Moodys Peringatkan Risiko Gagal Bayar Korporasi RI, Ini Kata Sri Mulyani
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Moodys Peringatkan Risiko Gagal Bayar Korporasi RI, Ini Kata Sri Mulyani

Selasa, 1 Oktober 2019 | 14:55 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengimbau kepada perusahaan di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan agar mencegah risiko gagal bayar menyusul perlambatan ekonomi global. Krisis global memaksa perusahaan untuk mengubah asumsi kinerja supaya tetap untung.

“Mereka harus meningkatkan kehati-hatian apakah kegiatan korporasi akan memunculkan stream revenue yang diharapkan seperti semula,” kataMulyani Indrawati saat ditemui di Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Menurutnya, eksposur perusahaan terhadap pembiayaan yang dilakukan sebelumnya yaitu seperti utang juga akan berdampak pada biaya yang dikeluarkan serta pembayaran kewajiban.

Selain itu, ia mengatakan Kementerian Keuangan akan terus melakukan monitoring kepada BUMN dalam upaya mencegah terjadinya gagal bayar. Pihaknya juga melihat risiko instrumen fiskal yang digunakan untuk mendukung berbagai program BUMN dalam rangka menjalankan pembangunan dan pemajuan Indonesia. “Kami juga terus melakukan observasi dan komunikasi dengan Kementerian BUMN terkait hal ini,” ujar Mulyani Indrawati.

Langkah tersebut menanggapi laporan lembaga pemeringkat utang internasional Moody’s Investors Service yang menyatakan bahwa sejumlah perusahaan di Indonesia dan Asia Pasifik berisiko gagal bayar ke perbankan. Tercatat dua negara di Asia Pasifik yaitu Indonesia dan India memiliki risiko gagal bayar tertinggi. Berikutnya Singapura, Malaysia, dan Tiongkok.

Sri Mulyani menuturkan penilaian Moodys tersebut dapat menjadi peringatan dini sebagai bahan pertimbangan bagi pengambil keputusan di perusahaan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi ekonomi.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mulai Rp 300.000

Proyek tersebut dapat berjalan pada 2021.

EKONOMI | 1 Oktober 2019

PTPP dan PGN Kerja Sama Bangun 500.000 Jargas

Pembangunan 500.000 jargas rumah tangga ini akan dilakukan dalam dua fase.

EKONOMI | 1 Oktober 2019

Bisnis Hotel di Nusa Penida Potensial

Kini, di tiga pulau kawasan Nusa Penida hanya terdapat 197 penginapan. Dari jumlah tersebut hanya tersedia empat ruang pertemuan dan 94 restoran.

EKONOMI | 1 Oktober 2019

Rujuk! Garuda dan Sriwijaya Sepakat Lanjutkan Kerja Sama

Berlanjutnya kerja sama ini diharapkan dapat menjaga level keselamatan dan kelaikudaraan pada operasional seluruh armada Sriwijaya Air.

EKONOMI | 1 Oktober 2019

Harga Beras Kualitas Medium September Naik 0,84%

Harga rata-rata beras premium di penggilingan sebesar Rp 9.594 per kg, atau naik sebesar 0,67 persen.

EKONOMI | 1 Oktober 2019

Daya Beli Petani September Naik 0,63%

Pada September 2019, NTP Provinsi Jambi mengalami kenaikan tertinggi (2,27 persen).

EKONOMI | 1 Oktober 2019

September, Indeks Harga Grosir Nonmigas Turun 0,36%

Komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain cabai merah, cabai rawit, ayam ras, tomat.

EKONOMI | 1 Oktober 2019

Sesi I IHSG Melemah 13 Poin ke 6.155

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 97.678 miliar saham senilai Rp 3,333 triliun.

EKONOMI | 1 Oktober 2019

APPUI dan Dukcapil Teken Kerja Sama APUPPT

APPUI meneken kerja sama dengan Ditjen Dukcapil terkait transfer dana, anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan teroris.

EKONOMI | 1 Oktober 2019

Agustus, Kunjungan Wisman ke Indonesia Naik Jadi 1,56 Juta

Secara kumulatif (Januariā€“Agustus 2019), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia 10,87 juta kunjungan atau naik 2,67 persen.

EKONOMI | 1 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS