Diancam Saudi, Iran Siap Hadapi Agresi Militer

Diancam Saudi, Iran Siap Hadapi Agresi Militer
Presiden Iran, Hassan Rouhani (tengah) didampingi petinggi militer menyaksikan parade militer tahunan yang menampilkan pasukan dan peralatan perang, di Teheran, Minggu (22/9). ( Foto: AFP / Kepresidenan Iran )
Unggul Wirawan / JAI Senin, 23 September 2019 | 14:35 WIB

Dubai, Beritasatu.com - Garda Revolusi Iran siap mempertahankan keamanan dan kedaulatan negara, serta akan menghancurkan setiap penyerang yang melakukan agresi militer ke negara itu.

Pernyataan itu, disampaikan Kepala Garda Revolusi Iran, Mayor Jenderal Hossein Salami, setelah Iran dituduh sebagai pelaku serangan pada situs-situs minyak Arab Saudi.

“Hati-hati, agresi terbatas tidak akan tetap terbatas. Kami akan mengejar agresor apa pun. Kami mengejar hukuman dan kami akan melanjutkan sampai penghancuran penuh dari setiap penyerang,” kata Hossein Salami dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah, akhir pekan lalu.

Pernyataan serupa juga disampaikan Kepala Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Hossein Khanzadi, seperti dikutip kantor berita resmi Mehr. Menurut Hossein Khanzadi, Angkatan Laut Iran siap mempertahankan perbatasan laut negara itu.

“Hari ini, kekuatan pertahanan Republik Islam Iran berada pada tingkat tertinggi dan pasukan tentara siap untuk mempertahankan perbatasan laut negara. Angkatan Laut Iran akan memberikan reaksi paling menghancurkan dalam waktu sesingkat mungkin,” ujar Hossein Khanzadi.

Kantor berita resmi IRNA melaporkan, Amirali Hajizadeh, yang mengepalai cabang dirgantara Garda Revolusi, mengatakan setiap serangan terhadap Iran akan mendapat "respons yang menghancurkan".

Amirali Hajizadeh berbicara pada eksposisi publik yang disebut "Hunting Vultures", tempat sisa-sisa pesawat nirawak yang jatuh di Iran ditampilkan, bersama dengan sistem pertahanan udara Iran yang menembak jatuh pesawat nirawak militer AS pada Juni.

Reaksi keras sejumlah pejabat tinggi militer Iran tersebut, terkait dengan tuduhan Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS), bahwa Iran terlibat dibalik serangan kilang minyak perusahaan Aramco, pada 14 September 2014.

Pekan lalu, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, telah menyetujui rencana pengiriman pasukan militer untuk meningkatkan pertahanan udara dan rudal Arab Saudi.

Teluk
Sementara itu, Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengatakan akan hadir di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, pekan ini, untuk memaparkan rencana "penciptaan keamanan" di Teluk, bekerja sama dengan negara-negara regional lainnya.

Seorang pejabat senior Saudi mengatakan Riyadh akan menunggu hasil penyelidikan sebelum menanggapi serangan terhadap fasilitas minyaknya, yang dianggap Iran bertanggung jawab.

Jika investigasi menunjukkan serangan fasilitas minyak Arab Saudi memang diluncurkan dari wilayah Iran, kerajaan Arab Saudi akan menganggapnya sebagai tindakan perang. Meskipun demikian, Riyadh saat ini sedang mencari resolusi damai.

Sumber : Reuters/BBC/Al Jazeera



Sumber: Suara Pembaruan