Negosiasi Dana Pemulihan Covid-19 750 Miliar Euro Uni Eropa Alot
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Negosiasi Dana Pemulihan Covid-19 750 Miliar Euro Uni Eropa Alot

Selasa, 21 Juli 2020 | 07:31 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Brussel, Beritasatu.com - Para pemimpin Eropa melakukan pertemun untuk hari keempat berturut-turut pada Senin (20/7/2020) untuk melanjutkan negosiasi dana pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19 sebesar 750 miliar euro (US$ 858 miliar).

Komisi Eropa menyarankan pada bulan Mei agar memanfaatkan pasar untuk mengurangi guncangan ekonomi dari pendemi corona. Namun sejumlah negara Eropa belum sepakat soal pembagian dana antara hibah dan pinjaman, bagaimana menghubungkan dengan nilai-nilai demokrasi Uni Eropa (UE), dan bagaimana mengawasi uang diinvestasikan.

"Segalanya masih bisa berantakan," kata Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte pada Senin pagi, yang terlihat dalam pembicaraan merujuk kemajuan.

Namun rekannya dari Austria mengatakan di Twitter bahwa dirinya bahagia dengan hasil pertemuan pada Minggu (19/7/2020).

Presiden Dewan Eropa Charles Michel, yang memimpin negosiasi di antara 27 kepala negara, akan membuat proposal baru tentang dana pemulihan dan anggaran Uni Eropa pada Senin sore. Jika yang terakhir diterima dengan baik oleh 27 negara, maka akan disetujui segera. Di sisi lain, jika proposal itu meningkatkan ketegangan, maka negosiasi akan berlanjut di kemudian hari.

Hambatan terbesar adalah distribusi 750 miliar euro dalam hal hibah dan pinjaman. Proposal asli, yang diajukan Jerman dan Prancis pada Mei, menyarankan 500 miliar euro dalam bentuk hibah. Namun "Frugal Four" (Belanda, Austria, Swedia dan Denmark) bersama Finlandia meminta jumlah yang jauh lebih rendah dari 350 miliar euro.

"400 (miliar euro dalam bentuk hibah) sekarang menjadi batas untuk banyak negara, karena jika tidak, maka akan melemahkan poros Jerman-Prancis," kata seorang pejabat, yang mewakili negara Eropa selatan dan tidak ingin disebutkan namanya kepada CNBC, Minggu.

Satu-satunya proposal baru resmi yang diajukan pada akhir pekan sudah termasuk pengurangan tingkat hibah menjadi 450 miliar euro.

"Presiden Prancis dan Kanselir Jerman membela tingkat hibah ambisius," kata seorang pejabat Uni Eropa, yang tidak ingin disebutkan namanya kepada CNBC Senin pagi.

Pejabat yang sama menambahkan bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan kepada negara-negara yang dianggap "hemat" bahwa mereka membahayakan proyek Eropa. Respons Eropa yang terbagi atas krisis corona dapat memicu reaksi pasar negatif.

Sementara untuk membayar sebagian utang tambahan, negara-negara Eropa telah diminta untuk mempertimbangkan pajak baru pada perusahaan digital, serta limbah plastik dan karbon.

Menjelang dimulainya KTT Jumat (24/7/2020) Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengatakan dirinya akan mengusulkan pajak digital dengan memperkenalkan pada akhir 2021.

Namun satu-satunya proposal resmi yang beredar di Brussel selama akhir pekan menyatakan Komisi Eropa akan mengajukan proposal pada semester pertama 2021 tentang mekanisme pembatasan karbon dan retribusi digital dengan maksud untuk pengenalan paling lambat 1 Januari 2023.

Sementara dana pemulihan diharapkan akan diimplementasikan mulai Januari 2021. Sebagai hasilnya, Komisi Eropa sedang mempertimbangkan cara untuk mengembangkan mekanisme pembiayaan talangan melalui anggaran UE saat ini untuk memberikan stimulus fiskal tambahan kepada negara-negara UE sebelum tanggal tersebut.

UE memiliki anggaran 1,8 triliun euro, termasuk dana stimulus.



Sumber:CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Selain AstraZeneca, Kandidat Vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech Menjanjikan

Uji coba menunjukkan bahwa relawan yang diberi dua dosis vaksin menghasilkan antibodi penawar virus, mirip dengan uji coba AS.

DUNIA | 21 Juli 2020

Stimulus Covid-19 Uni Eropa Menemui Jalan Buntu

Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengatakan kepada 27 pemimpin UE bahwa sekarang saatnya mereka bersatu melawan krisis yang menyebabkan 600.000 orang tewas.

DUNIA | 20 Juli 2020

Pilpres Belum Dimulai, Trump Siap-siap Tolak Hasilnya

Trump menolak mengatakan akan menerima hasil Pilpres 2020. Dia menuduh pemungutan suara lewat surat sebagai "bentuk kecurangan".

DUNIA | 20 Juli 2020

Kasus Covid-19 Pecahkan Rekor, Pembatasan di Hong Kong Diperketat

Pada hari Sabtu, tercatat lebih dari 100 kasus baru, terbanyak sejak pandemi ini mulai mewabah akhir Januari.

DUNIA | 20 Juli 2020

Kasus Covid-19 di Florida Tembus 10.000 Lima Hari Berturut-turut

Kasus Covid-19 di Florida menembus angka 10.000 kasus baru per hari selama lima hari berturut-turut. Sabtu (18/7/2020), tercatat 12.523 kasus baru.

DUNIA | 20 Juli 2020

Twitter Nonaktifkan Cuitan Trump terkait Keluhan Hak Cipta

Twitter mulai menantang unggahan-unggahan Trump pada Mei dan berulang kali berbenturan.

DUNIA | 19 Juli 2020

Taiwan Merajai Produksi Sepeda

Komponen sepeda yang diproduksi oleh perusahaan Taiwan juga menempati posisi penting dalam rantai produksi sepeda global.

DUNIA | 19 Juli 2020

Lubarto, Orang Rusia Asal Banyumas

Mereka menolak disebut komunis dan kebanyakan mengaku sebagai Sukarnois. Akibat dari itu mereka kehilangan kewarganegaraan.

DUNIA | 19 Juli 2020

Dua Hari Berturut-turut Kasus Covid-19 di AS Tembus 70.000

Menurut data Johns Hopkins University, terdapat 71.558 kasus baru pada Sabtu kemarin (18/7/2020).

DUNIA | 19 Juli 2020

Jumlah Kematian Akibat Covid-19 Tembus 600.000 Jiwa

Pandemi virus corona (Covid-19) hingga Sabtu (18/7/2020) telah memakan korban jiwa sebanyak 600.304 orang.

DUNIA | 18 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS