Perang Dagang AS-Tiongkok, Starbucks dan KFC Khawatir Diboikot
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Perang Dagang AS-Tiongkok, Starbucks dan KFC Khawatir Diboikot

Rabu, 28 Agustus 2019 | 11:44 WIB
Oleh : Jeanny Aipassa / Unggul Wirawan

Beijing, Beritasatu.com- Perusahaan ritel terkenal asal Amerika Serikat (AS), antara lain Starbuks dan KFC, khawatir akan diboikot bahkan dipersulit untuk ekspansi di Tiongkok seiring perang dagang yang memanas antarkedua negara raksasa ekonomi itu.

Pekan lalu, Presiden AS, Donald Trump, telah memperingatkan perusahaan AS yang berinvestasi di Tiongkok untuk segera hengkang, jika tidak ingin terkena imbas dari perang dagang.

Trump bahkan sesumbar bahwa AS siap memutuskan hubungan dagang dengan Tiongkok jika diperlukan. "Kita tidak membutuhkan Tiongkok. Dan, terus terang, akan jauh lebih baik tanpa mereka," ujar Trump dalam cuitannya di akun Twitter pribadinya.

Namun cuitan Trump tersebut membuat panik perusahaan-perusahaan AS yang berinvestasi dan beroperasi di Tiongkok. Kalangan industri telah mempertanyakan keputusan itu kepada Gedung Putih, karena mengkhawatirkan nasib pabrik mereka yang dibuka di Tiongkok, berikut pemasarannya.

Pada Selasa (27/8), giliran sejumlah perusahaan ritel asal AS yang menyampaikan kekhawatiran dengan seruan Presiden Trump untuk hengkang dari Tiongkok. Starbuks dan KFC bahkan khawatir akan diboikot di Tiongkok.

"Saya sangat optimis dengan pasar di Tiongkok untuk jangka panjang. Tapi kami khawatir tak lagi dapat mempercepat ekspansi dan membangun toko baru di Tiongkok (karena perang dagang, Red)," kata CEO Starbucks, Kevin Johnson.

Lebih Besar

Hal senada juga disampaikan manajemen KFC dan McDonald's yang mengakui bahwa penjualan mereka di Tiongkok lebih besar daripada penjualan di AS. Bahkan penjualan kedua perusahaan riyel itu di Tiongkok meruoakan yangv
tertinggi secara global.

Direktur senior urusan pemerintahan di Dewan Bisnis AS-Tiongkok, Anna Ashton, mengakui perusahaan-perusahaan AS secara berkala melaporkan keuntungan besar dari pasar Tiongkok.

Dengan populasi kelas menengah Tiongkok yang berpenghasilan tinggi dan jumlahnya lebih besar dari seluruh populasi AS, peluang untuk menghasilkan uang berlimpah bagi perusahaan AS di Tiongkok memang lebih menjanjikan daripada di AS.

"Sebagian besar perusahaan kami secara konsisten melaporkan setiap tahun bahwa pasar Tiongkok menguntungkan mereka. Dan, tidak hanya menguntungkan tetapi lebih menguntungkan daripada operasi mereka secara keseluruhan," kata Ashton.

Menurut dia, perang dagang yang diluncurkan Trump terhadap Tiongkok memang menyasar soal tarif impor produk industri. Tetapi perusahaan lain akan ikut terkena imbas, mengingat Tiongkok dapat melakukan aksi balasan dengan memboikot produk AS termasuk perusahaan ritel asal AS yang beroperasi di Tiongkok.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Istri Diejek, Presiden Macron Kecam Bolsonaro

Alih-alih menaruh perhatian serius atas kebakaran hutan Amazon, Presiden Brasil Jair Bolsonaro malah mengomentari istri orang di media sosial.

DUNIA | 27 Agustus 2019

Banjir di Sudan, Jumlah Korban Tewas Jadi 62 Orang

Hujan deras dan banjir bandang telah menewaskan 62 orang di Sudan dan menyebabkan 98 orang lainnya cedera.

DUNIA | 27 Agustus 2019

KTT G-7 Berakhir Tanpa Konsensus Berarti

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok tujuh negara maju atau Group 7 (G-7), di Biarritz, Prancis, berakhir tanpa konsensus berarti.

DUNIA | 27 Agustus 2019

Presiden Brasil: Jangan Perlakukan Amazon seperti Koloni

Kelompok negara ekonomi maju G7 menjanjikan sekitar US$ 40 juta (Rp 569,2 miliar) untuk membantu Brazil dalam mengatasi kebakaran di hutan Amazon.

DUNIA | 27 Agustus 2019

Trump: India dan Pakistan Bisa Tangani Perselisihan Sendiri

Presiden AS Donald Trump menyatakan India dan Pakistan bisa menangani sendiri perselisihan mereka terkait Kashmir.

DUNIA | 27 Agustus 2019

Di Seoul, Megawati Jadi Pembicara Bersama Eks Kanselir Jerman

Megawati akan menjadi pembicara pertama dalam forum perdamaian di Korea itu.

DUNIA | 26 Agustus 2019

Megawati: Dulu Jerman Bisa Bersatu, Korea Juga Bisa

"Saya sangat yakin mereka akan menjadi satu negara kembali."

DUNIA | 27 Agustus 2019

Bentrokan Terbaru, Polisi Hong Kong Tangkap 36 Demonstran

Polisi Hong Kong, Senin (25/8), menyatakan telah menangkap 36 orang dengan usia termuda 12 tahun dalam bentrokan terbaru dengan demonstran

DUNIA | 26 Agustus 2019

200.000 Rohingya Gelar Peringatan “Hari Genosida”

Sekitar 200.000 warga Rohingya menggelar aksi unjuk rasa di kamp Bangladesh, Minggu (25/8) untuk menandai dua tahun aksi kekerasan tentara Myanmar

DUNIA | 26 Agustus 2019

Australia Blokir Konten Ekstremis di Internet

Australia akan memblokir akses ke domain internet yang menampung materi teroris selama peristiwa krisis.

DUNIA | 26 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS