Menlu Resmikan "Migas Corner" Pertama di KBRI Kuwait

Menlu Resmikan
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi saat memantau Migas Corner di Kedutaan Besar RI di Kota Kuwait, Minggu (1/9/2019). ( Foto: Ist )
Natasia Christy Wahyuni / FMB Senin, 2 September 2019 | 20:13 WIB

Kota Kuwait, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (RI) Retno Marsudi meresmikan Migas Corner (Sudut Migas) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kota Kuwait, Minggu (1/9/2019). Keberadaan Migas Corner yang pertama kali ini merupakan tanda dari peran penting perwakilan RI untuk menarik investor bidang migas di Indonesia.

"Migas Corner akan memudahkan investor di sektor Migas untuk mengetahui potensi eksplorasi Migas dari Sabang sampai Merauke di Indonesia tanpa harus ke Indonesia," kata Retno seperti dikutip dari siaran pers, Senin (2/9/2019).

Peresmian Migas Corner ini merupakan bentuk kolaborasi dan inisitiatif baru yang digagas oleh KBRI Kuwait dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Hadir dalam peresmian Migas Corner, CEO Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC) Shaikh Nawaf Al-Sabah, dan beberapa investor dan pelaku usaha di bidang migas di Kuwait.

Migas Corner dilengkapi dengan koleksi literatur dan informasi terkini mengenai industri hulu sektor migas di Indonesia dan potensi sumber daya yang dimiliki, serta profil pelaku usaha terkait industri minyak dan gas di Indonesia.

"Melalui kemajuan teknologi, kita akan mendekatkan potensi migas Indonesia kepada investor di luar negeri," ujar Retno.

Keberadaan Migas Corner ini akan memberikan informasi secara rinci kepada stakeholder bisnis migas di Kuwait mengenai berbagai perkembangan industri hulu migas di Indonesia.

“Migas Corner di KBRI Kuwait adalah yang pertama dan kita tidak akan berhenti. Migas Corner akan dibuat di perwakilan RI di seluruh dunia khususnya di negara yang memiliki potensi besar kerja sama di sektor Migas," tambah Retno.

Peluncuran Migas Corner di KBRI Kuwait ini dilakukan sebelum pertemuan Sidang Komisi Pertama RI-Kuwait yang dipimpin oleh Menlu Retno bersama dengan Menlu Kuwait, Sheikh Sabah Khaled Al Hamad Al Sabah, pada Senin ini di Kota Kuwait.

“Saya berharap, Migas Corner ini akan menjadi etalase terdepan Indonesia dalam menarik investor Kuwait di bidang migas di Indonesia. Sesuai dengan instruksi Bapak Presiden, seluruh Perwakilan RI sebagai garda terdepan diplomasi ekonomi, akan digerakkan untuk menarik investasi dan mendorong ekspor," ujar Retno.

Indonesia saat ini berfokus untuk mengeksplorasi 10 titik utama di Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dengan dengan total sumber daya migas yang terevaluasi sekitar 10 miliar setara barel minyak bumi.

Kuwait adalah salah satu mitra energi yang pertama dan terbesar di Indonesia. Pada 2018, nilai impor migas dari Kuwait mencapai US$ 214 juta (Rp 3 triliun) dan nilai perdagangan kedua negara mencapai lebih dari US$ 403 juta (Rp 5,7 triliun). KUFPEC, yaitu perusahaan minyak milik Kuwait, telah menjadi mitra Indonesia dalam mengeksplorasi potensi migas di Indonesia sejak tahun 1980-an.



Sumber: Suara Pembaruan