PBB: Tingkat Kemiskinan di Malaysia Jauh Lebih Tinggi
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

PBB: Tingkat Kemiskinan di Malaysia Jauh Lebih Tinggi

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 20:19 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

Kuala Lumpur, Beritasatu.com- Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk kemiskinan ekstrim dan hak asasi manusia (HAM), Philip Alston, membantah pernyataan Malaysia bahwa negara itu hampir berhasil menghapuskan kemiskinan. Alston menegaskan angka resmi kemiskinan di Malaysia sangat tidak akurat dan tidak mencerminkan kenyataan di lapangan.

Tingkat kemiskinan di Malaysia dilaporkan turun dari 49% pada 1970 menjadi hanya 0,4 persen pada 2016. Terkait hal itu, Alston menyatakan angka-angka resmi pemerintah didasarkan pengukuran yang sudah ketinggalan zaman, ditambah garis kemiskinan masih dipertahankan pada tingkat yang sama selama puluhan tahun meskipun biaya hidup semakin tinggi.

Alston mengatakan dari analisis yang dilakukan oleh kelompok-kelompok independen disimpulkan bahwa Malaysia mengalami “kemiskinan signifikan” dan tingkat kemiskinan sebenarnya adalah 15 persen.

“Angka resmi pemerintah akan menjadikannya (Malaysia) juara dunia dalam menghapuskan kemiskinan, tapi saya pikir cukup jelas bukan itu masalahnya,” ujar Alston dalam konferensi pers hari Jumat (23/8) saat kunjungannya selama 11 hari ke Malaysia.

Kantor Perdana Menteri Mahathir Mohamad dan Kementerian Keuangan belum memberikan tanggapan atas penilaian Alston.

Menurut Alston, garis kemiskinan nasional yang ditetapkan Pemerintah Malaysia “konyol” yakni senilai 980 ringgit (Rp 3,3 juta) per rumah tangga per rumah. Itu artinya, keluarga perkotaan dengan empat anggota keluarga harus bertahan dengan 8 ringgit (sekitar Rp 27.000) atau kurang dari US$ 2 per orang per hari.

“Ini tidak bisa dilakukan kecuali dalam keadaan benar-benar mengerikan,” katanya.

Alston menambahkan penghitungan yang rendah untuk tingkat kemiskinan menyebabkan kurangnya efektivitas dalam kebijakan pemerintah untuk mengatasi masalah itu. Dia mengatakan terlalu banyak program-program yang kurang dana atau tidak efektif.



Sumber:Suara Pembaruan

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Gagal Repatriasi Rohingya, Myanmar Salahkan Bangladesh

Myanmar menyalahkan Bangladesh atas kegagalan kedua kalinya untuk melakukan repatriasi warga Rohingya.

DUNIA | 24 Agustus 2019

Presiden Brazil Kerahkan Tentara Atasi Kebakaran Hutan Amazon

Presiden Brazil Jair Bolsonaro mengesahkan perintah untuk mengerahkan angkatan bersenjata negara itu dalam membantu penanganan kebakaran di hutan hujan Amazon.

DUNIA | 24 Agustus 2019

Longsor di Sichuan, Tiongkok, 9 Tewas dan 35 Hilang

Sembilan orang telah tewas dan 35 orang dinyatakan masih hilang setelah serangkaian tanah longsor di wilayah otonom di provinsi Sichuan, Tiongkok barat daya.

DUNIA | 24 Agustus 2019

Presiden Erdogan Pastikan Kunjungi Indonesia di Awal Tahun 2020

Presiden Erdogan terakhir kali melakukan kunjungan ke Jakarta pada 2015.

DUNIA | 24 Agustus 2019

Trump Juga Umumkan Tarif Baru untuk Tiongkok

Tak hanya memerintahkan perusahaan Amerika Serikat (AS) meninggalkan Tiongkok, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump juga mengumumkan tarif tambahan.

DUNIA | 24 Agustus 2019

Ribuan Jemaah Haji Indonesia Berangsur Tinggalkan Makkah

Ribuan anggota jemaah haji Indonesia mulai berangsur meninggalkan Kota Mekkah setelah puncak musim haji rampung.

DUNIA | 24 Agustus 2019

Telan 68 Paket Kokain, WN Kenya Ditangkap

Pada Rabu (21/8), pihak berwenang Thailand memergoki pria Kenya yang mencoba menyelundupkan lebih dari 60 paket kokain dalam perutnya

DUNIA | 23 Agustus 2019

Merkel Sampaikan Ultimatum Brexit saat Kunjungan Johnson

Kanselir Jerman Angela Merkel memberikan ultimatum kepada Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson untuk menyampaikan rencana baru Brexit dalam tenggat waktu 30 hari.

DUNIA | 23 Agustus 2019

Tiongkok Dorong Kerja Sama Trilateral Bersama Korsel dan Jepang

Tiongkok sangat mementingkan kerja sama dengan Korea Selatan (Korsel) dan Jepang dan siap mengupayakan tingkat kerja sama trilateral.

DUNIA | 23 Agustus 2019

Korsel Akhiri Kerja Sama Intelijen Jepang

Jepang mengecam keras pembatalan sepihak kerja sama intelijen yang dilakukan Korea Selatan (Korsel).

DUNIA | 23 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS