Daerah Jabar di Luar Bodebek Memasuki Kenormalan Baru
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Daerah Jabar di Luar Bodebek Memasuki Kenormalan Baru

Jumat, 26 Juni 2020 | 18:31 WIB
Oleh : Adi Marsiela / LES

Bandung, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memberi izin kepada masyarakat untuk memulai kegiatan ekonominya seiring terkendalinya penyebaran Covid-19 di daerah tersebut. Namun demikian, ia meminta para kepala daerah berimprovisasi melakukan pembatasan pada skala kelurahan atau desa guna mewaspadai potensi penyebaran Covid-19.

“Seluruh Jawa Barat hari ini tidak ada lagi PSBB (pembatasan sosial berskala besar), sudah diputuskan semua melaksanakan AKB (adaptasi kebiasaan baru),” ujar Ridwan di sela-sela kegiatan pemeriksaan massal Covid-19 bersama Badan Intelijen Negara (BIN) di Gedung Sate, Bandung, Jumat (26/6/2020).

Namun, keputusan ini tidak berlaku buat kabupaten dan kota di sekitar DKI Jakarta, masing-masing, Kota Bogor, Depok, Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi. Lima daerah ini tetap diminta menyesuaikan pemberlakukan PSBB mengikuti kebijakan DKI Jakarta yang merupakan pusat penyebaran Covid-19.

Keberhasilan pengendalian Covid-19 ini, ungkap Ridwan, terlihat dari angka reproduksi (Rt) kasus Covid-19 yang bertahan selama enam pekan di bawah 1.

Dinas Kesehatan Provinsi Jabar melansir angka Rt di sana pada 19 Juni 2020 mencapai 0,91 dengan tingkat kepercayaan 95% yang berarti angka Rt berada pada rentang 0,75-1,08. Rerata angka Rt di Jawa Barat sepanjang 6-19 Juni 2020 mencapai 0,68.

Menurutnya, Rt itu fluktuatif dan konstan di bawah 1, namun cenderung ada kenaikan dan perlu menjadi perhatian. “Walau bervariasi dan rata-rata dua pekan terakhir itu (Rt) ada di 0,68, standar WHO (Rt) di bawah 1 itu terkendali,” terang Ridwan.
Penilaian dari kriteria epidemiologi memperlihatkan, penurunan kasus terkonfirmasi Covid-19 lebih dari 50% selama tiga pekan hanya terjadi di Jawa Barat. Laporan ini juga memperlihatkan kasus positif di Jabar mencapai 6,6% dari sampel pemeriksaan pada 1-14 Juni 2020.

Laporan periodik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ke-12 yang dipublikasikan 17 Juni 2020 mencatat belum ada satu pun dari enam provinsi di Pulau Jawa yang memiliki tingkat kasus positif kurang dari 5% dalam periode 25 Mei-14 Juni 2020.

Kewaspadaan
Terkait kebijakannya yang mengizinkan bupati dan wali kota memberlakukan pembatasan sosial dalam skala mikro seperti tingkat desa atau kelurahan, Ridwan menegaskan, kewaspadaan tetap harus diutamakan.

Salah satu upaya untuk memastikan penyebaran Covid-19 terkendali di Jabar, Ridwan meminta Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar melakukan pemeriksaan Covid-19 di lokasi-lokasi yang ada kerumunan massa. Selain mendukung pemeriksaan massal di tiga titik di Kota Bandung sejak Kamis-Sabtu, 25-27 Juni 2020, gugus tugas juga menggelar pemeriksaan pada pengguna komuter yang datang dari Jakarta ke Stasiun Bogor Kota dan Stasiun Bojong Gede pada Jumat, 26 Juni 2020.

Koordinator Sub Divisi Sterilisasi Fasilitas Publik yang juga Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Hery Antasari mengatakan, pemeriksaan acak difokuskan pada jam-jam kedatangan padat, antara pukul 17:00-20:00 WIB. “Jakarta masih jadi epicentrum nasional (penyebaran Covid-19). Kita jaga agar Jawa Barat yang cenderung membaik agar tidak berubah,” kata Hery.

Terkait pembukaan kembali kegiatan ekonomi, Ridwan mengungkapkan, analisa timnya memperlihatkan semasa pandemi Covid-19 ada sedikitnya 38 juta jiwa yang terdampak. Jumlah itu setara dengan jumlah kepala keluarga yang mendapatkan bantuan sosial semasa pandemi.

“Kalau tidak adaptasi kebiasaan baru (kenormalan baru) dan pembukaan ekonomi, maka (pertumbuhan) ekonomi (Jawa Barat) bisa minus di akhir tahun. Tidak bakal terjadi perbaikan, terjadi depresi. Dengan tindakan (kenormalan baru) bisa tetap positif sekitar dua sampai tiga persen (pertumbuhan ekonomi) di akhir tahun. Sehingga 2021 bisa bouncing dan dalam dua sampai tiga tahun normal lagi (pertumbuhan ekonomi) di lima persen,” tutur Ridwan.

Pemprov Jabar memfokuskan pengembangan sektor pertanian lewat digitalisasi. Karena semasa pandemi, pertumbuhan ekonomi dari sektor pertanian yang semula 4,1% hanya terkoreksi 0,9% jadi 3,2%. Nilai koreksi ini jadi yang terkecil bila dibandingkan dengan sektor manufaktur yang terkoreksi turun 4,5% dan sektor jasa yang turun 4,8%.

“Pertanian ini sangat tangguh terhadap Covid-19, digabung dengan new normal yaitu digital commerce maka sektor agrikultur di masa depan itu salah satu keunggulan Jawa Barat,” imbuh Ridwan sembari menambahkan tingkat keunggulan lainnya di Jawa barat adalah industri dan pariwisata lokal.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Disiapkan, Program Jalur Cepat Pendidikan Vokasi

Melalui pendidikan vokasi fast track diharapkan menarik minat calon siswa dan mahasiswa.

NASIONAL | 26 Juni 2020

Industri Dilibatkan Keseluruhan Proses Pendidikan Vokasi

Pelibatan industri dalam pendidikan vokasi ini ibarat “pernikahan massal”, di mana lembaga pendidikan bermitra dengan sebanyak-banyaknya industri.

NASIONAL | 26 Juni 2020

Waspadai Kelas-kelas Online Radikalisme

BNPT perlu untuk mengawasi pergerakan kelompok radikal di media online.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Ketua DPRA Apresiasi Nelayan Selamatkan Imigran Rohingya

94 imigran Rohingya diselamatkan di Samtalira Bayu, Aceh Utara.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Tempat Hiburan Berpotensi Jadi Klaster Baru Covid-19

Pemprov DKI Jakarta diskriminatif dalam menegakan Pergub Nomor 51 Tahun 2020.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Penyebaran Narkoba Semakin Liar di Masa Pandemi

Para sindikat narkotika menawarkan pekerjaan bagi korban PHK untuk menjadi kurir dengan imbalan tinggi.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Batik Bambu Mujur Lumajang Diminati Pasar Eropa

Pelanggan tertarik dengan corak warna batik yang menggunakan warna alam dari tumbuhan sekitar.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Pegawai OJK Jadi Tersangka, Wimboh Tanggapi Lewat Video

Wimboh mengklaim bahwa OJK sejak awal langsung membantu proses penyidikan yang dilakukan Kejaksaan Agung.

NASIONAL | 27 Juni 2020

Banyak Anak Terganjal Peraturan Usia PPDB Jakarta, KPAI Minta Disdik Tambah Kursi

Beberapa pengadu yang berasal dari wilayah padat penduduk seperti Cipinang Muara Jakarta Timur menyampaikan anaknya tidak diterima di 24 sekolah di zonasinya.

NASIONAL | 26 Juni 2020

Dampak Covid-19 , Warga Miskin di Seluma Bertambah 5.030 Keluarga

Penambahan warga miskin baru sebanyak 5.030 keluarga terdampak Covid-19 berdasarkan laporan dari setiap desa yang ada di Seluma.

NASIONAL | 26 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS