Tim Piala Davis Indonesia Siap Hadapi Selandia Baru

Tim Piala Davis Indonesia Siap Hadapi Selandia Baru
Squad Indonesia untuk Piala Davis 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Hendro Situmorang )
Hendro D Situmorang / CAH Kamis, 12 September 2019 | 08:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Indonesia siap tempur dan mengincar kemenangan dari sektor tunggal saat menghadapi Selandia Baru pada babak pertama Grup II zona Asia/Oceania Piala Davis 2019. Laga ini akan digelar di Gelora Bung Karno Tennis Stadium, Senayan, Jakarta pada 14-15 September.

"Sebenarnya tiga pemain bisa dimainkan di single, yaitu David, Rifki, sama Anton. Pasti David akan turun, untuk dua sisanya kita lihat yang siap siapa. Kami belum ada kepastian siapa yang akan main ganda atau tunggal. Kita lihat nanti siapa yang paling fit, dia yang akan main tunggal. Karena kita memang kejar tunggal," kata kapten Tim Davis Indonesia, Febi Widhiyanto di GBK Senayan, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Tim Piala Davis Indonesia akan diisi sejumlah pemain di lini tunggal dan ganda. Mereka adalah David Agung Susanto (peringkat 1.278 tunggal, 1.015 ganda), Anthony Susanto (1.583 ganda), M. Rifki Fitriadi dan Ari Fahresi, serta Febi Widhiyanto.

Di atas kertas, Selandia Baru menurunkan komposisi tim yang lebih kuat. Mereka mendaftarkan Ajeet Rai (744), Rheet Purcel (922), Michael Venus, Marcus Daniell, dan Artem Sitak. Venus bahkan tercatat menduduki peringkat kesepuluh dunia di sektor ganda. Meski tertinggal secara peringkat, Febi meyakini mental anak-anak asuhnya tidak merosot.

"Namun peluang kemenangan tetap terbuka. Di satu tim pasti ada leader. Dulu Christo (Christopher Rungkat), sekarang waktunya David untuk seperti itu. Untuk memberi motivasi kepada anak-anak," tambah Febi.

Terkait David, petenis berusia 28 tahun ini sempat mengalami cedera sekitar dua pekan silam, namun Febi mengonfirmasi bahwa sang petenis telah pulih sepenuhnya. Peraih medali emas ganda campuran pada Asian Games 2018 Christopher Rungkat dipastikan absen mengikuti turnamen ini.

Saat ditanyakan alasan mengapa Christopher tidak dipanggil masuk tim, Febi mengatakan kondisi fisik sang pemain masih belum pulih total setelah mengikuti Amerika Serikat Terbuka.

"Apalagi Christo kan pemain profesional jadi sudah ada agenda," ujar dia.

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PP Pelti) Rildo Anwar menyatakan, para pemain Indonesia siap menjamu Selandia Baru.

"Ini akan jadi pertandingan yang menantang karena lawan diisi dengan pemain-pemain yang punya peringkat tinggi. Tapi kami akan berusaha memberikan yang terbaik," ujar dia.

Melihat rentang peringkat yang jauh antara atlet Indonesia dan Selandia Baru, potensi untuk bisa meraih poin hadi dari sektor tunggal. Adapun untuk ganda, ia mengharapkan keajaiban.

"Semua pemain sudah ada di sini sejak akhir pekan kemarin, fokus berlatih. Kita ini tuan rumah. Para penonton diharapkan bisa mendukung langsung di sini. Targetnya menang 3-2 atau kalahpun tipis, 2-3," ujar Rildo. Salah satu petenis Indonesia yang akan diturunkan nanti masih berusia 17 tahun.

Dia adalah Ari Fahresi. Nanti akan menjadi debutnya di Piala Davis. Meski baru berusia 17 tahun dan menjadi yang teruda di skuat Indonesia, Ari tak gentar. Selain bangga bisa membela nama Indonesia, lulusan terbaik sekolah olahraga Ragunan, Jakarta ini punya perasaan menggebu untuk membuktikan diri. Menurut dia, pengalaman dari Piala Davis akan sangat berharga untuknya.

"Tentunya senang bisa bergabung bersama para senior. Saya mau ambil pelajaran dan berusaha yang terbaik. Sejauh ini saya sudah sering tanding di level senior jadi nanti akan berusaha jaga mental saja," kata dia. Dari kubu lawan, Rheet Purcel memastikan ia dan rekan-rekannya akan main habis-habisan.

Walaupun jarak peringkat dengan pemain-pemain Indonesia sangat jauh, ia menjamin Selandia Baru tidak akan menganggap enteng. "Kami tidak terlalu mengetahui kekuatan pemain-pemain Indonesia, tapi kami tahu bermain melawan mereka tidak akan mudah," ujarnya.

Terkait kondisi cuaca Jakarta yang menyengat, ia memastikan itu tak akan menjadi masalah. "Kami sudah bertanding di banyak negara yang panas seperti di sini, jadi kami sudah adaptasi," kata dia



Sumber: Suara Pembaruan