Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan

Tajuk: Suara Pembaruan

Selasa, 14 Juli 2020 | 08:00 WIB

Harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar pada akhir Mei 2020, Covid-19 bisa dikendalikan, ternyata tak terwujud. Selama Juni hingga pertengahan Juli, kasus positif tetap tinggi, bahkan menciptakan rekor harian. Kasus Covid-19 pun kembali melonjak.

Setidaknya ada tiga penyebab melonjaknya kasus Covid-19. Pertama, pelonggaran, bahkan pencabutan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSSB), kedua, kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan, serta ketiga, pemeriksaan spesimen dari swab test yang diuji dengan metode polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

Saat ini hanya tersisa delapan kabupaten/kota dan satu provinsi yang menjalankan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau memasuki masa transisi PSBB. Kedelapan kabupaten/kota itu adalah Kabupaten Bekasi dan Bogor serta Kota Bekasi, Depok, dan Bogor (sampai 16 Juli), kemudian Kabupaten Tangerang, serta Kota Tangerang dan Tangerang Selatan (sampai 26 Juli). Kemudian, satu provinsi yang memasuki masa transisi PSBB adalah DKI Jakarta hingga 16 Juli 2020.

Sementara itu, masih cukup banyak wilayah di Indonesia yang digolongkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ke dalam zona berisiko tinggi dan sedang. Berdasarkan data sampai 5 Juli 2020, masih ada 55 kabupaten/kota masuk zona merah (risiko tinggi) dan 180 kabupaten/kota berada di zona oranye (risiko sedang).

Berdasarkan data tersebut, potensi peningkatan kasus Covid-19 tetap besar, mengingat kebijakan PSBB sulit diberlakukan kembali di sebagian besar wilayah karena akan kontraproduktif bagi bidang perekonomian yang kini mulai menggeliat. Oleh karena itu, kedisiplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan menjadi faktor penting untuk menekan laju penularan Covid-19.

Sayangnya kedisiplinan itu terlihat mengendur belakangan ini. Di tempat umum, ada banyak orang yang terlihat tak mengenakan masker dan menjaga jarak. Sanksi ringan telah dijatuhkan, tetapi tak cukup untuk membangun kesadaran publik. Pemerintah perlu merancang sanksi yang lebih berat untuk memberikan efek jera dalam menegakkan protokol kesehatan.

Di samping itu, rencana pemerintah memasifkan testing, tracing, dan treatment (3T), patut didukung. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah keberadaan orang tanpa gejala (OTG). Di Jakarta misalnya, sebanyak 66% kasus positif Covid-19 bersumber dari OTG. Mereka tidak sadar bahwa dirinya terinfeksi virus corona, sehingga berpotensi menularkannya ke keluarga dan orang lain saat melakukan aktivitas di luar rumah.

Pemerintah harus melakukan sebanyak mungkin tes untuk menjaring OTG. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah menggelar rapid test massal di provinsi dengan jumlah kumulatif kasus terbesar, yakni Jawa Timur, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Papua. Sekitar 80% kasus positif Covid-19 berasal dari sembilan provinsi tersebut.

Orang-orang yang diketahui reaktif, kemudian menjalani swab test untuk diuji dengan metode PCR dan TCM di laboratorium. Sejalan dengan itu, petugas kesehatan dibantu aparat pemda melakukan tracing terhadap orang-orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien Covid-19. Mereka juga wajib menjalani tes dan isolasi mandiri. Orang yang terbukti positif corona selanjutnya menjalani perawatan di rumah sakit hingga sembuh.

Pada tahap awal, mungkin kita akan dikagetkan dengan jumlah kasus positif harian di atas 2.000 atau lebih. Hal ini hendaknya dipandang positif agar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 lebih mudah menangani mereka, sekaligus mengendalikan penyebaran virus corona.

Kita berharap rangkaian tes dan penelusuran yang lebih masif, isolasi mandiri, perawatan di rumah sakit, serta penegakan protokol kesehatan dapat menekan laju penambahan kasus baru Covid-19.


BAGIKAN


BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS