Epidemiolog: Adaptasi Kebiasaan Baru Pemicu Penyebaran Covid-19 di Sumut
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.99)   |   COMPOSITE 5612.42 (112.33)   |   DBX 1062.36 (4.11)   |   I-GRADE 161.886 (4.37)   |   IDX30 478.794 (12.21)   |   IDX80 126.714 (3.02)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.57)   |   IDXG30 131.028 (2.32)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.85)   |   IDXQ30 139.823 (3.69)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.69)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.8)   |   IDXV30 122.487 (4.61)   |   INFOBANK15 946.8 (29.41)   |   Investor33 412.464 (10.19)   |   ISSI 165.112 (2.43)   |   JII 597.802 (9.53)   |   JII70 206.187 (3.44)   |   KOMPAS100 1134.88 (27.52)   |   LQ45 883.061 (21.77)   |   MBX 1552.46 (34.83)   |   MNC36 308.511 (7.09)   |   PEFINDO25 308.232 (9)   |   SMInfra18 281.756 (5.87)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.96)   |  

Epidemiolog: Adaptasi Kebiasaan Baru Pemicu Penyebaran Covid-19 di Sumut

Senin, 7 September 2020 | 14:53 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / LES

Medan, Beritasatu.com - Pakar Epidemiolog Universitas Sumatera Utara (USU), Putri C Eyanoer mengatakan, klaster terbesar dari jumlah kasus penyebaran virus corona di Sumatera Utara (USU) adalah perkantoran dan fasilitas umum yang menjadi tempat keramaian dari aktivitas masyarakat.

"Adaptasi kebiasaan baru (AKB) memicu penularan kasus. Ada pekerja kantoran yang terpapar kemudian menularkan virus. Orang yang tertular pulang ke rumah dan menularkan ke keluarganya," ujar Putri Eyanoer kepada Beritasatu.com di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Senin (7/9/2020).

Ditambahkan, pemberlakuan jadwal sif kerja di perkantoran juga tidak bisa menekan jumlah kasus Covid-19. Pasalnya, kesempatan menggunakan waktu selama tidak bekerja atau bekerja dari rumah, justru dimanfaatkan pegawai untuk jalan-jalan ke luar rumah. Orang itu menganggap dirinya sehat.

"Misalnya, si ayah pergi ke suatu tempat bertemu dengan rekan - rekannya, begitu juga dengan istri maupun anak-anaknya. Ada yang nongkrong di kafe dan melakukan aktivitas menggowes sepeda di lokasi keramaian. Seharusnya, pekerja itu bersama keluarga tetap berada di rumah," katanya.

Putri Eyanoer menyebutkan, pemberlakuan AKB oleh pemerintah membuat sebagian masyarakat tidak mau bertahan di dalam rumahnya masing - masing. Selain itu, tidak adanya pembatasan jam malam maupun pembatasan pengunjung masuk toko dan kafe menjadi pemicu penambahan kasus.

"Seharusnya, ada pembatasan untuk orang yang masuk toko perbelajaan, kafe malam dalam menerapkan protokol kesehatan. Kasus penyebaran virus corona meningkat karena penerapan protokol kesehatan tidak dilaksanakan secara maksimal. Ini juga terjadi karena dipengaruhi sanksi," jelasnya.

Putri Eyanoer menyarankan, pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberlakukan pembatasan terhadap masyarakat untuk keluar rumah dalam menimalisir kasus Covid-19. Hanya satu orang dari keluarga yang diperbolehkan untuk keluar rumah untuk sebuah keperluan.

"Banyak negara yang memberlakukan pembatasan itu dan dapat dikatakan berhasil menangani Covid-19. Dua di antaranya adalah Thailand dan Filipina. Untuk negara Filipina berhasil menekan kasus corona saat memberlakukan pembatasan keluar rumah. Namun, kasus Covid-19 kembali melonjak setelah warganya melakukan protes," ungkapnya.

Selain itu, pemerintah juga perlu membuat peraturan pembatasan jam malam bagi masyarakat di luar rumah, termasuk bagi pengelola tempat nongkrong masyarakat. Jika pemilik kafe tidak membatasi pengunjung yang datang maka potensi penambahan kasus dipastikan semakin besar.

"Kita sudah menyampaikan saran dan masukan ini kepada pemerintah dalam mengantisipasi dan menekan penyebaran kasus Covid-19 ini. Namun saran itu sepertinya belum dilaksanakan. Mungkin pertimbangannya karena masalah perekonomian," sebutnya.

Pemeriksaan
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Whiko Irwan mengatakan, jumlah kasus positif Covid-19 di Sumut sampai Minggu (6/8/2020) malam, sebanyak 7.633 orang. Ada penambahan 81 kasus baru Covid-19 dari sebelumnya yang berjumlah 6.552 orang.

"Dari 7.633 orang yang terpapar virus corona tersebut, sebanyak 4.555 orang dinyatakan sembuh dan pasien meninggal dunia sebanyak 335 orang. Selebihnya, masih menjalani perawatan di rumah sakit khusus penanganan Covid-19. Tidak sedikit jumlah orang yang menjalani isolasi mandiri," kata Whiko.

Menurutnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bersama dinas kesehatan masih terus memperluas pemeriksaan dalam upaya testing, tracing dan treatment (3T) secara masif terhadap orang - orang yang melakukan kontak erat dengan pasien yang terpapar Covid-19.

"Penyebaran virus corona ini masih terjadi di tengah masyarakat. Jika masyarakat mengabaikan protokol kesehatan maka berpotensi besar tertular virus corona ini. Penambahan kasus Covid-19 ini menjadi bukti bahwa masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan," sebutnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Penularan Covid-19 di Jambi Didominasi Klaster Perkantoran

Total kasus positif Covid-19 klaster perkantoran di Provinsi Jambi hingga Senin (7/9/2020) mencapai 37 orang.

NASIONAL | 7 September 2020

Bawaslu Telusuri Dugaan Pelanggaran Protokol Kesehatan

Bawaslu akan melakukan kajian dan penelusuran serta melakukan klarifikasi terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan paslon.

NASIONAL | 7 September 2020

Pilkada 2020, KPU Akan Buat Deklarasi Pelaksanaan Protokol Kesehatan

KPU berencana membuat deklarasi komitmen pelaksanaan Pilkada secara demokratis dan pelaksanaan protokol kesehatan.

NASIONAL | 7 September 2020

Pilkada Tak Boleh Jadi Klaster Baru Covid-19

Ia melihat, perhelatan Pilkada serentak tahun ini masih bisa diundur.

NASIONAL | 7 September 2020

Melanggar Aturan Pilkada, Kemdagri Tegur 51 Kepala Daerah

Teguran dilakukan atas berbagai pelanggaran, terutama terkait pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

NASIONAL | 7 September 2020

Ini Pesan Wapres kepada Mahasiswa Baru

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin meminta agar para mahasiswa baru perguruan tinggi tak menyia-nyiakan kesempatan untuk berada di jenjang pendidikan itu.

NASIONAL | 7 September 2020

PT CKB Sukses Selesaikan Proyek Mobilisasi Box Girder Tol Japek II Elevated

PT CKB sukses menyelesaikan proyek mobilisasi "box girder" Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated.

NASIONAL | 7 September 2020

LDII Siap Bantu Pemerintah Tanggulangi Dampak Covid-19

LDII juga kepada kelompok masyarakat marjinal

NASIONAL | 7 September 2020

230 Bapaslon Diduga Langgar Aturan Protokol Kesehatan

230 bakal pasangan calon (bapaslon) diduga melanggar aturan protokol kesehatan saat melakukan pendaftaran di KPUD.

NASIONAL | 7 September 2020

Pilkada 2020, Anggota DKPP Usulkan Dibentuk Satgas Disiplin Covid-19

Pembentukan satuan tugas khusus Covid-19 diusulkan dibentuk di setiap KPU Kabupaten, Kota, dan Provinsi pada Pilkada Serentak 2020.

NASIONAL | 7 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS