyiapkan dokumen tentang prosedur pendaftaran hingga underwriter. Ini tentu jadi masalah bagi perusahaan tertentu, karena biayanya lumayan tinggi untuk melakukan go public,” kata Hans Kwee dalam keterangannya Selasa (10/12/2019).

Hans Kwee mencontohkan bagi perusahaan start up kecil dengan nilai Rp 10 miliar dan start up besar bernilai Rp 300 miliar, kerjanya samam namun pendanaan yang didapatkan bisa berbeda. “Ini adalah challenge. Kita harus memahami banyaknya aturan yang ada akan menghalangi start up kecil untuk go public,” kata Hans Kwee.

Meski demikian, Hans melihat perusahaan start up kecil ke depannya dapat sukses dilihat dari bisnis yang dijalankannya. Contohnya saja start up bidang properti co-living seperti PT Hoppor International (Kamar Keluarga) yang trennya mengalami perkembangan pesat. Kaum milenial lebih senang berwisata atau menggali pengalaman sehingga membutuhkan tempat tinggal sementara. Begitu juga saat mereka memilih rumah kecil dan efisien hanya untuk sekedar kebutuhan tempat tinggal keluarga kecilnya.

“Inovasi perusahaan start up ini bagus artinya harus kita cerna dan lihat sustainability-nya dan juga demand-nya. Masih sangat rasional kalau perusahaan start up sektor ini listing dan melantai di bursa karena demand dan tren hunian menuju ke arah sana,” terang Hans Kwee.

Masuknya PT Hoppor International dalam daftar 17 perusahaan yang akan menggelar IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan warna baru bagi para investor. CEO Kamar Keluarga Charles Kwok menerangkan saat ini pihaknya memiliki lima pilar bisnis yang menjangkau kebutuhan investor. Pertama yaitu pilar bisnis KK Operator, yang fokus pada bisnis penyewaan tempat tinggal bagi kaum pekerja milenial. Kedua pilar bisnis KK Development, yang menyasar kaum milenial yang ingin memiliki hunian sendiri dengan harga terjangkau.

“Tiga pilar bisnis lain yang dapat memenuhi kebutuhan pasar yang ingin berinvestasi dengan menjadi mitra yakni KK BOT (build operate transfer), KK Aset, dan KK Vertikal yang dapat membantu para mitra untuk mencari, membangun dan mengelola properti yang dapat menghasilkan keuntungan yang cukup besar,” kata Charles.

Senior Advisor CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan perusahaan yang hendak IPO tidak perlu khawatir. Selama perusahaan tersebut merespons kebutuhan pasar, maka potensi untuk menjadi besar sangat terbuka. “Perusahaan start up co-living harus melihat potensi target pasar yang dibidik dan seberapa lama tren ini bisa bertahan. Antisipasinya dengan punya banyak model bisnis yang menyasar milenial awal, dan eksekutif muda, sehingga lebih variatif dan stabil,” jelas Reza Priyambada.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Awali Perdagangan, Bursa Asia di Zona Negatif

Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 2,7 poin (0,01 persen) ke level 23.428.

EKONOMI | 10 Desember 2019

Harga Minyak Turun Dipicu Perang Dagang

Harga minyak mentah berjangka Brent pengiriman Februari turun 14 sen atau 0,25 persen menjadi US$ 64,25 per barel.

EKONOMI | 10 Desember 2019

Emas Antam Turun ke Rp 743.000 Per Gram

100 gram: Rp 69,4 juta.

EKONOMI | 10 Desember 2019

Harga Emas Turun Tipis Turun Tertahan Pelemahan Dolar

Kontrak harga emas paling aktif pengiriman Februari turun US$ 0,2 atau 0,01 persen menjadi US$ 1.464,9 per ounce.

EKONOMI | 10 Desember 2019

Dibuka Melemah, IHSG Perlahan Menguat di Awal Sesi

Pukul 09.30 WIB, IHSG naik 4 poin (0,07 persen) menjadi 6.198.

EKONOMI | 10 Desember 2019

Pasar Wait and See, Wall Street Ambles Terseret Saham Apple

Dow jatuh 100 poin, atau pelemahan beruntun tiga hari karena terseret saham Apple dan saham layanan kesehatan.

EKONOMI | 10 Desember 2019

IHSG Diprediksi Menguat, Ini Daftar Rekomendasi Saham

Pelaku pasar tetap optimistis potensi window dressing di pengujung tahun ini.

EKONOMI | 10 Desember 2019

Duta Besar Perancis Kunjungi Pabrik Aqua Ciherang

Duta Besar dan rombongan disambut dan mendapat penjelasan langsung dari pimpinan Danone Aqua tentang dampak sosial yang diberikan perusahaan kepada masyarakat.

EKONOMI | 10 Desember 2019

Midea Garap Segmen Laundry Komersial

Midea memperkenalkan produk mesin cuci front loading berkapasitas besar, MFD180.

EKONOMI | 9 Desember 2019

Kasus Penyelundupan Harley, Kemhub Denda Garuda Rp 100 Juta

Sanksi tersebut terkait dengan ketidaksesuaian antara dokumen penerbangan yang dimiliki pada penerbangan pesawat GA 9721.

EKONOMI | 9 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS