Polisi Nigeria Bebaskan 150 Siswa yang Disiksa di Sekolah
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Polisi Nigeria Bebaskan 150 Siswa yang Disiksa di Sekolah

Minggu, 20 Oktober 2019 | 18:44 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Abuja, Beritasatu.com- Aparat kepolisian membebaskan hampir 150 siswa dari sekolah di Nigeria utara. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Minggu (20/10), operasi pembebasan ini merupakan yang keempat dalam sebulan. Dengan demikian, total siswa yang dirilis dari sekolah-sekolah agama di Nigeria utara menjadi lebih dari 1.000 anak.

Pada Sabtu (19/10), polisi mengatakan aparat telah membebaskan hampir 150 siswa dari satu sekolah yang mengklaim telah mengajarkan Al-Quran tetapi sebaliknya justru menyiksa anak-anak.

Tindakan ini merupakan operasi polisi yang keempat dalam sebulan dan membuat jumlah siswa yang dibebaskan dari sekolah-sekolah agama di Nigeria utara menjadi lebih dari 1.000 anak.

Serangan itu akan memberi tekanan lebih besar kepada Presiden Muhammadu Buhari untuk mengambil tindakan terhadap sekolah-sekolah Islam yang diatur secara longgar bernama Almajiris, yang menurut para ahli mengajar jutaan anak-anak di sebagian besar Muslim di Nigeria utara.

Gubernur negara bagian Kaduna, Nasir El Rufai, memerintahkan penggerebekan sekolah reformasi Islam di Rigasa, Para siswa yang ditawan dikumpulkan kemudian di satu kamp. Mereka berbaris dengan seragam merah marun ketika para pejabat negara mengumpulkannya.

“Tidak seperti sekolah-sekolah lain, setidaknya 22 dari 147 siswa yang dibebaskan adalah perempuan,” kata Hafsat Baba, komisaris Kaduna untuk layanan kemanusiaan mengatakan kepada Reuters.

Kondisi para siswa yang dibebaskan tidak jelas.

Seorang pejabat mengatakan bahwa sekolah itu dimiliki oleh orang yang sama yang memiliki salah satu sekolah yang digerebek di negara bagian Katsina yang berdekatan awal pekan ini. Para pengurusnya telah ditangkap oleh polisi.

Anak-anak itu dibebaskan dari sekolah lain selama sebulan terakhir - termasuk dua minggu ini. Mereka dirantai ke dinding, dipukuli bahkan dianiaya secara seksual.

Di lokasi penggerebekan lain, beberapa orang tua berpikir anak-anak mereka akan dididik dan bahkan membayar uang sekolah. Keluarga lain mengirim anggota keluarga yang nakal atau yang miskin kepada sekolah tersebut untuk disiplin.

Pada Juni lalu, Buhari, yang berasal dari negara bagian Katsina, mengatakan bahwa ia berencana untuk melarang Almajiris. Tapi pada akhirnya dia tidak segera melakukannya.

"Tidak ada pemerintah demokratis yang bertanggung jawab akan mentolerir keberadaan kamar penyiksaan dan pelanggaran fisik terhadap para tahanan atas nama rehabilitasi para korban," bunyi pernyataan kantor Presiden Nigeria.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Gunakan Peta Tiongkok Tanpa Taiwan, Christian Dior Minta Maaf

Christian Dior telah menjadi merek asing terbaru yang meminta maaf kepada Tiongkok. Dior menggunakan peta Beijing tanpa menggambarkan Taiwan sebagai wilayahnya.

DUNIA | 20 Oktober 2019

PM Singapura Ucapkan Selamat Atas Pelantikan Presiden Jokowi

Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengucapkan selamat atas pelantikan Joko Widodo sebagai presiden Indonesia untuk masa jabatan kedua.

DUNIA | 20 Oktober 2019

Meskipun Ada Penolakan, Venezuela Menangi Kursi Dewan HAM PBB

Venezuela memenangi kursi di Dewan HAM Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) meskipun ada banyak penolakan.

DUNIA | 19 Oktober 2019

Jumatan, Masjid Afghanistan Dibom, 62 Tewas

etidaknya 62 orang telah tewas dan belasan lainnya terluka oleh satu ledakan bom saat salat Jumat (18/10) di masjid di Afghanistan.

DUNIA | 19 Oktober 2019

Aparat Malaysia Gagalkan Upaya Penyelundupan Narkoba dalam Durian

Pihak berwenang Malaysia menyatakan pada Jumat (18/10) telah menggagalkan upaya penyelundupan 6,1 kg heroin yang disembunyikan dalam pengiriman durian beku.

DUNIA | 19 Oktober 2019

Mahathir Mohamad Akan Hadiri Pelantikan Jokowi

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad akan menghadiri upacara pelantikan Presiden Joko Widodo, Minggu (20/10/2019).

DUNIA | 19 Oktober 2019

Makan Siang di Sekolah Jadi Kunci Obesitas Rendah pada Anak di Jepang

Selain masyarakat yang sadar kesehatan dan pemeriksaan ruting pada anak, program makan siang sekolah nasional juga memainkan peranan kunci.

DUNIA | 19 Oktober 2019

Diplomasi HAM Indonesia Unggul dari Jepang dan Korsel

Diplomasi Indonesia terkait perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) lebih unggul dibandingkan Jepang dan Korea Selatan (Korsel).

DUNIA | 18 Oktober 2019

Menkeu AS akan Kembali Bertemu dengan Wakil PM Tiongkok

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Steven Mnuchin, mengatakan bahwa dia kemungkinan akan kembali bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Liu He.

DUNIA | 18 Oktober 2019

Malaysia Akan Larang Penjualan Rokok Elektrik

Malaysia akan mengeluarkan peraturan yang melarang penjualan dan penggunaan rokok elektrik.

DUNIA | 18 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS