Dunia Kecam Serangan Turki di Suriah

Dunia Kecam Serangan Turki di Suriah
Warga sipil melarikan diri dengan barang-barang mereka di tengah pemboman militer Turki di kota Ras al-Ain di Suriah timur laut di provinsi Hasakeh di sepanjang perbatasan Turki, Rabu (9/10/2019). ( Foto: AFP / Delil SOULEIMAN )
Unggul Wirawan / WIR Kamis, 10 Oktober 2019 | 11:50 WIB

New York, Beritasatu.com- Turki telah melancarkan operasi militer terhadap militer Kurdi di timur laut Suriah, Rabu (9/10) hanya beberapa hari setelah pasukan AS keluar dari daerah itu. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan banyak negara mengecam keras serangan Turki di Suriah.

Kekuatan dunia khawatir serangan Turki dapat mengancam keamanan regional dan memungkinkan kebangkitan kelompok milisi Negara Islam dan Irak dan Suriah (ISIS).

Namun Ankara menyatakan pihaknya justru menargetkan ISIS dan pasukan yang dipimpin Kurdi yang menguasai wilayah di daerah perbatasan. Turki ingin menciptakan apa yang disebut "zona aman", tempat pengungsi Suriah dapat dipindahkan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan setiap operasi militer harus sepenuhnya menghormati Piagam PBB dan hukum humaniter internasional.

“Warga sipil dan infrastruktur sipil harus dilindungi. Sekretaris jenderal percaya bahwa tidak ada solusi militer untuk konflik Suriah,” ujar Juru bicara Farhan Haq.

Presiden Dewan Keamanan PBB, Duta Besar Afrika Selatan Jerry Matthews Matjila, juga mengimbau Turki untuk melindungi warga sipil dan menahan diri.

Ketua Uni Eropa (UE) Jean-Claude Juncker menuntut Turki untuk menghentikan operasi militernya. Kepada Ankara, dia mengatakan blok Uni Eropa tidak akan membayar apapun yang disebut "zona aman" yang mungkin dibuat.



Sumber: Suara Pembaruan