Korban Meninggal Akibat Virus Korona Bertambah Jadi 25 Orang
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Korban Meninggal Akibat Virus Korona Bertambah Jadi 25 Orang

Jumat, 24 Januari 2020 | 13:32 WIB
Oleh : WBP

Beijing, Beritasatu.com - Korban tewas akibat virus korona meningkat menjadi 25 orang di Tiongkok dari sebelumnya 17 orang tewas. Virus juga sudah menjangkit lebih dari 800 orang. Demikian kata pemerintah Tiongkok Jumat (24/1/2020).

Sementara Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan keadaan tersebut darurat, tapi tidak menyebutkan bahwa wabah itu sebagai darurat internasional.

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mengatakan bahwa hingga Kamis (23/1/2020) ada 830 kasus orang terpapar virus tersebut dan 25 orang meninggal. Sebagian besar kasus muncul di kota Wuhan, tempat virus itu diyakini berasal akhir tahun lalu.

Virus Korona Sampai di Arab Saudi, Seorang Perawat Terinfeksi

Tidak ada laporan mengenai korban jiwa di sedikitnya tujuh negara lainnya dalam kasus tersebut.

Para pejabat kesehatan khawatir bahwa tingkat penularan bisa meningkat dengan cepat karena ratusan ribu warga Tiongkok pulang kampung dan melakukan perjalanan ke luar negeri selama liburan sepekan dalam rangka Tahun Baru Imlek, yang dimulai pada Sabtu (25/1/2020).

"Walau demikian, agak terlalu dini untuk menganggap wabah itu sebagai kekhawatiran internasional darurat kesehatan masyarakat", kata ketua panel Komite Kedaruratan WHO Didier Houssin.

Virus Korona Ancam Permintaan Minyak

Houssin berbicara setelah panel tersebut menggelar pertemuan di Jenewa, Swiss. Jika dinyatakan sebagai darurat internasional, negara-negara diharuskan meningkatkan penanganan internasional. "Tapi jangan salah, di China ini adalah keadaan darurat," kata Houssin.



Sumber:Reuters, Antara


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Anti-Infiltration Act untuk Memperkuat Pertahanan Demokrasi Taiwan

Anti-infiltration Act merupakan respon Legislatif Yuan terhadap "5 usulan Xi" yang dikeluarkan pemerintah Tiongkok.

DUNIA | 24 Januari 2020

Virus Korona Sampai di Arab Saudi, Seorang Perawat Terinfeksi

Kerajaan Arab Saudi pada Rabu mengatakan pihaknya akan mulai menyaring penumpang yang datang dari Tiongkok.

DUNIA | 24 Januari 2020

1 Juta Penduduk Singapura Adalah Warga Malaysia

Sementara itu, pendatang asal Indonesia mencakup 6,4 persen dari populasi di Singapura.

DUNIA | 22 Januari 2020

Di Davos, Trump Kecam Aktivis Lingkungan

Dia menggambarkan para aktivis sebagai “penerus dari para peramal bodoh masa lalu".

DUNIA | 22 Januari 2020

Trump Ajak Para Pemimpin Dunia Lindungi Warga Masing-masing

Kebijakan America First membuat AS terjebak sengketa dagang, tetapi di sisi lain, pertumbuhan ekonomi AS melesat.

DUNIA | 22 Januari 2020

UNWTO: 2020 Kunjungan Wisatawan Global Meningkat 4%

UNWTO: 2020 Kunjungan Wisatawan Global Meningkat 4%

DUNIA | 21 Januari 2020

Kedatangan Wisatawan Global 2019 Ukir Rekor 1,5 Miliar

Kedatangan Wisatawan Global 2019 Ukir Rekor 1,5 Miliar

DUNIA | 21 Januari 2020

Dari Greta Thunberg hingga Donald Trump, Ini Para Pembicara WEF 2020

Greta Thunberg (17), aktivis lingkungan dari Swedia dan Presiden AS Donald Trump menjadi dua tokoh yang bakal disorot dalam KTT WEF 2020.

DUNIA | 19 Januari 2020

KTT WEF Akan Minta Komitmen Para Pengusaha Hapus Emisi Karbon

KTT WEF merupakan kesempatan yang tepat untuk menunjukkan kepemimpinan dalam menghadapi perubahan iklim.

DUNIA | 19 Januari 2020

Harry dan Meghan Markle Berhenti Gunakan Gelar "Yang Mulia"

Kesepakatan tidak lazim ini, merupakan hasil negosiasi Pangeran Harry dengan Ratu Elizabeth II dan keluarga senior kerajaan lainnya.

DUNIA | 19 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS