Gagal Atasi Wabah Ebola, Menteri Kesehatan Kongo Mundur
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Gagal Atasi Wabah Ebola, Menteri Kesehatan Kongo Mundur

Selasa, 23 Juli 2019 | 20:06 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

Goma, Beritasatu.com- Menteri Kesehatan Kongo, Oly Ilunga, mengundurkan diri pada Senin (22/7) setelah dianggap gagal dalam mengatasi wabah Ebola di negara itu.

Ilunga lewat surat pengunduran dirinya, mengecam keputusan Presiden Kongo Felix Tshisekedi untuk menggantinya dari kepala tim tanggap darurat Ebola.

Oly juga mengkritik apa yang disebutnya sebagai tekanan dari luar untuk meluncurkan vaksin eksperimental terbaru untuk Ebola. Wabah Ebola telah menewaskan lebih dari 1.700 orang sepanjang tahun lalu dan diumumkan sebagai darurat kesehatan internasional oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Presiden Tshisekedi pada Sabtu (20/7) menunjuk tim dipimpin oleh Jean-Jacques Muyembe, kepala institut penelitian biomedis Kongo, untuk mengatur situasi pemerintah terkait posisi Ilunga.

Vaksin terbaru Ebola diproduksi oleh Johnson & Johnson dan didukung oleh WHO. Namun, vaksi tersebut belum dipakai di Kongo karena penolakan dari Ilunga. Vaksin tersebut dibuat untuk melengkapi perawatan Merck yang telah diberikan kepada 170.000 orang dan terbukti efektif.

Ilunga mengatakan vaksin J&J tidak terbukti efektif dan penyebaran kedua akan membingungkan rakyat di Kongo sebelah timur, dimana para pekerja kesehatan berjuang mengatasi penyebaran informasi yang salah tentang demam berdarah serta kebencian sporadis.

Sementara itu, J&J mengatakan vaksinnya aman, serta telah melewati fase uji coba pertama dan telah dicoba kepada setidaknya 5.000 sukarelawan. Perusahaan itu menyatakan vaksin bisa diberikan kepada wilayah yang belum tertular Ebola untuk menghalangi penyebaran epidemi tersebut.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dituduh Korupsi, Menkeu Kenya Ditahan

Menteri Keuangan Kenya Henry Rotich dan 27 pejabat keuangan lainnya telah ditahan atas tuduhan korupsi.

DUNIA | 23 Juli 2019

Huawei Akan Pecat 600 Pegawai di AS

Para karyawan yang memenuhi syarat akan ditawarkan paket pesangon, termasuk gaji dan tunjangan.

DUNIA | 23 Juli 2019

Jemaah Haji Rawan Terpisah dari Rombongan

Kementerian Agama RI mencatat peningkatan angka jemaah yang terpisah dari rombongannya, rata-rata 25 orang.

DUNIA | 23 Juli 2019

Masjid Berumur 1.200 Tahun Ditemukan di Israel

Para arkeolog menemukan reruntuhan 1.200 tahun di padang pasir, kota Rahat di gurun Negev, Israel.

DUNIA | 23 Juli 2019

WN Selandia Baru Serahkan 10.000 Pucuk Senjata Api

Warga Selandia Baru telah menyerahkan lebih dari 10.000 senjata, komponen-komponen dan aksesori senjata dalam minggu pertama skema pembelian kembali.

DUNIA | 23 Juli 2019

Demonstran Hong Kong Diserang Geng Preman

Sekelompok pria bertopeng yang dipersenjatai dengan tongkat menyerbu satu stasiun kereta api di distrik Yuen Long, Hong Kong pada Minggu (21/7).

DUNIA | 22 Juli 2019

Benjamin Netanyahu Jadi PM Israel Terlama

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menjadi pemimpin terlama di negara itu.

DUNIA | 22 Juli 2019

Kebakaran Hutan di Portugal, 1.000 Pemadam Dikerahkan

Lebih dari 1.000 petugas pemadam kebakaran menghadapi kebakaran hutan di Portugal tengah, Minggu (21/7).

DUNIA | 22 Juli 2019

Kapal Inggris Diminta Hindari Selat Hormuz

Pemerintah Inggris telah memerintahkan agar semua kapal asal negara tersebut menghindari Selat Hormuz, pascaditahannya kapal tanker “Stena Impero” oleh militer Iran, pekan lalu.

DUNIA | 22 Juli 2019

Gelombang Panas Pengaruhi Produksi Anggur di Prancis

Prancis bersama Spanyol dan Italia merupakan produsen dan eksportir anggur terbesar di dunia.

DUNIA | 21 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS