Komnas Pengendalian Tembakau Soroti Maraknya Anak-anak Merokok
INDEX

BISNIS-27 541.037 (0)   |   COMPOSITE 6389.83 (0)   |   DBX 1207.48 (0)   |   I-GRADE 186.044 (0)   |   IDX30 536.499 (0)   |   IDX80 144.214 (0)   |   IDXBUMN20 435.358 (0)   |   IDXESGL 146.832 (2.43)   |   IDXG30 145.988 (0)   |   IDXHIDIV20 471.745 (0)   |   IDXQ30 152.642 (0)   |   IDXSMC-COM 293.915 (0)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (0)   |   IDXV30 148.997 (0)   |   INFOBANK15 1075.9 (0)   |   Investor33 460.647 (0)   |   ISSI 189.211 (0)   |   JII 668.85 (0)   |   JII70 234.095 (0)   |   KOMPAS100 1287.09 (0)   |   LQ45 988.752 (9.51)   |   MBX 1767.88 (0)   |   MNC36 335.71 (4.95)   |   PEFINDO25 338.558 (0)   |   SMInfra18 329.085 (0)   |   SRI-KEHATI 393.501 (0)   |  

Komnas Pengendalian Tembakau Soroti Maraknya Anak-anak Merokok

Minggu, 31 Mei 2020 | 18:33 WIB
Oleh : Ahmad Salman / YTB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Nasional Pengendalian Tembakau mengimbau semua pihak untuk memperhatikan persoalan konsumsi rokok oleh anak-anak dan remaja yang belakangan marak.

Komnas juga mengimbau agar industri rokok bijak dalam memasarkan produk mereka dengan tidak menargetkan anak-anak dan remaja sebagai pangsa pasar mereka.

Menurut Komnas aturan pengendalian tembakau di Indonesia masih sangat lemah. Sehingga berdampak pada tingginya jumlah perokok, termasuk perokok anak.

Kondisi ini juga dikhawatirkan bakal memicu berbagai persoalan seperti tingginya angka penyakit, defisit BPJS, sulitnya program pengentasan kemiskinan, tingginya prevalensi stunting, hingga kerugian ekonomi makro mencapai Rp 600 triliun.

Berdasarkan riset kesehatan dasar 2018, disebutkan jumlah perokok Indonesia masih sangat tinggi, yakni 33 persen atau ketiga tertinggi di dunia, di mana dapat diprediksi 1 dari tiga orang Indonesia merokok.

Sementara jumlah perokok anak usia 10 hingga 18 tahun terus meningkat dari 7,2 persen pada 2013 menjadi 9,1 persen di 2018 atau hampir satu dari 10 anak Indonesia merokok.




BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Positif Covid-19 di DIY Bertambah 6 dalam Dua Hari Terakhir

Dengan penambahan ini maka akumulasi jumlah kasus covid 19 di DIY mencapai 236 kasus.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Relawan Pendukung Gugus Tugas Bagikan Bansos untuk Warga Jabodetabek

Bantuan yang dibagikan tersebut berasal dari Tim Koordinator Relawan Gugas, Kantor Staf Presiden, PT Super Unggas Jaya, GP Ansor, dan SNP Lawfirm.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Peningkatan Kasus Positif Covid-19 di Jatim Masih Tertinggi

Ada penambahan 224 kasus positif Covid-19 di Jawa Timur.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Update Covid-19: Bertambah 700, Kasus Positif Menjadi 26.473

Ada lima provinsi yang terjadi peningkatan dalam penambahan kasus positif Covid-19.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Pasien Sembuh dari Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet Meningkat

Ada tambahan 155 orang sehingga total pasien sembuh dari Covid-19 menjadi 2.472 orang di Rumah Sakit (RS) Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Kisah Penyintas Covid-19, dari Dirundung hingga Disebut Pembawa Virus

Aryo Budhi Wicaksono menceritakan pengalamannya berhasil sembuh dari virus corona.

KESEHATAN | 30 Mei 2020

New Normal Diminta Dilakukan dengan Hati-hati

Kebijakan new normal sebaiknya diberlakukan saat kurva penyebaran virus corona sudah melandai.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Tambah 199, Kasus Baru Covid-19 di Jawa Timur Kembali Terbanyak

Dengan penambahan 199 kasus baru, maka akumulasi kasus positif di Jatim kini sebanyak 4.613.

KESEHATAN | 30 Mei 2020

Butuh Upaya Preventif dan Promotif Tekan Penyebaran Covid-19

Gugus Tugas Covid-19 telah menyediakan 2.902 rumah sakit dan 129 pengujian Covid-19 yang ada di seluruh tanah air.

KESEHATAN | 30 Mei 2020

102 Kabupaten Kota Tidak Terdampak Covid-19

Jumlah terbanyak di Papua tercatat 17 kabupaten dan kota.

KESEHATAN | 30 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS