Beda dengan WHO, Ilmuwan Tiongkok Sarankan Ini ke Warga Eropa dan AS
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Beda dengan WHO, Ilmuwan Tiongkok Sarankan Ini ke Warga Eropa dan AS

Minggu, 29 Maret 2020 | 09:04 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Tiongkok, Beritasatu.com - Perilaku sebagian besar orang di Amerika Serikat (AS) dan Eropa tidak mengenakan masker di muka umum selama pandemi virus corona (Covid-19) dinilal keliru. Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Tiongkok.

"Kesalahan besar di AS dan Eropa menurut saya adalah bahwa orang tidak memakai masker," Dirjen Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, Gao Fu, Minggu (29/3/2020). Hal itu dikatakan Gao dalam sebuah wawancara dengan Science Magazine, salah satu jurnal akademik terkemuka di dunia.

Virus corona kata dia, ditularkan melalui tetesan dan kontak dekat. "Tetesan memainkan peran yang penting. Anda harus mengenakan masker, karena ketika Anda berbicara, selalu ada tetesan yang keluar dari mulut Anda," kata dia.

Namun tidak semua pihak setuju dengan penilaian Gao. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan hanya orang yang menunjukkan gejala infeksi atau perawat yang memakai masker wajah. Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Eropa dan AS memiliki pandangan yang serupa dengan WHO.

Gao mengatakan, banyak orang yang terinfeksi tanpa gejala. Jika mengenakan masker, dapat mencegah tetesan yang membawa virus dan menginfeksi orang lain.

Pada imbauan publik terbaru yang dikeluarkan pada 22 Maret 2020, CDC Tiongkok mengatakan orang tidak perlu memakai masker saat berada di rumah, di udara terbuka, atau di lingkungan yang memiliki sirkulasi udara baik dan tidak ada kerumunan orang. Namun, mereka harus tetap memakai di kantor, ruang rapat, lift dan angkutan umum.

Menurut data Universitas Johns Hopkins di Maryland, pada Sabtu (28/3/2020), kasus Covid-19 di AS mencapai 105.000, terbesar di dunia.

Selain menganjurkan penggunaan masker wajah, Gao menyerukan lebih banyak termometer di tempat-tempat umum di Eropa dan AS. "Ke mana pun Anda masuk ke Tiongkok ada termometer," katanya. "Anda harus mengukur suhu tubuh sesering mungkin untuk memastikan siapa pun yang menderita demam tinggi."

Dia mengatakan bahwa menjaga jarak sosial, membatasi gerak orang, dan mengisolasi kasus yang diduga berhubungan dengan pasien positif juga penting dalam memerangi Covid-19.

Gao adalah bagian dari tim Tiongkok yang mengisolasi virus corona. Dia juga ikut menulis dua makalah pertama tentang masalah ini, yang keduanya diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine.

Gao juga mengatakan dalam upaya mengembangkan vaksin dan obat-obatan untuk memerangi Covid-19, para ilmuwan Tiongkok saat ini sedang melakukan tes pada kedua monyet dan tikus transgenik yang telah disuntikkan dengan enzim ACE2, reseptor manusia untuk virus.



Sumber:South China Morning Post


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pakistan Tangkap 38 Ulama Karena Gelar Salat Berjamaah di Masjid

Secara keseluruhan, jumlah kasus corona di Asia Selatan meningkat menjadi 2.648, termasuk 39 kematian.

DUNIA | 29 Maret 2020

India Manfaatkan Gerbong Kereta untuk Isolasi Pasien Corona

Satu kereta api telah diubah menjadi prototipe fasilitas karantina bagi pasien corona.

DUNIA | 29 Maret 2020

Kematian Akibat Corona di Italia 10.000, Lockdown akan Diperpanjang

889 lebih orang meninggal dalam 24 jam terakhir.

DUNIA | 29 Maret 2020

Spanyol Laporkan 832 Kematian Akibat Covid-19 dalam 24 Jam

Kementerian Kesehatan Spanyol menyatakan jumlah para pekerja kesehatan yang terinfeksi di negara itu dilaporkan sebagai tertinggi di dunia.

DUNIA | 28 Maret 2020

Trump Dinilai Gagal Tanggapi Wabah Virus Corona

Jumlah kematian akibat virus corona di AS setidaknya mencapai 1.500 orang.

DUNIA | 28 Maret 2020

Donald Trump Teken Stimulus Virus Corona US$ 2 T

Presiden AS Donald Trump menandatangani undang-undang stimulus mengatasi dampak virus corona senilai US$ 2 triliun pada hari Jumat (27/3/2020) waktu setempat.

DUNIA | 28 Maret 2020

Antisipasi Corona, KBRI Washington Setop Sementara Layanan Konsuler

KBRI Washington mengumumkan penghentian sementara layanan konsuler rutin untuk WNI di negara itu. Penghentian dilakukan untuk mengantisipasi wabah virus corona.

DUNIA | 5 Mei 2019

PM Inggris Boris Johnson Positif Corona

Gejala yang dialami PM Inggris tergolong ringan.

DUNIA | 27 Maret 2020

31 WNI Positif Corona di Singapura

Dari 31 WNI tersebut, dua orang telah dinyatakan sembuh, satu orang meninggal dunia, dan 28 orang masih dirawat di RS.

DUNIA | 27 Maret 2020

Korban Tewas Corona di Italia Lebih 2 Kali Lipat Tiongkok, Ini Pemicunya

Ada 8.215 kematian di Italia, sementara di Tiongkok sebanyak 3.292 kematian.

DUNIA | 27 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS