Demonstran Antipemerintah Pasang Plakat "Thailand Milik Rakyat"
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Demonstran Antipemerintah Pasang Plakat "Thailand Milik Rakyat"

Minggu, 20 September 2020 | 20:48 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Bangkok, Beritasatu.com- Pengunjuk rasa antipemerintah memasang plakat yang menyatakan Thailand "milik rakyat", sebagai bentuk perlawanan yang berani terhadap monarki.

Seperti dilaporkan BBC, Minggu (20/9), plakat itu diletakkan di dekat Grand Palace Bangkok sebagai tantangan terbaru untuk Raja Thailand Maha Vajiralongkorn.

Protes yang dipimpin mahasiswa yang menyerukan reformasi monarki dan sistem politik negara telah berlangsung sejak Juli.

Protes selama akhir pekan adalah yang terbesar dalam beberapa tahun. Puluhan ribuan orang menentang pihak berwenang untuk menuntut perubahan.

Pihak berwenang mengatakan 18.000 orang bergabung dalam demonstrasi hari Sabtu (19/9), meskipun yang lain memberikan angka peserta yang lebih tinggi. Banyak yang tetap melanjutkan protes hingga hari Minggu, sebelum bubar.

Seruan mereka untuk reformasi kerajaan sangat sensitif di Thailand, di mana kritik terhadap monarki dapat dihukum dengan hukuman penjara yang lama.

Para pengunjuk rasa juga menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, yang mengambil alih kekuasaan dalam kudeta 2014 dan memenangkan pemilihan yang disengketakan tahun lalu.
.



Sumber:Suara Pembaruan

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Iran Tembus 24.000

Jumlah kematian resmi akibat virus corona di Iran melonjak melampaui 24.000 pada Sabtu (19/9)

DUNIA | 20 September 2020

Tentara Lebanon Temukan 1,3 Ton Kembang Api di Pelabuhan Beirut

Tentara Lebanon menyatakan telah menemukan 1,3 ton kembang api saat pencarian di pelabuhan Beirut, yang hancur Agustus lalu.

DUNIA | 20 September 2020

Trump Dapat Medali Penghargaan dari Kosovo

Kosovo memberikan penghargaan tertinggi kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

DUNIA | 20 September 2020

Wapres Peringati Kedatangan Korea di Indonesia 100 Tahun Lalu

Wapres Ma'ruf Amin mengatakan warga Korea membantu Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan dan ada yang dimakamkan di TMP.

DUNIA | 20 September 2020

Uji Klinis Vaksin Covid-19 AstraZeneca di AS Masih Ditunda

Uji klinis vaksin Covid-19 AstraZeneca di AS masih ditunda menunggu penyelidikan FDA AS terhadap efek samping serius yang ditemukan pada partisipan.

DUNIA | 20 September 2020

Diminta Trump Investasi US$ 5 Miliar di Sektor Pendidikan, ByteDance Kaget

ByteDance berkomitmen berinvestasi di sektor pendidikan AS, tetapi mengaku baru pertama kali mendengar angka US$ 5 miliar yang dilontarkan Trump.

DUNIA | 20 September 2020

Ribuan Demonstran Lanjutkan Aksi Protes Reformasi Monarki Thailand

Ribuan demonstran melakukan aksi protes di Bangkok, Minggu (20/9/2020), menuntut reformasi terhadap kekuasaan kerajaan Thailand.

DUNIA | 20 September 2020

Tidak Jadi Diblokir, Tiktok Disetujui Trump Kerja Sama dengan Oracle

Presiden Donald Trump memberikan persetujuan prinsipal kepada Oracle dan Walmart untuk bekerja sama dengan ByteDance, induk dari TikTok.

DUNIA | 20 September 2020

Kementerian Perdagangan Tiongkok Keluarkan Daftar Hitam Perusahaan Asing

Kementerian Perdagangan Tiongkok akan melarang perusahaan-perusahaan yang dianggap tidak terpercaya untuk melakukan ekspor-impor dan berinvestasi di Tiongkok.

DUNIA | 19 September 2020

Dubes Lutfi Serahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Donald Trump

Lutfi memastikan diplomasi ekonomi dengan AS akan terus diperkuat seiring memasuki era baru perdagangan internasional.

DUNIA | 19 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS