INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Ahli Perminyakan Nilai Bagi Hasil Migas Harus Menarik

Senin, 9 Desember 2019 | 10:57 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) menilai, tantangan terbesar industri minyak dan gas (migas) nasional adalah menahan laju decline (penurunan) produksi seminiminal mungkin. IATMI mendorong terobosan revolusioner untuk mencari solusi, termasuk mengkaji kembali skema bagi hasil apakah sesuai dengan dinamika industri migas global atau tidak.

Sekretaris Jenderal IATMI Hadi Ismoyo mengatakan guna memajukan industri migas nasional, seluruh stakeholder perlu melihat fakta global bahwa skema bagi hasil harus menarik dan mempunyai fleksibilitas tinggi, sehingga memancing pemain besar dunia masuk Indonesia. “Masih banyak cekungan besar di Indonesia Tengah dan Timur, sehingga masih ada harapan giant discovery," ujar Hadi Ismoyo dalam keterangan yang diterima redaksi Senin (9/12/2019).

Menurut Hadi, spirit Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi harus kembali digaungkan. Spirit UU tersebut menyebutkan bahwa bahwa dalam hal kerja sama dengan kontraktor migas, skema bisnisnya adalah bagi hasil, bisa ke cost recovery atau gross split. Seyogyanya tidak ada jawaban tunggal, dengan demikian kontraktor migas mempunyai pilihan sesuai karakter masing-masing. “Hal yang paling penting, masif melakukan eksplorasi. Ini yang akan menjadi pilar pertumbuhan industri migas di masa yang akan datang untuk menahan laju penurunan produksi nasional,” kata Hadi Ismoyo.

Direktorat Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini sedang mengkaji fleksibilitas kontrak migas. Kontrak bagi hasil (production sharing contract/PSC) cost recovery bisa saja kembali diterapkan bagi wilayah kerja baru dan terminasi. Hal ini bertujuan memberikan keleluasaan kepada pelaku usaha dalam menghitung keekonomian proyek. Menteri ESDM Arifin Tasrif, sebelumnya mengatakan Kementerian ESDM melakukan dialog dengan para investor di bidang migas. “Kami tanyakan, mana yang prefer, ada dua (gross split dan cost recovery),” kata Arifin.

Deputi Bidang Kajian dan Opini IATMI Benny Lubiantara, mengatakan jika Indonesia ingin lebih investor friendly, sebaiknya jangan mendikte investor. “Kita siapkan saja opsi-opsi skema model kontraknya," kata Benny Lubiantara.

Para ahli kontrak migas global, kata Benny, sepakat bahwa tidak ada satu opsi skema model yang baik untuk semua, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. “One size fits all model does not exist,” kata mantan Analis Kebijakan Fiskal Migas di markas OPEC di Wina, Austria.

Menurut Benny, model kontrak migas yang baik itu adalah yang saling menguntungkan, memberikan tingkat keekonomian bagi investor dan pendapatan negara. “Dengan dibukanya dua opsi, bisa dibandingkan mana yang lebih cenderung memenuhi kriteria tersebut," kata Benny Lubiantara.

Skema kontrak gross split sudah dimulai sejak 2017, sehingga bisa dibandingkan dengan skema PSC cost recovery. Dengan data yang ada bisa diketahui, apakah betul biaya kontraktor di wilayah kerja yang sekarang menggunakan gross split lebih efisien, atau malah justru sebaliknya. “Ada indikator rasio-rasio yang lazim digunakan. Kalau sudah menggunakan data aktual, mestinya tidak perlu panjang lebar berdebat teori lagi," kata Benny Lubiantara.

Meksiko merupakan negara yang berhasil mengadopsi konsep menawarkan opsi skema kontrak migas bagi investor, mulai lisensi, PSC, profit sharing dan service contract. Menurut laporan Woodmac tahun 2019, Meksiko termasuk yang paling sukses dalam lelang wilayah kerja.

Ketua Umum IATMI John H Simamora, menambahkan, kebijakan Menteri ESDM untuk memberikan opsi skema kontrak lain kepada investor patut diapresiasi. “IATMI akan membantu pemerintah untuk melakukan sosialisasi kepada para ahli teknik perminyakan dan investor, sehingga investasi di sektor migas semakin bergairah,” tegas John H Simamora.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Baran For Property Dukung Kawasan Smart & Green City

Baran Energy siap bekerja sama dengan pengembang untuk mengembangkan kawasan perumahan di Ibu kota baru.

EKONOMI | 9 Desember 2019

Harga Emas Antam Rp 744.000 Per Gram

Di butik emas lainnya di Jakarta seperti Gedung Antam, Menara Ravindo dan Mall Ambasador harga emas mencapai Rp 751.000 per gram.

EKONOMI | 9 Desember 2019

Awali Sesi Bursa Jepang dan Korea Naik, Hang Seng Turun

Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 43,45 poin (0,16 persen) menjadi 26.454.

EKONOMI | 9 Desember 2019

Dibuka, IHSG Meluncur ke Zona Positif

Pukul 09.10 WIB, IHSG naik 18 poin (0,3 persen) menjadi 6.205.

EKONOMI | 9 Desember 2019

IHSG Diprediksi Menguat, Ini Saham yang Layak Dibeli

Kisaran level support IHSG hari ini berada di 6.159/6.131/6.117. Sedangkan level resistance pada 6.201/6.215/6.243.

EKONOMI | 9 Desember 2019

Awal Sesi, Rupiah Menguat di Tengah Tekanan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.005 - Rp 14.005 per dolar AS.

EKONOMI | 9 Desember 2019

PTPN XII Tingkatkan Kontribusi Wisata Agro

PTPN XII menggelar sejumlah inovasi untuk menarik minat wisatawan.

EKONOMI | 8 Desember 2019

Hadapi Industri 4.0, Bukopin Perkuat Layanan Berbasis Digital

Seluruh pengembangan produk di Bukopin selalu melibatkan generasi milenial untuk memberikan masukan.

EKONOMI | 8 Desember 2019

Kempupera Siapkan Tender Hunian Tetap Korban Bencana Sulteng

Sejumlah lokasi telah disiapkan Kempupera untuk pembangunan hunian tetap (Huntap).

EKONOMI | 8 Desember 2019

Tutup 2019, Ekspor Japfa Tembus Rp 500 Miliar

Japfa membukukan ekspor lebih dari Rp 500 miliar sepanjang tahun 2019 ini, tumbuh 53 persen dibandingkan tahun lalu.

EKONOMI | 8 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS