Serangan Koalisi Saudi di Yaman, 100 Orang Tewas

Serangan Koalisi Saudi di Yaman, 100 Orang Tewas
Para responden pertama mencari mayat korban di bawah puing-puing bangunan yang hancur akibat terkena serangan udara dari koalisi yang dipimpin Saudi di Dhamar selatan ibu kota Sanaa, Yaman, Minggu (1/9/2019). ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Senin, 2 September 2019 | 20:57 WIB

Sanaa, Beritasatu.com- Seorang pejabat Palang Merah memperkirakan bahwa serangan udara Saudi menewaskan sedikitnya 100 orang di satu penjara Yaman, Minggu (1/9). Para petugas medis telah dikirim ke tempat yang tampaknya menjadi lokasi serangan paling mematikan di Yaman pada tahun 2019.

Menurut Komite Palang Merah Internasional (ICRC), serangan udara menghantam pusat penahanan yang terletak di satu gedung perguruan tinggi di Kota Dhamar pada Minggu. Fasilitas itu menampung sekitar 170 tahanan. Setidaknya 40 orang yang selamat dirawat setelah serangan pada hari Minggu di kota Dhamar.

“Kami memperkirakan lebih dari 100 orang tewas. tim penyelamat sedang menyisir puing-puing untuk korban selamat, tetapi peluang mereka untuk hidup sangat rendah,” kata kepala Palang Merah Internasional di Yaman, Franz Rauchenstein, kepada AFP.

Sebelumnya, Palang Merah mengirim tim medis ke lokasi serangan. Lembaga ini membawa pasokan medis untuk merawat 100 orang dan 200 kantong mayat, di tengah laporan bahwa puluhan tahanan di penjara dikhawatirkan tewas.

“Serangan hari ini adalah satu tragedi. Korban manusia dari perang ini tidak tertahankan. Kami membutuhkannya untuk berhenti. Saya berharap Koalisi akan mengadakan penyelidikan atas insiden ini. Akuntabilitas perlu menang,” kata Martin Griffiths, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Yaman.

Penduduk setempat melaporkan mendengar enam serangan udara pada malam hari.

Sebaliknya koalisi yang dipimpin Saudi, yang mendukung pemerintah Yaman, mengatakan serangannya menghancurkan situs pesawat nirawak dan rudal.

Gerakan pemberontak Houthi yang didukung Iran bertempur menentang pemerintah dan koalisi yang dipimpin Saudi. Houthi menyatakan serangan itu mengenai satu fasilitas yang digunakan sebagai penjara.



Sumber: Suara Pembaruan