Perpanjangan PSBB Transisi di DKI
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Perpanjangan PSBB Transisi di DKI

Tajuk: Suara Pembaruan

Rabu, 15 Juli 2020 | 08:00 WIB

Penanganan pandemi Covid-19 di DKI Jakarta terkendali. Ucapan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hampir sebulan lalu itu tidak berlebihan. Bila pandemi diibaratkan kuda, tali kekang sudah ada di tangan Pemprov DKI Jakarta dan gugus tugas wilayah.

Pertengahan pekan ini, Gubernur akan memutuskan apakah Jakarta bakal mengakhiri perpanjangan masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau melanjutkannya. Sejumlah kalangan malah khawatir, Anies akan menginjak rem mendadak hingga mobil berhenti. Yang terakhir ini tentu tidak kita harapkan.

Kita melihat kebijakan pengendalian Covid-19 Jakarta sudah berjalan pada rel yang benar. Jakarta tidak sedang kewalahan menangani pasien Covid-19. Fasilitas kesehatan mencukupi meski saat ini merupakan provinsi peringkat kedua jumlah kasus terbanyak di Indonesia. Tingkat tes swab polymerase chain reaction (PCR) di provinsi dengan 10,57 juta jiwa penduduk ini pun tertinggi di Indonesia.

Sejak keputusan penerapan PSBB dan perpanjangannya kemudian masa PSBB transisi –juga dengan perpanjangannya– dilakukan dengan perhitungan ilmiah. Angka-angka dan kurva yang ditunjukkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DKI Jakarta berdasarkan data lapangan. Terdepan dan terlengkap dibanding wilayah lain.

Kondisi lapangan yang tergambar dalam data itu kemudian disikapi dengan kehati-hatian. Pelaksanaan PSBB cukup signifikan menurunkan tingkat penularan virus. Nyatanya, Jakarta tidak serta merta mencabut PSBB. Penyebabnya antara lain karena pada masa-masa akhir pengetatan justru terlihat adanya kenaikan tingkat penularan. Maka Anies menerapkan PSBB transisi. Pelonggaran di sejumlah sektor tidak dilakukan seketika melainkan secara bertahap.

Selama sebulan masa PSBB transisi hasilnya cukup membuat optimistis. Tracing dilakukan dengan tes masif. Rata-rata 28.000 tes swab per minggu. Dengan semakin banyak tes maka temuan kasus positif pada orang dengan atau tanpa gejala, makin banyak. Di sisi lain ternyata tingkat kepositivan dari hasil tes atau positivity rate tidak tinggi, sesuai dengan standar World Health Organization di bawah 5%.

Kita tahu bahwa perkembangan yang menggembirakan itu tidak berlanjut pada minggu terakhir menjelang batas akhir masa PSBB transisi. Anies sendiri, bukan melalui konferensi pers seperti biasa melainkan melalui video yang diunggah di kanal media sosial, menyatakan bahwa positivity rate seminggu terakhir naik menjadi 10,5%, atau melonjak dua kali lipat lebih dari biasanya. Disebutkan juga bahwa temuan dari tes masif menunjukkan fakta bahwa 66% dari kasus positif adalah orang tanpa gejala (OTG). Artinya, tanpa tes masif maka orang-orang tanpa gejala itu bakal bekeliaran tanpa menyadari bahwa dirinya membawa serta virus dan berpotensi besar menular ke orang lain.

Gubernur Anies Baswedan berharap agar warganya lebih waspada dan disiplin. Jangan anggap enteng dan jangan merasa sudah terbebas dari Covid-19.

Harapan Gubernur Anies tentu menjadi harapan kita semua yang ingin terbebas dari pandemi sekaligus kelesuan ekonomi. Kita yakin Pemprov dan Gugus Tugas DKI Jakarta akan mengambil keputusan berdasarkan data ilmiah dan fakta. Tak ada yang berharap kondisi kembali memburuk sama seperti awal pandemi di mana PSBB diberlakukan. Karena itu kita dukung bila Jakarta memutuskan untuk melanjutkan masa transisi PSBB, namun tidak berharap pemberlakuan PSBB seperti pada awal pandemi.

Pemprov dan Gugus Tugas perlu menganalisis mengapa berbagai angka indikator penularan menaik. Pada masa perpanjangan kedua transisi, pendisiplinan warga harus menjadi prioritas utama. Imbauan terbukti tidak cukup ampuh mengubah perilaku masyarakat untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan. Gubernur Anies perlu menginjak gas dalam hal penegakan aturan untuk mendisiplinkan warganya tanpa harus menghentikan aktivitas keseharian yang sudah dibuka.


BAGIKAN


BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS