Terima Dana 1MDB, Adik Najib Didenda
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Terima Dana 1MDB, Adik Najib Didenda

Kamis, 10 Oktober 2019 | 06:30 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Kuala Lumpur, Beritasatu.com- Malaysia telah menjatuhkan sanksi denda pada adik mantan perdana menteri Najib Razak dan orang-orang dan perusahaan lain karena menerima uang dari dana negara 1MDB. Hal itu diumumkan kepala anti-korupsi negara itu, Senin (7/10).

Penyelidik Malaysia dan Amerika Serikat (AS) menyatakan sekitar dana US $ 4,5 miliar (sekitar Rp 63,8 triliun) disalahgunakan dari 1Malaysia Development Berhad (1MDB), didirikan pada 2009 oleh Najib.

Najib, yang kalah dalam pemilihan umum tahun lalu, kini menghadapi puluhan tuduhan korupsi dan pencucian uang dana 1MDB. Namun dia mengaku tidak bersalah.

Latheefa Koya, kepala Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC), mengatakan badan penyidik tersebut bertujuan untuk merebut kembali RM420 juta (US $ 100 juta atau Rp 1,41triliun) dari individu dan entitas yang diduga menerima dana dicuci melalui akun yang terhubung dengan Najib.

“Kami telah mengeluarkan pemberitahuan majemuk terhadap semua orang dan entitas ini untuk tujuan mereka membayar denda,” kata Latheefa, menambahkan bahwa mereka dapat didenda hingga 2,5 kali jumlah yang diterima.

Menurut Latheefa, orang-orang itu termasuk saudara Najib, Nazir Razak, mantan ketua bank terbesar kedua Malaysia, CIMB, dan Shahrir Abdul Samad, mantan ketua badan minyak sawit negara Felda. Nazir telah menerima cek sekitar RM25,7 juta (Rp86,7 miliar), dari 1MDB.

Seorang juru bicara Nazir tidak segera menanggapi permintaan komentar. Shahrir menolak berkomentar. Dana juga didistribusikan ke perusahaan, partai politik dan organisasi yang terkait dengan koalisi Najib, dari daftar yang disediakan oleh MACC menunjukkan.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Bawa Sabu-sabu 8 Kg, Wanita WNI Ditangkap Aparat Filipina

Pihak berwenang Filipina menangkap seorang wanita berkewarganegaraan Indonesia berinisial AA yang membawa 8 kg sabu-sabu pada Senin (7/10).

DUNIA | 10 Oktober 2019

Presiden Jokowi Hadiri Wisuda Kaesang

Presiden Joko Widodo menghadiri wisuda putra bungsunya Kaesang Pangarep di Singapore University of Social Sciences (SUSS) pada Rabu (9/10/2019).

DUNIA | 9 Oktober 2019

Sumber PM Inggris Sebut Kesepakatan Brexit Mustahil

Sumber dari kantor perdana menteri (PM) Inggris Boris Johnson menyatakan kesepakatan Brexit “pada dasarnya mustahil” setelah pembicaraan telepon antara Johnson dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

DUNIA | 9 Oktober 2019

Otoritas Hong Kong Tangkap 77 Orang yang Langgar Larangan Masker

Otoritas Hong Kong, Selasa (8/10), menangkap 77 orang karena melanggar larangan anti-masker yang diberlakukan akhir pekan lalu.

DUNIA | 9 Oktober 2019

Kontestan Meksiko Raih Mahkota Miss Tourism World 2019

Kontestan asal Meksiko Michelle Hewitt Zapata memenangi mahkota Miss Tourism World 2019.

DUNIA | 9 Oktober 2019

Trump Ancam Hancurkan Ekonomi Turki

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghancurkan ekonomi Turki pada Senin (7/10).

DUNIA | 8 Oktober 2019

Hak Imunitas Ditolak, Trump Wajib Serahkan Data Pajak

Hakim Pengadilan New York, Amerika Serikat (AS), menolak permohonan imunitas Presiden Donald Trump terkait laporan pengembalian pajaknya.

DUNIA | 8 Oktober 2019

Taiwan: Tiongkok Ancaman di Pasifik

Taiwan menyatakan Tiongkok sedang mempraktikkan “ekspansionisme otoriter” di Pasifik.

DUNIA | 8 Oktober 2019

Polisi Hong Kong Unjuk Kekuatan di Tengah Aksi Protes

Polisi Hong Kong melakukan unjuk kekuatan pada Senin (7/10) malam di distrik yang terpukul bentrokan paling keras saat aksi protes beberapa bulan terakhir

DUNIA | 8 Oktober 2019

Presiden Jokowi dan PM Lee Gelar Pertemuan di Singapura

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo bertolak ke Singapura, Selasa (8/10), untuk menghadiri pertemuan tahunan dengan Perdana Menteri (PM) Lee Hsien Loong.

DUNIA | 8 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS