Berharap pada Tim Erick Thohir
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Berharap pada Tim Erick Thohir

Tajuk: Suara Pembaruan

Selasa, 21 Juli 2020 | 08:00 WIB

Menteri BUMN Erick Thohir mendapat tugas baru dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Erick harus menjadi komandan dalam upaya mengendalikan dampak dari pandemi Covid-19, baik di bidang kesehatan maupun pemulihan ekonomi.

Tim yang dipimpin Erick Thohir adalah bagian dari tim besar yang baru saja dibentuk Presiden Jokowi melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Perpres ini baru diteken Presiden dan diumumkan kemarin, Senin (20/7/2020).

Sesuai Perpres 82/2020 itu, Ketua Komite dijabat oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang akan didampingi sejumlah wakil, yakni Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan, Menko Polhukam Mahfud MD, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Sementara, pelaksanaan kebijakan di lapangan akan dipimpin oleh Erick Thohir yang akan bertugas mengoordinasikan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 yang sebelumnya dikenal sebagai Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diketuai Letjen Doni Monardo dan Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diketuai oleh Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin.

Menurut Airlangga pembentukan komite ini dimaksudkan untuk menyusun dan mengawal seluruh program pemulihan ekonomi dan dampak kesehatan akibat pandemi Covid-19. Apalagi, pemulihan ekonomi nasional diperkirakan akan membutuhkan waktu cukup lama. Presiden Jokowi menugaskan tim sepenuhnya merencanakan dan mengeksekusi program-program agar penanganan dampak kesehatan dari pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi berjalan beriringan dan ditangani dalam satu lembaga.

Sementara, Erick Thohir mengatakan, dirinya ditunjuk menjadi Ketua Pelaksana didasari pada pertimbangan utama bahwa BUMN menggerakkan sepertiga perekonomian nasional, yang mencakup berbagai bidang usaha langsung ke pelayanan publik, termasuk juga bidang kesehatan. Erick mengakui bahwa ada dua tantangan besar yang harus diselesaikan tim yang akan dipimpinnya nanti. Tantangan itu adalah jumlah kasus positif Covid-19 di Tanah Air yang masih tinggi dan di menghidupkan sektor ekonomi yang harus bergeliat dengan segala pembatasan mobilitas, penerapan aturan protokol kesehatan dan keselamatan yang ketat, pengetatan anggaran demi efisiensi, serta pengaruh besar dari lingkungan global.

Di bidang kesehatan, penambahan kasus Covid-19 masih sangat tinggi. Berdasarkan data Gugus Tugas hingga kemarin total kasus Covid-19 di Tanah Air mencapai 88.124 kasus setelah bertambah 1.693 kasus baru. Jumlah pasien sembuh bertambah 1.576 orang sehingga menjadi 46.977 orang dan pasien yang meninggal dunia bertambah 96 orang sehingga menjadi 4.239 orang.

Pemerintah juga telah menyiapkan anggaran yang sangat besar untuk mengatasi dampak pandemi, baik di bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Total anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 903,46 triliun.

Namun, persoalannya, serapan anggaran itu masih sangat rendah, yakni masih di bawah 50%. Presiden Jokowi telah berkali-kali mengingatkan soal penggunaan anggaran itu kepada para pembantunya. Kepala Negara menegaskan, percuma jika ada anggaran tetapi tidak dibelanjakan secara tepat dan cepat untuk kepentingan rakyat. Jokowi mengatakan, rakyat yang tengah kesulitan sekarang sedang menunggu.

Kita tentu berharap tim yang dipimpin Airlangga Hartarto dan Erick Thohir ini mampu segera menjawab tantangan Presiden Jokowi itu. Kita ingin mereka bisa menemukan kebijakan dan solusi yang tepat untuk menangani dampak pandemi Covid-19, baik di bidang kesehatan, sosial, maupun ekonomi.

Namun, yang patut diingat, apa pun kebijakan atau solusi yang ada tidak akan berhasil jika tanpa gotong royong seluruh elemen bangsa. Melalui tim yang baru dibentuk, diharapkan bisa menggugah semangat gotong royong, menghapus ego sektoral, serta meningkatkan koordinasi, termasuk dengan pemerintah daerah, untuk segera mengeluarkan rakyat Indonesia dari masa sulit ini. Kerja sama ini harus segera diwujudkan agar bangsa Indonesia dapat memenangkan pertempuran melawan Covid-19 sekaligus memulihkan perekonomian nasional.


BAGIKAN


BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS