5 Cara Cerdas Gunakan Obat

5 Cara Cerdas Gunakan Obat
ilustrasi obat ( Foto: ist / ist )
Mardiana Makmun / MAR Rabu, 10 Oktober 2018 | 19:56 WIB

Jakarta – Obat akan berkhasiat bila digunakan dengan tepat dan bijak. Sayangnya, masyarakat kerap mengabaikan aturan pakainya. Selain tidak berkhasiat, penggunaan obat yang tak benar juga akan berisiko membahayakan pasien.

Ahli farmasi dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Indri Mulyana Bunyamin S.Farm, Apt, menjelaskan, ada 5 cara cerdas menggunakan obat.

“Pertama, Ketahui nama obat dan kandungan/bahan aktif obat. Kedua, cara penggunaan obat. Ketiga, dosis obat. Keempat, efek samping penggunaan obat, dan kelima, indikasi atau kontraindikasi obat,” papar Indri dalam media gahering bertema Be Smart and Fun with Your Pharmacist yang diselenggarakan IAI dalam rangka World Pharmacist Day di Jakarta baru-baru ini.

1. Nama obat
Nama obat, kata Indri, bisa berbeda-beda, tergantung merek. Namun, kandungan obat atau bahan aktifnya sama. “Misal kandungan atau bahan aktif paracetamol. Nama obat atau mereknya bermacam-macam. Namun khasiatnya sama, yaitu sebagai analgesik atau pereda nyeri dan antipiretik atau pereda demam. Konsumen harus tahu kandungan obatnya, jangan terpaku hanya pada merek saja,” jelas Indri.

2. Cara penggunaan obat
Ada banyak cara penggunaan yang harus diketahui pasien. “Untuk obat sakit mag misalnya. Kalau disuruh dikunyah, ya jangan langsung ditelan. Dikunyah itu maksudnya supaya lebih efektif menurunkan asam lambung,” jelas apoteker lulusan Universitas Indonesia.

Pastikan minum obat dengan air putih. “Air teh mengandung tanin yang bisa mengikat zat aktif dalam obat. Begitu juga dengan susu, jangan minum obat dengan susu atau berdekatan dengan minum susu. Protein susu bisa mengikat kandungan aktif pada obat sehingga obat menjadi tak berkhasiat,” jelas Indri.

3. Dosis obat
Dosis obat harus benar-benar diperhatikan. Pastikan gunakan sendok atau takaran obat yang diberikan apotek. “Kalau menggunakan sendok makan, ukuran sendok makan tidak standar. Ada yang cembung, ada yang ceper,” ujarnya.

4. Efek samping obat

Pasien juga harus tahu apa sajakah efek samping yang ditimbulkan obat. “Misal pada obat tekanan darah tinggi, biasanya bersifat diuretik atau menyebabkan sering buang air kecil. Karena itu jangan diminum malam hari jelang tidur karena pasien akan terbangun terus untuk buang air kecil,” jelas Indri.

5. Indikasi/Kontraindikasi
Indikasi atau sebaliknya, kontraindikasi, adalah syarat orang boleh atau tidak boleh mengonsumsi obat tersebut. “Misal ada obat yang tidak boleh digunakan oleh penderita penyakit hati atau tidak boleh dikonsumi oleh perempuan hamil dan sebagainya,” kata Indri.



Sumber: Investor Daily