Cara Mengatasi Anak Picky Eater

Cara Mengatasi Anak Picky Eater
Kegiatan Health Talk & Press Confrence "Siasati Pemberian Makan Anak" di Jakarta, Jumat 19 Oktober 2018. ( Foto: Investor Daily/Indah Handayani )
Indah Handayani / FER Jumat, 19 Oktober 2018 | 17:19 WIB

Jakarta - Banyak orang tua yang salah kaprah menyiasati picky eater dengan memberikan susu sebagai solusi. Padahal, susu sebetulnya hanya sebagai pelengkap.

Dokter Spesialis Anak & Konsultan Tumbuh Kembang, Prof Dr dr Rini Sekartini SpA(K) mengatakan, susu merupakan salah satu asupan makanan untuk anak pada masa bayi, terutama 6 bulan pertama ASI (Air Susu Ibu). Setelah 6 bulan, ditambahkan MPASI (Makanan Pendamping ASI) sebagai pelengkap karena kebutuhan anak meningkat.

"Setelah 1 tahun anak dapat diberikan makanan keluarga, berupa nasi lauk pauk, sayur dan buah plus susu sebagai pelengkap," ungkap Prof Rini di Jakarta, Jumat (19/10).

Prof Rini menambahkan, sebaiknya orang tua tidak hanya mengandalkan susu untuk memenuhi kecukupan gizi anak. Berikan makanan seimbang yang kaya nutrisi, termasuk kecukupan zat besi di setiap usia. Biasanya, kondisi picky eater disebabkan kurangnya variasi makanan.

"Anak tidak boleh memilih makanan yang disukai, suasana di rumah tidak menyenangkan, kurang perhatian orangtua, atau contoh yang kurang baik dari orangtua," paparnya.

Psikolog anak, Tari Sanjoyo Psi menyarankan orangtua untuk tidak panik menghadapi gejala picky eater, namun juga tidak boleh menganggap sepele. Bila tidak diatasi dengan tepat, dapat menyebabkan anak menjadi malas makan.

"Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas fisik anak. Seharusnya anak bersemangat mengeksplorasi banyak hal agar tumbuh sehat dan cerdas. Picky eater juga bisa menyebabkan anak terasingkan dari pergaulannya," jelasnya.

VP Research & Development and Regulatory SOHO Global Health, Raphael Aswin Susilowidodo, menyatakan, picky eater bisa disiasati dengan merangsang nafsu makan anak menggunakan temulawak atau curcuma xanthorrhiza. Temulawak merupakan herbal asli Indonesia yang telah digunakan turun temurun dan juga memiliki manfaat kesehatan yang sangat luas. Secara tradisional temulawak dikenal dapat meningkatkan nafsu makan yang sehat, digunakan untuk mengobati diare, malaria dan cacingan.

"Kami pun melakukan uji epigenetic untuk melihat dan menggali potensi-potensi dari temulawak. Hasil penelitian epigenetic yang kami lakukan, mendukung berbagai khasiat kesehatan dari temulawak mulai dari kesehatan pencernaan, antiinflamasi, sampai dengan antickanker," tambahnya.



Sumber: Investor Daily