Pakistan Tangkap 38 Ulama Karena Gelar Salat Berjamaah di Masjid
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Pakistan Tangkap 38 Ulama Karena Gelar Salat Berjamaah di Masjid

Minggu, 29 Maret 2020 | 06:52 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Islamabad, Beritasatu.com - Polisi di Pakistan pada Sabtu (28/3/2020) menangkap 38 pemimpin doa (ulama) dan pejabat masjid karena melanggar larangan salat berjamaah ketika kasus virus corona (covid-19) melonjak menjadi lebih dari 1.400 di negara itu.

Secara keseluruhan, jumlah kasus corona di Asia Selatan meningkat menjadi 2.648, termasuk 39 kematian. Sri Lanka melaporkan kematian corona pertamanya pada Sabtu. Korban (65 tahun) adalah seorang pemandu wisata yang telah menderita diabetes.

Meski jumlah korban corona di Asia Selatan rendah secara keseluruhan, namun dikhawatirkan jumlahnya bisa membengkak mengingat buruknya layanan kesehatan dan padatnya penduduk di kawasan itu.

Sementara sebuah pesawat yang membawa bantuan bantuan dan delapan dokter dari Tiongkok telah mendarat di Islamabad pada Sabtu. Demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan.

"(Mereka akan) memberi masukan soal perawatan kesehatan Pakistan berdasarkan pengalaman dan keberhasilan mereka dalam memerangi Covid-19 di Tiongkok," demikian bunyi pernyataan Kemlu Pakistan. Tiongkok telah memberikan alat tes corona, masker, alat pelindung dan peralatan medis kepada Islamabad.

Di Nepal, lebih dari 600 wisatawan Eropa dievakuasi dengan penerbangan charter pada Sabtu. Namun ribuan wisatawan lainnya masih menunggu dibawa pulang oleh pemerintah negara masing-masing. "Ada sekitar 8.000 dan 10.000 wisatawan yang masih terdampar karena karantina wilayah di Nepal," kata Kepala Dewan Pariwisata Nepal, Dhananjay Regmi.



Sumber:Reuters


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

India Manfaatkan Gerbong Kereta untuk Isolasi Pasien Corona

Satu kereta api telah diubah menjadi prototipe fasilitas karantina bagi pasien corona.

DUNIA | 29 Maret 2020

Kematian Akibat Corona di Italia 10.000, Lockdown akan Diperpanjang

889 lebih orang meninggal dalam 24 jam terakhir.

DUNIA | 29 Maret 2020

Spanyol Laporkan 832 Kematian Akibat Covid-19 dalam 24 Jam

Kementerian Kesehatan Spanyol menyatakan jumlah para pekerja kesehatan yang terinfeksi di negara itu dilaporkan sebagai tertinggi di dunia.

DUNIA | 28 Maret 2020

Trump Dinilai Gagal Tanggapi Wabah Virus Corona

Jumlah kematian akibat virus corona di AS setidaknya mencapai 1.500 orang.

DUNIA | 28 Maret 2020

Donald Trump Teken Stimulus Virus Corona US$ 2 T

Presiden AS Donald Trump menandatangani undang-undang stimulus mengatasi dampak virus corona senilai US$ 2 triliun pada hari Jumat (27/3/2020) waktu setempat.

DUNIA | 28 Maret 2020

Antisipasi Corona, KBRI Washington Setop Sementara Layanan Konsuler

KBRI Washington mengumumkan penghentian sementara layanan konsuler rutin untuk WNI di negara itu. Penghentian dilakukan untuk mengantisipasi wabah virus corona.

DUNIA | 5 Mei 2019

PM Inggris Boris Johnson Positif Corona

Gejala yang dialami PM Inggris tergolong ringan.

DUNIA | 27 Maret 2020

31 WNI Positif Corona di Singapura

Dari 31 WNI tersebut, dua orang telah dinyatakan sembuh, satu orang meninggal dunia, dan 28 orang masih dirawat di RS.

DUNIA | 27 Maret 2020

Korban Tewas Corona di Italia Lebih 2 Kali Lipat Tiongkok, Ini Pemicunya

Ada 8.215 kematian di Italia, sementara di Tiongkok sebanyak 3.292 kematian.

DUNIA | 27 Maret 2020

G20 Akan Suntik Dana US$ 5 Triliun Atasi Dampak Covid-19

Kelompok ekonomi utama itu menunjukkan persatuan lebih dari sebelumnya sejak G20 dibentuk selama krisis keuangan 2008-2009.

DUNIA | 27 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS