Propaganda Terorisme Bisa Semakin Intensif di Era Covid-19
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Propaganda Terorisme Bisa Semakin Intensif di Era Covid-19

Kamis, 9 Juli 2020 | 16:49 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

Jakarta, Beritasatu.com- Pandemi Covid-19 memberikan tantangan tersendiri dalam penanganan terorisme secara global. Situasi pandemi mengharuskan orang lebih terisolasi dan berinteraksi secara daring, sehingga menjadi peluang lebih besar bagi kelompok teroris untuk mengintensifkan propaganda mereka yang sering kali disampaikan lewat media sosial.

Hal itu terangkum dalam diskusi virtual yang digelar oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Kamis (9/7), bertajuk Keeping Up the Fight Against Terrorism during the Covid-19 Crisis (Menjaga Perlawanan terhadap Terorisme selama Krisis Covid-19) dengan salah satu narasumber Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar.

Boy mengakui pandemi Covid-19 semakin mengaktifkan kelompok terorisme. Hal itu didukung data dari Densus 88 Polri yaitu sepanjang 2009, Densus berhasil menangkap sekitar 300 tersangka teroris, sedangkan pada 2020 (sampai Juli), jumlah tersangka teroris yang berhasil ditangkap sudah sekitar 100 orang.

"Pertama, Covid-19 menekankan aturan propaganda mendasar untuk kelompok ekstrimis dengan skenario mereka. Kedua, orang berada di rumah dan tetap online menjadi kesempatan bagi ekstremis untuk proses rekrutmen,” kata Boy.

Propaganda

Senada dengan itu, Kepala Institut Filipina untuk Penelitian Perdamaian, Kekerasan, dan Terorisme Rommel C Banlaoi, pandemi Covid-19 juga meningkatkan propaganda terorisme oleh kelompok pro-ISIS di Filipina Selatan. Di sisi lain, pandemi memicu kesulitan ekonomi di kalangan militan Islam Bangsamoro.

“Rekrutmen teroris bukan hanya ideologi, tapi juga bujukan materi bagi mereka yang ingin melawan dalam nama Allah,” kata Rommel.

Menurutnya, narasi rekrutmen yang berlandaskan ideologi, yaitu perjuangan mengatasnamakan Allah, bisa semakin intensif disebarkan secara daring selama pandemi. “Propaganda disebarkan di media sosial khususnya sekarang saat semua orang memakai media sosial untuk saling berhubungan. Ini tren yang terjadi di Filipina,” kata Rommel.

Direktur Eksekutif Institut untuk Perlindungan dan Advokasi Konstitusional Universitas Georgetown, Amerika Serikat (AS), Joshua A. Geltzer, mengatakan situasi Covid-19 telah meningkatkan ancaman terorisme karena warga dirancang untuk menarik diri, menghabiskan lebih banyak waktu sendirian, dan bersosialisasi lewat internet. Perspektif terorisme yang berkembang di AS saat ini berasal dari supremasi kulit putih.

“Lebih banyak waktu untuk mengkonsumsi materi propaganda dan konspirasi yang sengaja disebarkan kelompok (terorisme) untuk merekrut atau melakukan radikalisasi. Saya khawatir ini akan semakin cepat karena tren yang sudah berbahaya dari terorisme kulit putih di AS,” katanya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dibuka Kembali untuk Pelancong, Dubai Optimistis Pariwisata Rebound

Dubai memastikan bahwa kesehatan dan keselamatan masyarakat adalah hal paling penting.

DUNIA | 9 Juli 2020

Positif Covid-19, Presiden Brasil Merasa Baik-baik Saja

Dengan 1,6 juta kasus yang dikonfirmasi, Brasil memiliki wabah corona terburuk di luar Amerika Serikat (AS).

DUNIA | 9 Juli 2020

Pakar AS: Tidak Ada Bukti yang Sebutkan Anak Pemicu Infeksi Covid-19

Namun hal itu kemungkinan karena AS belum melakukan tes lebih banyak pada anak.

DUNIA | 9 Juli 2020

Hari Ini Kasus Covid-19 di Dunia Tembus 12 Juta

Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia dengan jumlah 3.114.576.

DUNIA | 8 Juli 2020

Direktur FBI: Tiongkok “Ancaman Terbesar” Amerika

Menurut FBI, setiap 10 jam ada satu kasus kontra-intelijen baru terkait Tiongkok di Amerika.

DUNIA | 8 Juli 2020

Kasus Covid-19 di Texas Tembus 10.000 Per Hari

Negara bagian Texas, Amerika Serikat mencatat 10.000 kasus Covid-19 dalam sehari. Angka ini merupakan rekor harian terbesar.

DUNIA | 8 Juli 2020

Remehkan Covid-19, Presiden Brasil Dinyatakan Positif

Presiden Brasil Jair Bolsonaro dinyatakan positif Covid-19 pada hari Selasa (7/7/2020) waktu setempat.

DUNIA | 8 Juli 2020

Sejak Pandemi, 123.000 WNI Berhasil Dipulangkan ke RI

Hingga kini, masih banyak WNI khususnya yang memiliki izin tinggal, masih bertahan di luar negeri.

DUNIA | 7 Juli 2020

Fosil Ikan Predator Raksasa 70 Juta Tahun Ditemukan

Fosil karnivora yang memiliki gigi tajam

NASIONAL | 7 Juli 2020

Kasus Covid-19 di Amerika Tembus 3 Juta

Jumlah kematian akibat Covid-19 di Amerika juga menjadi yang tertinggi di dunia, yakni 132.947.

DUNIA | 7 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS