Kartu Prakerja, Solusi PHK
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Kartu Prakerja, Solusi PHK

Tajuk: Suara Pembaruan

Selasa, 28 April 2020 | 08:00 WIB

Pemerintah awal April ini meluncurkan program Kartu Prakerja. Program ini bentuknya adalah bantuan biaya pengembangan kompetensi dan keterampilan yang ditujukan bagi para pencari kerja, korban pemutusan hubungan kerja (PHK), atau pekerja yang memerlukan peningkatan keterampilan.

Pada masa pandemi Covid-19 saat ini, kehadiran Kartu Prakerja menjadi sangat relevan. Sebab, banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan, baik di-PHK maupun dirumahkan. Sebab, perusahaan-perusahaan tempat mereka bekerja terpaksa tidak beroperasi terimbas badai corona yang merontokkan sendi-sendi perekonomian global dan nasional.

Oleh karenanya, program Kartu Prakerja seolah menemukan momentumnya saat ini. Hal itu terbukti dari membeludaknya pendaftar. Sejak dibuka pendaftaran pada 11 April lalu hingga 27 April 2020, tercatat lebih dari 8 juta pendaftar. Program ini dirancang untuk diikuti 5,6 juta pencari kerja. Untuk gelombang pertama, pemerintah telah meloloskan 168.111 pendaftar sebagai penerima Kartu Prakerja. Saat ini, untuk gelombang kedua telah ditutup, menunggu verifikasi siapa yang lolos. Selanjutnya, kini telah memasuki gelombang ketiga.

Para penerima Kartu Prakerja akan menerima dana dari pemerintah, yang disalurkan pemerintah melalui sejumlah platform pembayaran digital (e-wallet), seperti OVO. Total dana yang diterima masing-masing penerima adalah Rp 3,550 juta. Dana sebanyak itu digunakan untuk tiga hal, yakni biaya pelatihan Rp 1 juta, insentif tunai Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan, serta biaya survei Rp 150.000.

Biaya pelatihan Rp 1 juta nantinya digunakan pemegang Kartu Prakerja untuk membayar program atau paket pelatihan secara online, yang disiapkan oleh sejumlah platform penyedia paket pelatihan online yang ditunjuk menjadi mitra program ini. Selain itu, menurut penjelasan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, peserta juga mendapat pelatihan secara offline, setelah kondisi memungkinkan menunggu selesainya pandemi Covid-19. Pelatihan offline inilah yang membedakan materi pelatihan dalam program Kartu Prakerja, dengan materi pelatihan (tutorial) secara online yang bisa diperoleh secara gratis.

Di tengah implementasi program ini, belakangan muncul kritik terhadap Kartu Prakerja. Pangkal persoalan adalah adanya keterlibatan delapan platform digital penyedia paket pelatihan online. Sebab, dana-dana program yang nilai totalnya mencapai Rp 5,6 triliun itu dituding mengalir ke perusahaan-perusahaan tersebut. Apalagi, salah satu perusahaan yang menjadi mitra dimiliki oleh salah satu staf khusus presiden yang kini telah mengundurkan diri. Dengan kata lain, disinyalir ada konflik kepentingan di balik program ini, yang melibatkan pembantu terdekat presiden.

Kita tentu mengapresiasi setiap kritik yang disampaikan. Sebab, program ini dibiayai APBN dengan total anggaran mencapai Rp 20 triliun. Sehingga implementasinya dari hulu hingga hilir harus memenuhi aspek transparansi dan akuntabilitas, sebagai pertanggungjawaban uang rakyat yang digunakan.

Mencermati hal-hal yang menjadi keberatan sejumlah pihak terhadap program ini, secara objektif kita menilai ada informasi yang kurang lengkap yang diterima masyarakat. Tentu perlu ada pembenahan dari sisi komunikasi publik pemerintah tentang Kartu Prakerja. Salah satu yang kurang adalah bahwa penerima manfaat kartu ini juga akan memperoleh pelatihan secara offline, tidak semata tutorial secara online sebagaimana yang banyak disoroti sejumlah kalangan. Artinya, pemegang kartu memperoleh sesuatu yang lebih banyak dibandingkan mengikuti tutorial online yang disebutkan bisa diperoleh secara cuma-cuma.

Informasi lain yang tampaknya kurang dipahami adalah delapan mitra penyedia platform pelatihan yang banyak dipersoalkan, sejatinya hanya bertindak sebagai agregator. Sebab, paket pelatihan disiapkan oleh sekitar 300 lembaga penyedia konten pelatihan. Secara keseluruhan ada lebih dari 2.000 materi atau program pelatihan yang bisa dipilih pemegang Kartu Prakerja melalui delapan platform digital yang menjadi mitra. Dengan demikian, uang Rp 1 juta untuk pembayaran pelatihan tentu tidak mengalir ke delapan perusahaan digital tersebut.

Informasi-informasi inilah yang perlu kembali dijelaskan oleh pemerintah agar program Kartu Pekerja ini tidak menjadi ajang pergunjingan, apalagi diseret ke ranah politik, di mana Istana dituding kembali menjadi ajang korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Dalam situasi saat ini, harus disadari setiap kebijakan pemerintah yang melibatkan anggaran besar harus benar-benar dikomunikasikan kepada publik apa adanya, tanpa ada yang ditutup-tutupi. Jangan sampai energi habis akibat kegaduhan yang semestinya bisa dihindari.

Namun, ada baiknya jika pemerintah menyerap aspirasi pihak-pihak yang ingin memberi masukan konstruktif. Partisipasi publik patut diakomodasi agar program Kartu Prakerja ini menjadi lebih efektif, tepat sasaran, dan terutama memberi dampak meringankan beban para korban PHK, mereka yang dirumahkan, maupun yang selama ini belum memperoleh pekerjaan.


BAGIKAN


BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS