INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Emisi 1% Orang Terkaya Lebih Banyak dari 3,1 Miliar Orang Termiskin

Selasa, 22 September 2020 | 08:02 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Paris, Beritasatu.com- Polusi karbon yang dihasilkan 1% orang terkaya di dunia, dua kali lebih banyak dibandingkan polusi dari separuh penduduk termiskin dunia yang berjumlah 3,1 miliar orang.

Pada Senin (21/9), penelitian baru Oxfam menunjukkan bahwa antara tahun 1990 dan 2015, ketika emisi tahunan menggelembung 60%, negara-negara kaya bertanggung jawab untuk menghabiskan hampir sepertiga dari anggaran karbon Bumi.

Meskipun terjadi penurunan tajam dalam emisi karbon karena pandemi, dunia tetap berpacu untuk menghangat beberapa derajat abad ini. Emisi karbon mengancam negara-negara miskin dan berkembang dengan bencana alam dan pengungsian.

Anggaran karbon adalah batas dari emisi gas rumah kaca kumulatif yang dapat dihasilkan manusia sebelum menyebabkan kenaikan suhu yang dahsyat tidak dapat dihindari.

Penelitian yang dilakukan untuk Oxfam oleh Stockholm Environment Institute menemukan hanya 63 juta orang yakni "1 %", telah mengambil 9 % dari anggaran karbon sejak 1990.

Studi tersebut juga menunjukkan 10% terkaya dari populasi global, terdiri dari sekitar 630 juta orang, bertanggung jawab atas sekitar 52% emisi global selama periode 25 tahun.

Secara global, 10% terkaya adalah mereka yang berpenghasilan di atas sekitar US$ 35.000 (Rp 670 juta) setahun, dan 1% terkaya adalah orang-orang yang berpenghasilan lebih dari sekitar US$ 100.000 (Rp 1,91 miliar).



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

India Buka Kembali Taj Mahal di Tengah Pandemi Covid-19

Taj Mahal kembali dibuka untuk pengunjung hari Senin (21/9) sebagai langkah normalisasi bisnis.

DUNIA | 22 September 2020

Berkantor di AS, TikTok Akan Dirikan TikTok Global

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut maka TikTok akan mendirikan perusahaan baru yang disebut TikTok Global.

DUNIA | 22 September 2020

Bangunan Runtuh di India, 10 Tewas

Satu bangunan tiga lantai di pinggiran Mumbai, India, runtuh pada Senin (21/9) dini hari saat penghuninya tertidur di dalam.

DUNIA | 22 September 2020

Kasus Positif Covid-19 di AS Tembus 7 Juta

Jumlah kasus positif Covid-19 di Amerika Serikat sudah menembus 7 juta pada Senin (21/9/2020).

DUNIA | 21 September 2020

Prihatin Pandemi, PBB Peringati Hari Jadi ke-75

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingati hari jadinya yang ke-75 pada Senin (21/9).

DUNIA | 21 September 2020

Distribusi Vaksin Covid-19 Sangat Riskan Suhu dan Benturan

Sebelum digunakan, vaksin harus disimpan dalam suhu yang dingin dan terlindung dari guncangan atau benturan.

DUNIA | 21 September 2020

India Gelar 1,2 Juta Tes Covid-19 dalam Sehari

India menggelar 1,2 juta tes Covid-19 di seluruh negeri pada Sabtu (19/9), sejauh ini sebagai jumlah sampel pengujian tertinggi dalam satu hari.

DUNIA | 21 September 2020

Inggris Ancam Denda Rp 191 juta Pelanggar Aturan Covid-19

Orang-orang di Inggris yang melanggar peraturan baru Covid-19 tentang isolasi mandiri akan didenda 10.000 poundsterling atau Rp 191 juta.

DUNIA | 21 September 2020

Inggris di Titik Kritis Pandemi Covid-19

Lebih 40.000 orang di Inggris telah meninggal dalam 28 hari setelah dites positif Covid-19 sejak dimulainya pandemi pada Maret.

DUNIA | 21 September 2020

Berkat Kemitraan Oracle dan Walmart, Trump Dukung Kesepakatan TikTok di AS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Sabtu (19/9), telah menyatakan persetujuannya agar TikTok melanjutkan operasinya di AS.

DUNIA | 21 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS