Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Baru Lebanon Butuh Rp 440 T
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Baru Lebanon Butuh Rp 440 T

Jumat, 14 Agustus 2020 | 19:19 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / WIR

Beirut, Beritasatu.com- Sejumlah kalangan memperkirakan, Lebanon butuh dana sebesar US$ 30 miliar atau sekitar Rp 440 triliun untuk membangun kembali ekonominya yang hancur. Pemulihan itu diperkirakan sulit dilaksanakan tanpa ada reformasi di pemerintahan.

Saat ini, dana bantuan tanggap darurat pascaledakan di Pelabuhan Beirut yang tengah antre masuk Lebanon hanya sekitar US$ 298 juta atau sekitar Rp 4,3 triliun.

Perubahan semacam itu dapat terhenti oleh pengunduran diri pemerintah Lebanon, sementara rencana penyelamatan keuangan yang disusun pada April lalu kemungkinan harus ditinjau. Bahkan, akan dibatalkan oleh pemerintahan baru, demikian dikatakan dua sumber keuangan yang dekat dengan rencana tersebut.

Perkiraan untuk matrik keuangan seperti utang terhadap PDB dan nilai tukar paralel yang masuk dalam rencana program penyelamatan ekonomi. Program itu sebenarnya tengah diperjuangkan untuk mendapat dukungan sebelum terjadinya ledakan mematikan pekan lalu. Saat ini, program itu tampaknya tidak realistis, demikian kata salah satu sumber.

Bahkan, kemungkinan akan ada upaya mendorong kembali pembicaraan dengan kreditur untuk merestrukturisasi utang internasional Lebanon.

Sebelumnya, pada Mei lalu, Lebanon telah memulai pembicaraan bailout dengan Dana Moneter Internasional (IMF) setelah gagal bayar utang mata uang asingnya. Namun, hal ini ditunda karena kurangnya kemajuan dalam reformasi dan perbedaan besaran kerugian finansial.

Saat ini, kabinet Perdana Menteri Hassan Diab yang mengundurkan diri, tetap berstatus caretaker, cadangan devisa Lebanon yang sudah berkurang akan semakin terkikis lebih cepat untuk membayar pembangunan kembali pelabuhan Beirut dan infrastruktur lainnya yang hancur akibat ledakan.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Indonesia Dorong Pembenahan PBB Agar Tetap Dipercaya Publik

Indonesia mendorong adanya pembenahan di dalam tubuh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) agar badan dunia itu bisa tetap mendapatkan kepercayaan publik.

DUNIA | 14 Agustus 2020

Di Tengah Pandemi, Pemilu Malaysia Akan Habiskan Rp 4,2 Triliun

Pemilu dini di tengah pandemi Covid-19 di Malaysia akan menghabiskan dana 1,2 miliar ringgit (Rp 4,2 triliun).

DUNIA | 14 Agustus 2020

Diam-diam Rusia Kembangkan Vaksin Covid-19 Enam Tahun Lalu

Rusia mengatakan dalam beberapa tahun terakhir mengembangkan vaksin untuk Ebola dan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS).

DUNIA | 14 Agustus 2020

Heboh Covid-19 Ditularkan Lewat Makanan, WHO: Tidak Ada Bukti

Tiga kota di Tiongkok melaporkan telah menemukan Covid-19 di permukaan makanan beku yang diimpor selama empat hari terakhir.

DUNIA | 14 Agustus 2020

Presiden Duterte Siap Disuntik Vaksin Rusia

Presiden Rodrigo Duterte bahkan menyanggupi untuk menjadi orang Filipina pertama yang disuntik vaksin Rusia. Dia juga berharap uji coba klinis bisa dilakukan pada Oktober mendatang.

DUNIA | 13 Agustus 2020

WFP Kirim Bantuan 50.000 Ton Terigu ke Beirut

Laporan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan tepung akan dikirim "untuk menstabilkan pasokan nasional.

DUNIA | 13 Agustus 2020

Lima Miliar Dosis Vaksin Covid-19 Sudah Dipesan

Universitas Oxford, bekerja sama dengan grup farmasi Swedia-Inggris AstraZeneca, berharap mendapatkan hasil pada September 2020.

DUNIA | 13 Agustus 2020

WHO: Vaksin Rusia Tak Jelas

Persetujuan super cepat seperti itu bisa berarti bahwa potensi efek merugikan dari vaksin mungkin tidak terdeteksi.

DUNIA | 13 Agustus 2020

Lima Miliar Dosis Vaksin Corona Sudah Dipesan

Meskipun belum ada vaksin virus corona yang terbukti kemanjurannya dalam uji klinis, setidaknya 5,7 miliar dosis telah dipesan lebih awal di seluruh dunia.

DUNIA | 13 Agustus 2020

Pidato di DK PBB, Menlu Retno Tekankan 3 Esensi Jaga Perdamaian

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menekankan tiga hal pokok yang esensial untuk menjaga perdamaian di tengah tantangan global yang semakin meningkat termasuk akibat pandemi.

DUNIA | 13 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS