Pemerintah akan Hibahkan Kapal Pencuri Ikan ke Nelayan

Pemerintah akan Hibahkan Kapal Pencuri Ikan ke Nelayan

Selasa, 19 November 2019 | 13:53 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo mengatakan bahwa pemerintah berencana menghibahkan kapal-kapal pencuri ikan yang telantar dan berkekuatan hukum tetap atau sudah inkracht kepada nelayan.

Rencana itu diungkapkan Menteri Edhy Prabowo usai rapat koordinasi yang digelar Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, yang juga dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Jaksa Agung ST Burhanuddin.

"Kami harapkan (kapal) ini ada gunanya, ada manfaatnya. Nanti beliau memutuskan kapal-kapal yang sudah inkracht, arahnya mau gimana, akan diserahkan ke mana, misalnya untuk dihibahkan ke nelayan," kata Edhy Prabowo di Kantor Kemko Kemaritiman dan Investasi di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Edhy menyebutkan saat ini ada 72 kapal yang sudah dinyatakan berkekuatan hukum tetap oleh pengadilan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 kapal dalam kondisi baik, enam kapal harus dimusnahkan, dan sisanya dalam kondisi kurang baik.

Pemerintah masih mempertimbangkan penerima kapal hibah tersebut mulai dari nelayan, koperasi, pemerintah daerah, hingga kampus untuk kebutuhan pelatihan akademisi. Setelah dihibahkan, pemerintah menjamin akan memantau hibah kapal tersebut secara berkala untuk memastikan kapal tidak dijual kembali kepada pemilik asal. "Begitu kami serahkan, kami harus cek sebulan, dua bulan ke depan. Kapalnya menghasilkan tidak? Jangan-jangan mangkrak lagi atau malah dijual," kata Edhy Prabowo.

Selain kapal yang sudah inkracht, pemerintah juga membahas solusi untuk kapal-kapal eks perusahaan asing yang mangkrak di pelabuhan. "Masih banyak kapal eks asing, itu harus ada jalan keluarnya supaya tidak memenuhi tempat. Ada juga kapal yang dipesan pengusaha dari luar negeri, tetapi begitu masuk ke sini, aturannya sudah berubah sehingga tidak bisa melaut," kata Edhy.

Ia menambahkan kebijakan penenggelaman kapal tidak akan dihentikan begitu saja. Namun kapal-kapal yang masih dalam kondisi bagus, akan lebih baik dimanfaatkan oleh nelayan.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Aksi Jual Saham Warnai Mayoritas Bursa Asia Siang Ini

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 93,1 (0,4 persen) mencapai 23.323 poin.

EKONOMI | 19 November 2019

Siang Ini, Rupiah Melemah Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.079-Rp 14.092 per dolar AS.

EKONOMI | 19 November 2019

Kemperin Tangkap Komitmen Investasi Jepang Rp 40 Triliun

Pelaku industri besar di Jepang akan bawa uangnya ke Indonesia.

EKONOMI | 19 November 2019

Sesi I IHSG Turun Tipis ke 6.122

Sebanyak 136 saham naik, 227 saham melemah dan 168 saham stagnan.

EKONOMI | 19 November 2019

Mayoritas Bursa Asia Cenderung Menguat di Awal Perdagangan

Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 32,7 poin (0,14 persen) ke level 23.384.

EKONOMI | 19 November 2019

Harga Emas Antam Rp 749.000 Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 349,3 juta.

EKONOMI | 19 November 2019

Harga Minyak Terhempas Akibat Perang Dagang

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup pada US$ 62,44 per barel, turun 86 sen, atau 1,4 persen.

EKONOMI | 19 November 2019

Awal Sesi, Rupiah Turun Sejalan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.079 - Rp 14.092 per dolar AS.

EKONOMI | 19 November 2019

Dibuka Menguat, IHSG Perlahan Turun di Awal Sesi

Pukul 09.20 WIB, IHSG turun 1 poin (0,02 persen) menjadi 6.121.

EKONOMI | 19 November 2019

Wall Street Naik Tipis Menyusul Negosiasi Perdagangan AS-Tiongkok

Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 31,3 poin (0,11 persen) mencapai 28.036.

EKONOMI | 19 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS