Jakarta Menuju Gelombang II
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Jakarta Menuju Gelombang II

Tajuk: Suara Pembaruan

Sabtu, 25 Juli 2020 | 08:00 WIB

Kasus baru Covid-19 di DKI Jakarta masih sangat tinggi. Dalam beberapa hari terakhir menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Hingga saat ini, kasus Covid-19 di Jakarta belum juga mencapai puncak kedua, setelah pertama terjadi pada akhir Mei lalu.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, kasus baru di Jakarta pada Jumat (24/7/2020) bertambah 297 menjadi 18.365 kasus. Jumlah pasien yang sembuh bertambah 269 orang menjadi 11.552 orang, sementara kasus kematian bertambah 4 menjadi 755 orang. Pertambahan kasus baru di Jakarta kemarin sedikit menurun dibandingkan sepekan sebelumnya, yang rata-rata di atas 350 kasus.

Hingga saat ini, tidak ada satu pun kelurahan di Jakarta yang tidak ada kasus Covid-19. Padahal, pada Rabu (22/7), ada dua dari 267 kelurahan di Jakarta yang belum ditemukan kasus baru. Bahkan, berdasarkan data di situs resmi Covid-19 Jakarta, ada 25 kelurahan yang tergolong tinggi, yakni rata-rata di atas 100 kasus.

Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, pihaknya tidak setengah-setengah dalam menangani Covid-19. Fokus utama saat ini adalah menemukan orang-orang yang terpapar dan melakukan isolasi terhadap mereka, terutama orang-orang yang telah terinfeksi namun tidak memiliki satu pun gejala.

Cara untuk menemukan orang-orang itu, adalah dengan melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) sebanyak mungkin. Bahkan, Anies mengklaim, Pemprov DKI telah melakukan tes empat kali lebih banyak dari standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebanyak 1.000 orang per 1 juta penduduk.

Pencarian orang yang terpapar dilakukan Pemprov DKI sejak akhir Juni lalu. Itu yang menyebabkan sepanjang Juli terdapat 6.051 kasus Covid-19 di Jakarta. Selain rumah sakit daerah, seluruh puskesmas di DKI dilibatkan untuk menemukan orang-orang yang terpapar, terutama yang tanpa gejala.

Selain tes, Pemprov DKI juga gencar mengawasi disiplin warga dalam menerapkan protokol kesehatan. Berbagai sanksi, termasuk denda, diberikan kepada warga yang tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan, terutama ketika beraktivitas di tempat umum.

Kita tentu mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta tersebut. Upaya pencarian kasus, terutama terhadap orang-orang yang terinfeksi namun tidak ada gejala, sangat penting untuk mengetahui sebaran kasus Covid-19. Setelah sebaran itu diketahui, upaya selanjutnya adalah melakukan pencegahan agar kasus baru tidak menyebar.

Namun, selain gencar melakukan pencarian kasus, sosialisasi dan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan juga harus terus-menerus dilakukan. Jajaran Pemprov DKI jangan pernah lelah untuk mengingatkan warga agar menggunakan masker, menjaga jarak fisik, hingga mencuci tangah dengan sabun pada air mengalir.

Banyak warga, termasuk warga Jakarta, yang mulai abai dalam menerapkan protokol kesehatan ini. Banyak pula warga yang berpikir bahwa protokol kesehatan itu tidak perlu dilakukan jika aktivitas yang dilakukan tidak terlalu jauh dari rumah atau hanya sebentar. Padahal, harus diingat bahwa penyebaran dan penularan virus corona ini sangat cepat.

Kita tidak ingin berbagai kelonggaran yang telah diterapkan selama ini di Ibu Kota kembali diperketat. Kita tentu saja tidak mau aktivitas mencari nafkah kembali terganggu, seperti pada awal Covid-19 masuk ke Tanah Air. Masyarakat tentu telah merasakan betapa sulitnya kehidupan ketika semua aktivitas dibatasi, terutama aktivitas perekonomian.

Masyarakat harus paham bahwa kebijakan pelonggaran yang diterapkan pemerintah itu bertujuan agar kita bisa kembali bekerja dan bukan untuk melupakan protokol kesehatan. Ketika kasus Covid-19 masih ada, berapa pun banyaknya, dan vaksin belum ditemukan, maka kebiasaan-kebiasaan baru berupa penerapan protokol kesehatan itu harus kita laksanakan.

Oleh karena itu, meski pemerintah aktif mencari kasus-kasus baru, disiplin warga dalam menerapkan protokol kesehatan tetap menjadi kunci utama. Jika setiap individu disiplin, maka kasus Covid-19 di Jakarta segera mencapai puncak kedua dan secara perlahan kasus-kasus baru berkurang.


BAGIKAN


BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS