Efek Gas Air Mata Juga Berdampak pada Pernapasan

Efek Gas Air Mata Juga Berdampak pada Pernapasan
Sejumlah korban tembakan gas air mata dalam kericuhan demonstrasi di DPR/MPR Senayan menjalani perawatan intensif medis di RS Mintohardjo Jakarta Pusat, Selasa 24 September 2019 malam. ( Foto: Antara / Andi Firdaus )
Winda Ayu Larasati / WIN Rabu, 25 September 2019 | 16:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gas air mata tidak hanya berdampak pada mata, namun juga bisa menimbulkan masalah kesehatan lain seperti sesak napas.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dilansir dari Klikdokter.com, pernapasan dapat terganggu akibat tembakan gas air mata.

"Selain mata, pernapasan bisa terganggu akibat tembakan gas air mata. Biasanya, gejala ditimbulkan berupa batuk, sesak napas, rasa sakit di dada dan banyak dahak yang keluar," kata Dyah Novita.

Selain itu, gas air mata juga bisa menimbulkan masalah pada kulit. Gejala yang dapat dirasakan adalah nyeri, gatal, reaksi alergi, dan luka bakar kimia.

Gas air mata tidak memiliki efek jangka panjang bagi kesehatan. Efeknya perlahan hilang beberapa menit setelah terkena paparan gas.

Sebagai bentuk antisipasi dari gas air mata, sebaiknya Anda menjauhi tempat demo dan mencari tempat lebih aman untuk berlindung. Namun, jika sudah terkena gas air mata, segera cuci mata dan kilit agar zat kimia dari gas air mata tidak memberikan efek yang merugikan pada kesehatan.



Sumber: Klikdokter.com, Antara