Tips Mengemudi Irit BBM dari Suzuki

Tips Mengemudi Irit BBM dari Suzuki
Sebuah mobil Suzuki All New Ertiga diisi bahan bakar sebelum menjalani uji tingkat konsumsi BBM di pabrik perakitan di Cikarang, Jawa Barat, 28 Agustus 2019. ( Foto: Beritasatu / Heru Andriyanto )
Heru Andriyanto / HA Rabu, 28 Agustus 2019 | 11:15 WIB

Cikarang, Beritasatu.com - Mobil-mobil produksi sekarang ini makin dirancang untuk lebih hemat bahan bakar. Namun, keunggulan teknologi yang demikian bisa menjadi percuma karena perilaku ceroboh dari pengemudi.

"Kami menghadirkan produk-produk yang hemat bahan bakar dan terus berusaha bagaimana bisa improve. Misalnya dengan sasis yang 50 kg lebih ringan dari sebelumnya," kata Donny Saputra, direktur marketing PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) di Cikarang, Rabu (28/8/2019).

"Namun yang paling penting dalam hal ini adalah manusianya. Artinya, driving style itu paling menentukan tingkat konsumsi bahan bakar."

Aris Indratmojo dari bagian strategic planning PT SIS memberikan sejumlah petunjuk yang bisa dilakukan pengemudi agar penghematan bahan bakar bisa optimal.

Pertama, menjaga kecepatan maksimal 20 km per jam pada 20 detik pertama mobil berjalan.

"Itu akan mengurangi konsumsi bahan bakar sekitar 11%," kata Aris. Alasannya, saat-saat awal mesin dihidupkan sebelum memulai perjalanan adalah salah satu momen penggunaan bahan bakar tertinggi sehingga harus dihindari akselerasi.

Kedua, tidak terlalu sering menambah dan atau mengurangi kecepatan secara drastis dan mendadak. "Intinya mengemudi dengan kecepatan yang konstan dengan jarak dan kecepatan yang aman," ujar Aris.

Ketiga, memanfaatkan engine brake ketika hendak mengurangi kecepatan. Caranya cukup dengan melepas pijakan gas. Dengan cara ini, mobil lebih mudah mendapatkan momentum ketika akan kembali berakselerasi. Jika mengurangi kecepatan dengan pengereman maka untuk berakselerasi lagi gas harus ditekan lebih dalam sehingga konsumsi BBM lebih besar.

"Peghematan bahan bakar dengan cara ini bisa sampai 2 persen," kata Aris. Namun dia mengingatkan engine brake hanya bisa digunakan ketika jarak dengan objek di depan cukup aman.

Keempat, mengurangi penggunaan mesin pengatur suhu kabin atau AC.

"Jika kita menggunakan AC dengan suhu 25 derajat Celsius, maka akan meningkatkan penggunaan bahan bakar sekitar 12 persen," kata Aris. Apalagi jika AC menyala dengan jendela mobil terbuka, karena kompresor AC akan terus bekerja untuk menstabilkan suhu di dalam kabin.

Kelima, tidak perlu terlalu lama memanaskan mesin. Menurut Aris, mobil-mobil modern cukup dipanaskan paling lama 3 menit untuk siap beroperasi. Posisi idling (mobil menyala tetapi diam di tempat) hanya membuang-buang bahan bakar saja, ujarnya.

Keenam, menghindari kemacetan. "Kalau dalam perjalanan yang normalnya bisa kita tempuh dalam 1 jam, maka tambahan 10 menit akan membuat konsumsi bahan bakar naik 14 persen," kata Aris.

Ketujuh, menjaga tekanan ban yang normal. Jika tekanan ban kurang dari 50 kPA (0,5 kg/cm2) maka akan meningkatkan konsumsi bahan bakar 2-4 persen, kata Aris.

Kedelapan, menghindari beban berlebihan pada mobil. "Barang yang beratnya 100 kg menambah konsumsi bahan bakar 3 persen," jelasnya.

Jika cara-cara ini diterapkan, maka konsumsi bahan bakar bisa sangat efisien. Aris bahkan mengklaim salah satu mobil All New Ertiga yang melakukan pengujian oleh media beberapa hari sebelumnya memiliki tingkat konsumsi bahan bakar 1 liter untuk 28 km.



Sumber: BeritaSatu.com