Gunakan Peta Tiongkok Tanpa Taiwan, Christian Dior Minta Maaf
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Gunakan Peta Tiongkok Tanpa Taiwan, Christian Dior Minta Maaf

Minggu, 20 Oktober 2019 | 17:22 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / Unggul Wirawan

Paris, Beritasatu.com- Christian Dior telah menjadi merek asing terbaru yang meminta maaf kepada Tiongkok. Dior menggunakan peta Beijing tanpa menggambarkan Taiwan sebagai wilayahnya.

Seperti dilaporkan BBC, Kamis (17/10), merek mewah Prancis itu dikritik di media sosial Tiongkok setelah seorang karyawan dilaporkan menggunakan peta Tiongkok dalam presentasi yang mengecualikan Taiwan.

Taiwan telah memerintah sendiri sejak 1950-an, tetapi kebijakan resmi Beijing adalah bahwa pulau itu adalah provinsi Tiongkok.

Dior meminta maaf atas "kesalahan dalam representasi" yang dilakukan oleh seorang karyawan.

Isu peta tersebut pecah setelah satu video diposting daring secara anonim mengklaim menunjukkan seorang karyawan Dior memberikan ceramah di satu universitas di Tiongkokdan menunjukkan peta.

Tampilan peta itu memicu reaksi besar di media sosial, karena orang-orang mengeluh bahwa Dior tidak menghormati klaim teritorial Tiongkok.

"Pernyataan Dior" adalah salah satu dari 10 item paling banyak dicari di Weibo pada Kamis (17/10).

"Perusahaan pertama sangat meminta maaf atas kejadian pada 16 Oktober 2019 saat seorang anggota tim SDM Dior memberikan presentasi ketika [karyawan] melakukan kesalahan dalam representasi dan memberikan penjelasan yang salah," kata perusahaan itu dalam pernyataan.

Christian Dior menyatakan telah melakukan "penyelidikan yang intensif", dan menambahkan bahwa itu akan "secara serius menangani" masalah ini.

"Dior selalu menghormati dan menjunjung tinggi prinsip satu Tiongkok, dengan sangat menjunjung tinggi hak-hak Tiongkok dan kedaulatan penuh, menghargai perasaan warga Tionghoa," tambahnya.

Menantang Klaim

Dalam beberapa tahun terakhir, pengguna media sosial Tiongkok secara agresif mengejar perusahaan yang mereka yakini menantang klaim teritorial Tiongkok.

Tiongkok adalah pasar besar untuk merek-merek mewah, sehingga merek-merek itu tidak ingin mengambil risiko kehumasan negatif atau boikot dengan menyinggung konsumen Tiongkok.

Pada Agustus lalu, Versace meminta maaf setelah gambar pada salah satu kausnya tampak menyiratkan Hong Kong dan Makau adalah wilayah independen.

Coach dan Givenchy juga menghadapi reaksi baru-baru ini atas representasi wilayah Tiongkok pada beberapa produk pakaian.

Maskapai penerbangan dan jaringan hotel juga harus meminta maaf setelah mendaftarkan Taiwan sebagai negara terpisah pada menu pemesanan mereka, bukan sebagai bagian dari Tiongkok.

Awal pekan ini, Vietnam melarang film animasi Abominable di atas deretan peta lainnya. Film tersebut, pertalian pertama antara Dreamworks dan Pearl Studio Tiongkok, secara singkat menampilkan peta yang menunjukkan wilayah Laut China Selatan yang diklaim oleh Vietnam sebagai wilayah Tiongkok.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

PM Singapura Ucapkan Selamat Atas Pelantikan Presiden Jokowi

Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengucapkan selamat atas pelantikan Joko Widodo sebagai presiden Indonesia untuk masa jabatan kedua.

DUNIA | 20 Oktober 2019

Meskipun Ada Penolakan, Venezuela Menangi Kursi Dewan HAM PBB

Venezuela memenangi kursi di Dewan HAM Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) meskipun ada banyak penolakan.

DUNIA | 19 Oktober 2019

Jumatan, Masjid Afghanistan Dibom, 62 Tewas

etidaknya 62 orang telah tewas dan belasan lainnya terluka oleh satu ledakan bom saat salat Jumat (18/10) di masjid di Afghanistan.

DUNIA | 19 Oktober 2019

Aparat Malaysia Gagalkan Upaya Penyelundupan Narkoba dalam Durian

Pihak berwenang Malaysia menyatakan pada Jumat (18/10) telah menggagalkan upaya penyelundupan 6,1 kg heroin yang disembunyikan dalam pengiriman durian beku.

DUNIA | 19 Oktober 2019

Mahathir Mohamad Akan Hadiri Pelantikan Jokowi

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad akan menghadiri upacara pelantikan Presiden Joko Widodo, Minggu (20/10/2019).

DUNIA | 19 Oktober 2019

Makan Siang di Sekolah Jadi Kunci Obesitas Rendah pada Anak di Jepang

Selain masyarakat yang sadar kesehatan dan pemeriksaan ruting pada anak, program makan siang sekolah nasional juga memainkan peranan kunci.

DUNIA | 19 Oktober 2019

Diplomasi HAM Indonesia Unggul dari Jepang dan Korsel

Diplomasi Indonesia terkait perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) lebih unggul dibandingkan Jepang dan Korea Selatan (Korsel).

DUNIA | 18 Oktober 2019

Menkeu AS akan Kembali Bertemu dengan Wakil PM Tiongkok

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Steven Mnuchin, mengatakan bahwa dia kemungkinan akan kembali bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Liu He.

DUNIA | 18 Oktober 2019

Malaysia Akan Larang Penjualan Rokok Elektrik

Malaysia akan mengeluarkan peraturan yang melarang penjualan dan penggunaan rokok elektrik.

DUNIA | 18 Oktober 2019

WHO: Konsumsi Alkohol Rusia Turun 43%

Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan konsumsi alkohol di Rusia telah turun hingga 43%, sejak 2003 hingga 2016.

DUNIA | 18 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS