PM Inggris Harap Sebelum Natal Kehidupan Sudah Normal
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

PM Inggris Harap Sebelum Natal Kehidupan Sudah Normal

Sabtu, 18 Juli 2020 | 06:54 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

London, Beritasatu.com - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berharap Inggris dapat kembali menjalani hidup normal sebelum Natal di tengah pelonggaran bertahap pembatasan sosial. Namun Johnson memperingatkan negaranya masih perlu mempersiapkan untuk skenario terburuk gelombang kedua virus corona (Covid-19).

Korban tewas di Inggris akibat Covid-19 lebih 45.000 atau tertinggi di Eropa. Namun Inggris mulai melonggarkan langkah-langkah penguncian karena jumlah kasus dan tingkat infeksi menurun.

Johnson yang menetapkan jadwal terbaru pelonggaran pada Jumat (17/7/2020) mengatakan bahwa para karyawan lebih berhati-hati bekerja di luar rumah, dan pertemuan lebih besar akan dievaluasi. Menurut dia, aturan jarak sosial kemungkinan ditiadakan pada saat Natal.

"Ini adalah harapan saya yang kuat dan tulus bahwa kita akan meninjau pembatasan yang luar biasa dan memungkinkan pengembalian lebih signifikan ke tahapana normal pada November paling cepat, mungkin saat Natal," katanya.

Namun dia menekankan bahwa rencana itu bergantung pada upaya menjaga tingkat infeksi agar tetap rendah. Selain itu, menetapkan dana perawatan kesehatan tambahan dan kekuatan baru bagi pemerintah daerah untuk mengunci hotspot Covid-19. "Kami memastikan siap menghadapi musim dingin dan merencanakan yang terburuk. Meskipun kami merencanakan yang terburuk, saya sangat yakin kami harus berharap yang terbaik," katanya dalam konferensi pers.

Pemerintah Inggris mendapat kritikan atas upayanya merespons pandemi, termasuk lambat melakukan penutupan dan gagal meningkatkan kapasitas pengujian dengan cepat.

Pemimpin oposisi Keir Starmer mengatakan rencana Johnson perlu didukung para ahli untuk memenangkan kepercayaan publik. "Ini tidak bisa dilakukan hanya pada doa. Itu membutuhkan rencana yang kredibel dan kepemimpinan nasional," kata Starmer.

Kepala penasihat ilmiah Inggris Patrick Vallance yang menyuarakan nada pesimistis, mewaspadai potensi gelombang kedua Covid-19. Vallance mengatakan kepada komite ilmu pengetahuan dan teknologi majelis tinggi parlemen Inggris bahwa jika virus terus beredar, maka langkah-langkah menjaga jarak sosial tetap diperlukan.

Pemerintah Inggris menetapkan bantuan tunai 3 miliar pound (US$ 3,8 miliar) pada sistem kesehatan dan mengizinkan penggunaan rumah sakit swasta dan rumah sakit lapangan sementara untuk meringankan meningkatnya beban musim dingin.

Pendanaan hanya berlaku untuk layanan kesehatan Inggris, dengan kenaikan yang setara untuk Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara yang akan ditetapkan kemudian.

Pemerintah juga akan meningkatkan kapasitas pengujian, meningkatkan persediaan alat pelindung dan meningkatkan program vaksinasi flu tahunan.



Sumber:Channels News Asia, Reuters


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Inflasi 785% di Tengah-tengah Covid-19, Zimbabwe di Ambang Gejolak

Tanpa mata uang yang stabil dan berharga, Zimbabwe tidak bisa mengimpor. Rakyatnya menghadapi kelangkaan makanan dan peralatan medis di tengah-tengah Covid-19.

DUNIA | 17 Juli 2020

PM Inggris Akan Izinkan Penonton Kembali ke Stadion pada Oktober

Sebelum itu akan dilakukan serangkaian uji coba beberapa pertandingan dengan kehadiran penonton yang akan dimulai akhir bulan ini.

DUNIA | 17 Juli 2020

Tiongkok Panggil Dubes AS Terkait Otonomi Hong Kong

Pemerintah Tiongkok memanggil Duta Besar AS Terry Branstad sebagai protes atas kebijakan tentang otonomi Hong Kong yang disahkan Kongres AS dan ditandatangani Presiden Donald Trump.

DUNIA | 17 Juli 2020

Infeksi Global Covid-19 Melonjak, Negara-negara Tunda Pembukaan

Kasus infeksi virus corona melonjak di seluruh dunia pada Rabu (15/7) sehingga memaksa sejumlah negara untuk menahan diri dalam pembukaan kembali ekonomi

DUNIA | 17 Juli 2020

Tahun 2100, Populasi Dunia Menyusut 1 Miliar

Populasi dunia diperkirakan akan menyusut pada akhir abad ke-21 sehingga menyebabkan pergeseran utama kekuatan ekonomi global.

DUNIA | 17 Juli 2020

Lebih 75 Negara Dukung Akses Global Vaksin Covid-19

Sejumlah 75 negara telah menyampaikan pernyataan minat untuk melindungi populasi mereka dan orang-orang dari negara lain dari pandemi Covid-19 melalui bergabung dengan Fasilitas COVAX

DUNIA | 17 Juli 2020

Dianggap Gagal, Manajer Kampanye Trump Diganti

Menghadapi pertarungan pemilihan ulang yang sulit, Presiden AS Donald Trump telah mengganti manajer kampanye Brad Parscale yang dianggap gagal.

DUNIA | 17 Juli 2020

Siswa Eropa Dapat Pengecualian Larangan Pelajar Asing di AS

Pemerintahan Presiden Trump sebelumnya melarang pelajar asing tetap tinggal di AS jika semua kelas di perguruan tinggi dilangsungkan secara daring.

DUNIA | 17 Juli 2020

Inggris dan AS Tuduh Rusia Retas Data Vaksin Covid-19

AS dan Inggris mengutuk serangan terhadap mereka yang melakukan pekerjaan vital untuk memerangi pandemi corona.

DUNIA | 17 Juli 2020

Triwulan II, PDB Tiongkok Naik 3,2%

Perekonomian Tiongkok tercatat tumbuh sebesar 3,2 persen di triwulan-II tahun ini, dibandingkan triwulan-II tahun sebelumnya.

DUNIA | 16 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS