Pakar AS: Tidak Ada Bukti yang Sebutkan Anak Pemicu Infeksi Covid-19
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Pakar AS: Tidak Ada Bukti yang Sebutkan Anak Pemicu Infeksi Covid-19

Kamis, 9 Juli 2020 | 05:58 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Washington, Beritasatu.com - Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (the Centers for Disease Control and Prevention/CDC) Amerika serikat (AS) Dr. Robert Redfield pada Rabu (8/7/2020) mengatakan tidak ada bukti yang menyatakan bahwa anak-anak menjadi pendorong penyebaran virus corona (Covid-19). Namun hal itu kemungkinan karena AS belum melakukan tes lebih banyak pada anak.

"Kami benar-benar tidak memiliki bukti bahwa anak-anak mengendalikan siklus penularan ini," kata Redfield pada briefing Satuan Tugas Gedung Putih untuk membahas pembukaan kembali sekolah.

Hal itu adalah poin yang juga dikutip pada acara Gedung Putih Selasa saat pembukaan sekolah oleh Presiden Akademi Pediatri American Academy Sally Goza. Menurutnya, kecil kemungkinan anak-anak terinfeksi dan menyebarkan infeksi.

Tetapi tidak ada data yang cukup untuk sampai pada kesimpulan itu. Penasihat Kesehatan Gedung Putih Dr. Deborah Birx mengatakan data AS tidak lengkap, karena AS belum menguji lebih banyak anak untuk menyimpulkan seberapa luas virus itu pada kelompok orang di bawah 18 tahun, dan apakah mereka menyebarkan virus ke orang lain.

Pertanyaan seputar apakah anak-anak menjadi pendorong penularan terutama karena pejabat setempat memutuskan apakah dan bagaimana membuka kembali sekolah pada musim gugur. Presiden AS Donald Trump telah meningkatkan tekanan kepada para pejabat untuk membuka kembali sekolah secara tatap muka di musim gugur, bahkan ketika negara itu bergulat dengan wabah terbesar di dunia.

Sejak pasien Covid-19 pertama diidentifikasi di AS pada akhir Januari, pengujian dilakukan sangat ketat. Akibatnya, tes Covid-19 diprioritaskan pada orang yang sakit parah dan mereka yang memiliki gejala.

"Ingat, sejak awal, kami mengatakan tes jika Anda memiliki gejala, dan sekarang kami tahu bahwa jika Anda berusia di bawah 18 tahun, sebagian besar dari Anda tidak memiliki gejala," kata Birx, menjelaskan kurangnya data tentang anak-anak di AS.

Tes antibodi digunakan untuk menentukan apakah seseorang sebelumnya telah terinfeksi corona. Tes antibodi skala besar digunakan untuk menentukan seberapa lazimnya virus telah beredar di seluruh komunitas tertentu. Hal ini digunakan para ilmuwan untuk mempelajari berapa banyak orang, baik dengan atau tanpa gejala, telah terinfeksi virus di kota-kota yang terpukul seperti New York.

Perwakilan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit tidak menjawab pertanyaan CNBC soal apakah lembaga tersebut melakukan survei antibodi yang luas di kalangan anak di bawah umur.

Sementara para pendukung sekolah dibuka kembali secara agresif mengatakan bahwa corona tidak menimbulkan risiko kesehatan besar bagi anak-anak. Sementara kelompok lain khawatir bahwa keberadaan anak-anak di gedung sekolah yang penuh sesak dapat terinfeksi dan menyebarkan virus ke orangtua, yang lebih rentan terhadap penyakit.

Penasihat Kesehatan Gedung Putih, Dr. Anthony Fauci, yang tidak hadir dalam pengarahan Rabu, sebelumnya mengatakan bahwa meskipun anak-anak tidak rentan seperti orangtua, namun mereka bisa menjadi sakit dan bahkan meninggal akibat Covid-19.



Sumber:CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Hari Ini Kasus Covid-19 di Dunia Tembus 12 Juta

Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia dengan jumlah 3.114.576.

DUNIA | 8 Juli 2020

Direktur FBI: Tiongkok “Ancaman Terbesar” Amerika

Menurut FBI, setiap 10 jam ada satu kasus kontra-intelijen baru terkait Tiongkok di Amerika.

DUNIA | 8 Juli 2020

Kasus Covid-19 di Texas Tembus 10.000 Per Hari

Negara bagian Texas, Amerika Serikat mencatat 10.000 kasus Covid-19 dalam sehari. Angka ini merupakan rekor harian terbesar.

DUNIA | 8 Juli 2020

Remehkan Covid-19, Presiden Brasil Dinyatakan Positif

Presiden Brasil Jair Bolsonaro dinyatakan positif Covid-19 pada hari Selasa (7/7/2020) waktu setempat.

DUNIA | 8 Juli 2020

Sejak Pandemi, 123.000 WNI Berhasil Dipulangkan ke RI

Hingga kini, masih banyak WNI khususnya yang memiliki izin tinggal, masih bertahan di luar negeri.

DUNIA | 7 Juli 2020

Fosil Ikan Predator Raksasa 70 Juta Tahun Ditemukan

Fosil karnivora yang memiliki gigi tajam

NASIONAL | 7 Juli 2020

Kasus Covid-19 di Amerika Tembus 3 Juta

Jumlah kematian akibat Covid-19 di Amerika juga menjadi yang tertinggi di dunia, yakni 132.947.

DUNIA | 7 Juli 2020

Sarimelati Kencana Tak Terafiliasi Operator Pizza Hut di AS

Nama NPC tidak tercatat dalam daftar pemegang saham

DUNIA | 6 Juli 2020

"Tiarap" Akibat Covid-19, Warren Buffet Akhirnya Beraksi Kembali

Berkshire Hathaway, mengakuisisi aset penyaluran/transmisi dan penyimpanan gas Dominion Energy, senilai US$ 4 miliar (Rp 58 triliun).

DUNIA | 6 Juli 2020

Hari Kemerdekaan AS, Florida dan Texas Catat Kasus Covid-19 Terbanyak

Negara bagian Florida dan Texas mencatat rekor baru penambahan kasus positif Covid-19 pada hari Sabtu (4/7/2020) atau tepat dengan perayaan hari kemerdekaan AS.

DUNIA | 6 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS